Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 18 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai lonjakan harga bahan pokok (bapok) saat perayaan Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri yang tahun ini waktunya berdekatan.
Hal tersebut disampaikan Zulfydar usai melaksanakan reses di sejumlah titik di wilayah Pontianak. Ia mengatakan, salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah terkait kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi setiap momentum hari besar keagamaan.
“Pokok pikiran masyarakat berkaitan dengan harga barang yang kecenderungannya terus naik, apalagi akan menghadapi bulan puasa, Lebaran dan Imlek. Masyarakat meminta agar persoalan harga ini benar-benar diperhatikan,” ujarnya, Rabu (18/02/2026)
Menurutnya, pemerintah harus memastikan ketersediaan dan distribusi barang berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan yang memicu lonjakan harga. Ia menegaskan, kenaikan harga biasanya dipengaruhi tingginya permintaan (demand) yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok di pasaran.
“Tentu pemerintah harus mampu memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan sesuai harapan masyarakat. Kalau distribusi ditahan atau barang tidak tersedia, sementara permintaan besar, maka harga pasti naik,” tegasnya.
Zulfydar berharap, organisasi perangkat daerah yang membidangi perdagangan dan ketahanan pangan dapat aktif memantau kondisi pasar, termasuk melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, potensi gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk secara rutin mengumumkan perkembangan harga sembilan bahan pokok kepada publik, baik setiap hari, per tiga hari, maupun per minggu.
“Kalau perlu, umumkan secara terbuka harga sembilan bahan pokok itu agar masyarakat tahu harga dasar dan harga jual di pasaran. Transparansi ini penting supaya tidak ada spekulasi dan masyarakat merasa tenang,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai lonjakan harga bahan pokok (bapok) saat perayaan Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri yang tahun ini waktunya berdekatan.
Hal tersebut disampaikan Zulfydar usai melaksanakan reses di sejumlah titik di wilayah Pontianak. Ia mengatakan, salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah terkait kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi setiap momentum hari besar keagamaan.
“Pokok pikiran masyarakat berkaitan dengan harga barang yang kecenderungannya terus naik, apalagi akan menghadapi bulan puasa, Lebaran dan Imlek. Masyarakat meminta agar persoalan harga ini benar-benar diperhatikan,” ujarnya, Rabu (18/02/2026)
Menurutnya, pemerintah harus memastikan ketersediaan dan distribusi barang berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan yang memicu lonjakan harga. Ia menegaskan, kenaikan harga biasanya dipengaruhi tingginya permintaan (demand) yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok di pasaran.
“Tentu pemerintah harus mampu memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan sesuai harapan masyarakat. Kalau distribusi ditahan atau barang tidak tersedia, sementara permintaan besar, maka harga pasti naik,” tegasnya.
Zulfydar berharap, organisasi perangkat daerah yang membidangi perdagangan dan ketahanan pangan dapat aktif memantau kondisi pasar, termasuk melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, potensi gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk secara rutin mengumumkan perkembangan harga sembilan bahan pokok kepada publik, baik setiap hari, per tiga hari, maupun per minggu.
“Kalau perlu, umumkan secara terbuka harga sembilan bahan pokok itu agar masyarakat tahu harga dasar dan harga jual di pasaran. Transparansi ini penting supaya tidak ada spekulasi dan masyarakat merasa tenang,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini