Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 23 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Masyarakat di Kabupaten Ketapang masih mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG subsidi 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir. Meski pasokan LPG 3 kg di sejumlah pangkalan mulai kembali normal, warga mengaku tetap kesulitan mendapatkan gas saat stok di pangkalan habis sehingga terpaksa membeli di pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal.
Salah seorang warga Ketapang, Ary, mengatakan kondisi kelangkaan LPG 3 kg paling terasa terjadi sekitar dua pekan lalu. Saat itu, gas subsidi sulit ditemukan dan harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp40 ribu per tabung.
"Kalau di pangkalan sebenarnya masih aman. Tapi kalau stok habis dan belum jadwal pengiriman lagi, kami terpaksa cari di warung. Harganya bisa sampai Rp40 ribu," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Ary, persoalan utama bukan hanya soal ketersediaan LPG subsidi, tetapi juga jadwal distribusi yang tidak dilakukan setiap hari. Akibatnya, ketika stok gas di rumah habis sementara jadwal pengiriman berikutnya belum tiba, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain membeli di pengecer dengan harga lebih tinggi.
Ia berharap distribusi LPG 3 kg di Ketapang dapat berjalan lebih stabil sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh kebutuhan pokok tersebut.
"Kami hanya berharap gas ini jangan sampai susah dicari. Kalau di pangkalan kosong, minimal di warung masih tersedia dengan harga yang wajar," katanya.
Pantauan di sejumlah warung sembako di kawasan Payah Kumang, Ketapang, menunjukkan stok LPG 3 kilogram memang belum sepenuhnya stabil. Beberapa pengecer mengaku pasokan masih sering kosong, sementara harga jual berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per tabung.
Sementara itu, pemilik Pangkalan LPG 3 Kg di Jalan Brigjen Katamso, Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Darmanto, mengakui pasokan yang diterimanya sempat mengalami penurunan selama Mei 2026.
"Kalau kemarin memang sempat berkurang. Sekali kirim kadang hanya 60 tabung, padahal sebelumnya bisa 100 tabung. Sekarang alhamdulillah sudah mulai kembali sekitar 100 tabung setiap pengiriman," jelasnya.
Ia mengungkapkan kuota LPG subsidi yang diterima juga mengalami penurunan. Jika sebelumnya mencapai lebih dari 1.000 tabung per bulan, kini hanya sekitar 900 tabung tanpa adanya pemberitahuan resmi terkait pengurangan tersebut.
Menurut Darmanto, jadwal maupun jumlah pengiriman sangat bergantung pada distribusi dari agen. Karena itu, pihak pangkalan tidak dapat memastikan secara pasti kapan dan berapa jumlah tabung yang akan diterima.
Selain itu, ia menjelaskan penyaluran LPG subsidi 3 kilogram kini diprioritaskan bagi rumah tangga yang telah terdaftar menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Masyarakat cukup membawa KTP saat melakukan pembelian agar data dapat diverifikasi melalui aplikasi.
"Yang sudah terdaftar tinggal datang bawa KTP. Kalau stok masih lebih, masyarakat yang belum terdaftar juga tetap bisa membeli dengan terlebih dahulu didaftarkan melalui aplikasi," ujarnya.
Darmanto menambahkan, pangkalan juga menyediakan LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Namun pasokan gas non-subsidi juga masih menghadapi kendala karena seluruh pengiriman berasal dari Pontianak dan tidak dilakukan setiap hari.
Untuk harga, LPG subsidi 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.500 per tabung. Sementara LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dijual sekitar Rp125 ribu hingga Rp130 ribu, dan ukuran 12 kilogram sekitar Rp260 ribu per tabung.
Meski kondisi pasokan mulai menunjukkan perbaikan dibanding beberapa bulan lalu, masyarakat berharap distribusi LPG 3 kilogram di Ketapang dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan agar tidak lagi terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di tingkat pengecer. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Masyarakat di Kabupaten Ketapang masih mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG subsidi 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir. Meski pasokan LPG 3 kg di sejumlah pangkalan mulai kembali normal, warga mengaku tetap kesulitan mendapatkan gas saat stok di pangkalan habis sehingga terpaksa membeli di pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal.
Salah seorang warga Ketapang, Ary, mengatakan kondisi kelangkaan LPG 3 kg paling terasa terjadi sekitar dua pekan lalu. Saat itu, gas subsidi sulit ditemukan dan harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp40 ribu per tabung.
"Kalau di pangkalan sebenarnya masih aman. Tapi kalau stok habis dan belum jadwal pengiriman lagi, kami terpaksa cari di warung. Harganya bisa sampai Rp40 ribu," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Ary, persoalan utama bukan hanya soal ketersediaan LPG subsidi, tetapi juga jadwal distribusi yang tidak dilakukan setiap hari. Akibatnya, ketika stok gas di rumah habis sementara jadwal pengiriman berikutnya belum tiba, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain membeli di pengecer dengan harga lebih tinggi.
Ia berharap distribusi LPG 3 kg di Ketapang dapat berjalan lebih stabil sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh kebutuhan pokok tersebut.
"Kami hanya berharap gas ini jangan sampai susah dicari. Kalau di pangkalan kosong, minimal di warung masih tersedia dengan harga yang wajar," katanya.
Pantauan di sejumlah warung sembako di kawasan Payah Kumang, Ketapang, menunjukkan stok LPG 3 kilogram memang belum sepenuhnya stabil. Beberapa pengecer mengaku pasokan masih sering kosong, sementara harga jual berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per tabung.
Sementara itu, pemilik Pangkalan LPG 3 Kg di Jalan Brigjen Katamso, Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Darmanto, mengakui pasokan yang diterimanya sempat mengalami penurunan selama Mei 2026.
"Kalau kemarin memang sempat berkurang. Sekali kirim kadang hanya 60 tabung, padahal sebelumnya bisa 100 tabung. Sekarang alhamdulillah sudah mulai kembali sekitar 100 tabung setiap pengiriman," jelasnya.
Ia mengungkapkan kuota LPG subsidi yang diterima juga mengalami penurunan. Jika sebelumnya mencapai lebih dari 1.000 tabung per bulan, kini hanya sekitar 900 tabung tanpa adanya pemberitahuan resmi terkait pengurangan tersebut.
Menurut Darmanto, jadwal maupun jumlah pengiriman sangat bergantung pada distribusi dari agen. Karena itu, pihak pangkalan tidak dapat memastikan secara pasti kapan dan berapa jumlah tabung yang akan diterima.
Selain itu, ia menjelaskan penyaluran LPG subsidi 3 kilogram kini diprioritaskan bagi rumah tangga yang telah terdaftar menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Masyarakat cukup membawa KTP saat melakukan pembelian agar data dapat diverifikasi melalui aplikasi.
"Yang sudah terdaftar tinggal datang bawa KTP. Kalau stok masih lebih, masyarakat yang belum terdaftar juga tetap bisa membeli dengan terlebih dahulu didaftarkan melalui aplikasi," ujarnya.
Darmanto menambahkan, pangkalan juga menyediakan LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Namun pasokan gas non-subsidi juga masih menghadapi kendala karena seluruh pengiriman berasal dari Pontianak dan tidak dilakukan setiap hari.
Untuk harga, LPG subsidi 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.500 per tabung. Sementara LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dijual sekitar Rp125 ribu hingga Rp130 ribu, dan ukuran 12 kilogram sekitar Rp260 ribu per tabung.
Meski kondisi pasokan mulai menunjukkan perbaikan dibanding beberapa bulan lalu, masyarakat berharap distribusi LPG 3 kilogram di Ketapang dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan agar tidak lagi terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di tingkat pengecer. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini