Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 16 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Melawi mengalami kenaikan. Komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan yakni beberapa jenis cabai, dengan harga mencapai Rp180 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut diketahui setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi Drs. Paulus bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Melawi melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di Pasar Markasan Nanga Pinoh, Rabu (16/9/2026).
Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Melawi.
Sekda Melawi Drs. Paulus mengatakan, kenaikan harga paling signifikan ditemukan pada sejumlah jenis cabai. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya produksi cabai lokal selama musim kemarau.
“Berdasarkan hasil monitoring pagi ini, memang terdapat beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada beberapa jenis cabai,” ujarnya.
Menurut Paulus, produksi cabai dalam daerah mengalami penurunan sangat drastis selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai di pasar tradisional Kabupaten Melawi sebagian besar harus didatangkan dari luar daerah, termasuk langsung dari Pulau Jawa.
“Cabai yang tersedia di pasar tradisional dan kami monitor hampir seluruhnya berasal dari luar daerah, bahkan dikirim langsung dari Jawa. Akibatnya, harga mengalami lonjakan cukup tinggi, berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp180 ribu, bergantung pada jenis cabainya,” jelasnya.
Paulus mengakui pengendalian harga cabai tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Melawi akan mendorong langkah strategis untuk memperkuat produksi lokal sekaligus menjaga ketersediaan cabai dalam beberapa bulan mendatang.
Pemkab Melawi melalui perangkat daerah teknis, khususnya Dinas Pertanian, didorong membantu petani lokal melalui penyediaan bibit serta peningkatan kegiatan penyuluhan.
“Kami mendorong peningkatan produksi dalam daerah melalui berbagai upaya dari dinas teknis terkait. Dinas Pertanian diharapkan dapat membantu petani lokal, baik melalui penyediaan bibit maupun penyuluhan yang lebih gencar,” katanya.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian lokal sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan. Dengan begitu, kelangkaan dan kenaikan harga cabai diharapkan dapat diantisipasi serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Melawi tetap terpenuhi.
Pada kesempatan tersebut, Paulus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID Kabupaten Melawi yang secara konsisten melakukan pemantauan harga dan membantu pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi.
“Terima kasih kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang selama ini begitu konsisten melakukan monitoring dan membantu Pemerintah Kabupaten Melawi dalam upaya pengendalian inflasi,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Melawi mengalami kenaikan. Komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan yakni beberapa jenis cabai, dengan harga mencapai Rp180 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut diketahui setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi Drs. Paulus bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Melawi melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di Pasar Markasan Nanga Pinoh, Rabu (16/9/2026).
Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Melawi.
Sekda Melawi Drs. Paulus mengatakan, kenaikan harga paling signifikan ditemukan pada sejumlah jenis cabai. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya produksi cabai lokal selama musim kemarau.
“Berdasarkan hasil monitoring pagi ini, memang terdapat beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada beberapa jenis cabai,” ujarnya.
Menurut Paulus, produksi cabai dalam daerah mengalami penurunan sangat drastis selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai di pasar tradisional Kabupaten Melawi sebagian besar harus didatangkan dari luar daerah, termasuk langsung dari Pulau Jawa.
“Cabai yang tersedia di pasar tradisional dan kami monitor hampir seluruhnya berasal dari luar daerah, bahkan dikirim langsung dari Jawa. Akibatnya, harga mengalami lonjakan cukup tinggi, berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp180 ribu, bergantung pada jenis cabainya,” jelasnya.
Paulus mengakui pengendalian harga cabai tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Melawi akan mendorong langkah strategis untuk memperkuat produksi lokal sekaligus menjaga ketersediaan cabai dalam beberapa bulan mendatang.
Pemkab Melawi melalui perangkat daerah teknis, khususnya Dinas Pertanian, didorong membantu petani lokal melalui penyediaan bibit serta peningkatan kegiatan penyuluhan.
“Kami mendorong peningkatan produksi dalam daerah melalui berbagai upaya dari dinas teknis terkait. Dinas Pertanian diharapkan dapat membantu petani lokal, baik melalui penyediaan bibit maupun penyuluhan yang lebih gencar,” katanya.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian lokal sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan. Dengan begitu, kelangkaan dan kenaikan harga cabai diharapkan dapat diantisipasi serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Melawi tetap terpenuhi.
Pada kesempatan tersebut, Paulus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID Kabupaten Melawi yang secara konsisten melakukan pemantauan harga dan membantu pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi.
“Terima kasih kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang selama ini begitu konsisten melakukan monitoring dan membantu Pemerintah Kabupaten Melawi dalam upaya pengendalian inflasi,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini