Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 08 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Harga gas LPG subsidi 3 kilogram di Putussibau dan sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu dikeluhkan masyarakat setelah disebut-sebut menembus angka Rp70 ribu per tabung. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait pengawasan dan langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga LPG subsidi.
Sejumlah warga menilai harga LPG 3 kg yang beredar saat ini sudah jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, mereka menduga terdapat permainan harga di tingkat pangkalan yang seharusnya mendapat pengawasan ketat dari instansi terkait.
“Diduga ada permainan di tingkat pangkalan yang semestinya harus diawasi secara ketat oleh pemerintah. Atas persoalan ini, publik menilai pengawasan dari pemerintah melalui dinas terkait masih lemah,” ujar seorang warga Putussibau.
Kenaikan harga gas LPG subsidi 3 kilogram ini juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas subsidi yang diberikan pemerintah. Pasalnya, harga yang harus dibayar konsumen dinilai sudah tidak mencerminkan tujuan program subsidi untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Keluhan terkait mahalnya harga LPG subsidi tidak hanya datang dari warga Putussibau, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kapuas Hulu. Masyarakat mempertanyakan sejauh mana pengawasan yang selama ini dilakukan pemerintah daerah terhadap distribusi dan penjualan LPG subsidi.
Warga Putussibau lainnya, Farhan, meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga LPG 3 kg di pasaran. Menurutnya, tindakan tegas perlu diberikan kepada pangkalan atau pelaku usaha yang terbukti menjual gas subsidi di atas ketentuan.
“Perlu ada langkah cepat dari pemerintah untuk menstabilkan harga LPG 3 kilogram. Jika ada pangkalan yang nakal dan bermain-main dengan harga gas subsidi, izinnya harus dicabut,” tegas Farhan, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, harga LPG subsidi 3 kilogram di beberapa wilayah saat ini berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp70 ribu per tabung. Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban.
Warga juga meminta harga LPG subsidi 3 kilogram dikembalikan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, yakni berkisar Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per tabung, sehingga dapat kembali terjangkau bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. (Haq)
KALBARONLINE.com – Harga gas LPG subsidi 3 kilogram di Putussibau dan sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu dikeluhkan masyarakat setelah disebut-sebut menembus angka Rp70 ribu per tabung. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait pengawasan dan langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga LPG subsidi.
Sejumlah warga menilai harga LPG 3 kg yang beredar saat ini sudah jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, mereka menduga terdapat permainan harga di tingkat pangkalan yang seharusnya mendapat pengawasan ketat dari instansi terkait.
“Diduga ada permainan di tingkat pangkalan yang semestinya harus diawasi secara ketat oleh pemerintah. Atas persoalan ini, publik menilai pengawasan dari pemerintah melalui dinas terkait masih lemah,” ujar seorang warga Putussibau.
Kenaikan harga gas LPG subsidi 3 kilogram ini juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas subsidi yang diberikan pemerintah. Pasalnya, harga yang harus dibayar konsumen dinilai sudah tidak mencerminkan tujuan program subsidi untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Keluhan terkait mahalnya harga LPG subsidi tidak hanya datang dari warga Putussibau, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kapuas Hulu. Masyarakat mempertanyakan sejauh mana pengawasan yang selama ini dilakukan pemerintah daerah terhadap distribusi dan penjualan LPG subsidi.
Warga Putussibau lainnya, Farhan, meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga LPG 3 kg di pasaran. Menurutnya, tindakan tegas perlu diberikan kepada pangkalan atau pelaku usaha yang terbukti menjual gas subsidi di atas ketentuan.
“Perlu ada langkah cepat dari pemerintah untuk menstabilkan harga LPG 3 kilogram. Jika ada pangkalan yang nakal dan bermain-main dengan harga gas subsidi, izinnya harus dicabut,” tegas Farhan, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, harga LPG subsidi 3 kilogram di beberapa wilayah saat ini berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp70 ribu per tabung. Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban.
Warga juga meminta harga LPG subsidi 3 kilogram dikembalikan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, yakni berkisar Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per tabung, sehingga dapat kembali terjangkau bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini