Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 16 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit PT Jalin Vaneo (JV) di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Rabu (16/9/2026) sore.
Berdasarkan rekaman video yang diambil warga di lokasi kejadian, kepulan asap putih dan abu-abu tebal tampak membumbung tinggi dan membentang di area perkebunan.
Api diketahui menjalar dan membakar kawasan kebun sawit muda yang baru selesai ditanam, tepatnya di Blok K 50.
Seorang warga yang berada di lokasi menduga kebakaran tersebut terjadi akibat kelalaian pihak perusahaan dalam mengantisipasi dan menangani penyebaran titik api sejak dini. Kondisi itu dinilai membuat api terus meluas dan sulit dikendalikan.
“Kelalaian PT JV dalam menangani karhutla sehingga api menjalar di dalam kebun PT JV Blok K 50 di lahan sawit yang baru ditanam,” ujar warga yang memantau kondisi di lapangan pada Rabu sore.
Kondisi cuaca yang kering serta tiupan angin di lokasi kejadian dikhawatirkan dapat memperluas sebaran api ke areal konsesi lainnya apabila tidak segera mendapat penanganan intensif.
Penanganan dapat dilakukan melalui pengerahan tim pemadam kebakaran gabungan maupun upaya pemadaman internal perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Jalin Vaneo terkait luas area yang terbakar, penyebab kebakaran, maupun langkah penanganan yang telah dilakukan di lokasi. (Sans)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit PT Jalin Vaneo (JV) di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Rabu (16/9/2026) sore.
Berdasarkan rekaman video yang diambil warga di lokasi kejadian, kepulan asap putih dan abu-abu tebal tampak membumbung tinggi dan membentang di area perkebunan.
Api diketahui menjalar dan membakar kawasan kebun sawit muda yang baru selesai ditanam, tepatnya di Blok K 50.
Seorang warga yang berada di lokasi menduga kebakaran tersebut terjadi akibat kelalaian pihak perusahaan dalam mengantisipasi dan menangani penyebaran titik api sejak dini. Kondisi itu dinilai membuat api terus meluas dan sulit dikendalikan.
“Kelalaian PT JV dalam menangani karhutla sehingga api menjalar di dalam kebun PT JV Blok K 50 di lahan sawit yang baru ditanam,” ujar warga yang memantau kondisi di lapangan pada Rabu sore.
Kondisi cuaca yang kering serta tiupan angin di lokasi kejadian dikhawatirkan dapat memperluas sebaran api ke areal konsesi lainnya apabila tidak segera mendapat penanganan intensif.
Penanganan dapat dilakukan melalui pengerahan tim pemadam kebakaran gabungan maupun upaya pemadaman internal perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Jalin Vaneo terkait luas area yang terbakar, penyebab kebakaran, maupun langkah penanganan yang telah dilakukan di lokasi. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini