Ketapang    

Harga Bapok di Ketapang Masih Stabil, Pasokan Bawang Mulai Menipis

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 20 July 2026
Harga Bapok di Ketapang Masih Stabil, Pasokan Bawang Mulai Menipis
Harga bapok di Ketapang masih relatif stabil, meski sejumlah komoditas naik dan pasokan bawang mulai menipis (Foto: Adi/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Harga kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Tanah Kayong, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, masih terpantau relatif stabil pada Minggu (19/7/2026).

Meski demikian, sejumlah komoditas seperti kacang tanah, gula merah, kacang hijau, minyak goreng, dan beras mengalami kenaikan harga. Sementara itu, pasokan bawang merah dan bawang putih mulai menipis akibat keterlambatan distribusi dari Pulau Jawa.

Salah seorang pedagang, Zaky, mengatakan hingga saat ini belum terjadi lonjakan harga yang signifikan pada sebagian besar kebutuhan pokok.

"Untuk harga barang pokok sejauh ini masih aman, masih normal. Tidak ada yang turun, rata-rata stabil. Paling minyak goreng yang sebelumnya Rp20 ribu per liter sekarang menjadi Rp22 ribu, sedangkan harga beras juga masih relatif stabil," ujarnya.

Menurut Zaky, stok barang dagangan secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, persediaan bawang merah dan bawang putih mulai berkurang karena belum ada kiriman baru.

"Stok aman, cuma bawang merah dan bawang putih yang mulai berkurang. Barangnya masih sisa pengiriman sebelumnya, sementara kiriman baru dari Jawa belum masuk," katanya.

Pedagang lainnya, Winda, mengungkapkan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga dibandingkan tahun lalu.

Harga kacang tanah kini mencapai Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp28 ribu per kilogram. Harga per karung juga meningkat dari sekitar Rp580 ribu menjadi Rp700 ribu.

Selain itu, gula merah naik dari Rp20 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram, sedangkan kacang hijau meningkat dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Seluruh jenis beras juga mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per kilogram.

"Untuk beras semua jenis naik sekitar Rp1.000 per kilogram," jelas Winda.

Ia menambahkan, kenaikan harga minyak goreng relatif tidak terlalu besar, yakni sekitar Rp10 ribu per dus. Namun, distribusi minyak goreng masih kerap mengalami keterlambatan.

"Kalau stok secara keseluruhan masih aman. Yang agak terkendala hanya minyak goreng karena distribusinya kadang terlambat," tuturnya.

Sementara itu, seorang pembeli, Siti, menilai harga kebutuhan pokok di Pasar Tanah Kayong masih dalam batas wajar meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas.

"Kalau menurut saya harganya masih aman. Memang ada yang naik sedikit, tapi yang penting barangnya tetap tersedia. Jangan sampai stok langka karena biasanya harga akan ikut melonjak," katanya.

Siti berharap distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang tetap terjangkau. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Perketat Pemantauan Jentik Nyamuk untuk Cegah DBD
Monday, 20 July 2026
Artikel Sebelumnya
Musim Kemarau, Dinkes Pontianak Perketat Pemantauan Jentik Nyamuk untuk Cegah DBD
Monday, 20 July 2026

Berita terkait