Melawi    

Harga Cabai di Melawi Tembus Rp180 Ribu, Pemkab Dorong Produksi Lokal

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 16 September 2026
Harga Cabai di Melawi Tembus Rp180 Ribu, Pemkab Dorong Produksi Lokal
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Melawi mengalami kenaikan. Komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan yakni beberapa jenis cabai, dengan harga mencapai Rp180 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut diketahui setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi Drs. Paulus bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Melawi melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di Pasar Markasan Nanga Pinoh, Rabu (16/9/2026).

Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Melawi.

Sekda Melawi Drs. Paulus mengatakan, kenaikan harga paling signifikan ditemukan pada sejumlah jenis cabai. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya produksi cabai lokal selama musim kemarau.

“Berdasarkan hasil monitoring pagi ini, memang terdapat beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada beberapa jenis cabai,” ujarnya.

Menurut Paulus, produksi cabai dalam daerah mengalami penurunan sangat drastis selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai di pasar tradisional Kabupaten Melawi sebagian besar harus didatangkan dari luar daerah, termasuk langsung dari Pulau Jawa.

“Cabai yang tersedia di pasar tradisional dan kami monitor hampir seluruhnya berasal dari luar daerah, bahkan dikirim langsung dari Jawa. Akibatnya, harga mengalami lonjakan cukup tinggi, berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp180 ribu, bergantung pada jenis cabainya,” jelasnya.

Paulus mengakui pengendalian harga cabai tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Melawi akan mendorong langkah strategis untuk memperkuat produksi lokal sekaligus menjaga ketersediaan cabai dalam beberapa bulan mendatang.

Pemkab Melawi melalui perangkat daerah teknis, khususnya Dinas Pertanian, didorong membantu petani lokal melalui penyediaan bibit serta peningkatan kegiatan penyuluhan.

“Kami mendorong peningkatan produksi dalam daerah melalui berbagai upaya dari dinas teknis terkait. Dinas Pertanian diharapkan dapat membantu petani lokal, baik melalui penyediaan bibit maupun penyuluhan yang lebih gencar,” katanya.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian lokal sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan. Dengan begitu, kelangkaan dan kenaikan harga cabai diharapkan dapat diantisipasi serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Melawi tetap terpenuhi.

Pada kesempatan tersebut, Paulus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID Kabupaten Melawi yang secara konsisten melakukan pemantauan harga dan membantu pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi.

“Terima kasih kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang selama ini begitu konsisten melakukan monitoring dan membantu Pemerintah Kabupaten Melawi dalam upaya pengendalian inflasi,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Sembilan Pejabat Masuk Seleksi Terbuka Sekda Melawi 2026
Tuesday, 15 September 2026
Artikel Sebelumnya
Sembilan Pejabat Masuk Seleksi Terbuka Sekda Melawi 2026
Tuesday, 15 September 2026

Berita terkait