Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 23 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Keterbatasan pasokan gas LPG subsidi 3 kilogram membuat salah satu pangkalan di Jalan Putri Dara Hitam, Kota Pontianak, menerapkan skema prioritas penyaluran bagi konsumen rumah tangga. Langkah ini dilakukan agar distribusi LPG 3 kg tetap merata dan dapat dinikmati warga di sekitar wilayah layanan.
Pemilik pangkalan, Armin, mengatakan pasokan LPG 3 kg yang diterima saat ini hanya datang satu kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis, dengan jumlah sekitar 80 tabung.
Kondisi tersebut membuat stok gas subsidi cepat habis. Bahkan, sehari sebelum distribusi dilakukan, warga yang telah terdaftar sudah mulai menitipkan tabung untuk ditukarkan.
“Gas datang setiap hari Kamis, seminggu sekali. Hari Rabu sudah ada yang menitip tabung. Begitu datang sekitar jam 12 langsung habis,” kata Armin.
Ia menegaskan, pangkalan yang dikelolanya tidak melayani penjualan kepada pengecer. Seluruh distribusi difokuskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga agar masyarakat sekitar tetap mendapatkan jatah LPG subsidi.
“Kalau untuk pengecer saya tidak kasih. Di sini khusus rumah tangga. Penjualan sejauh ini aman, masyarakat kebagian semua,” ujarnya.
Menurut Armin, wilayah layanan pangkalan tersebut mencakup sekitar tujuh gang di sekitar lokasi. Untuk menjaga pemerataan distribusi, pihaknya menerapkan sistem pembagian bergilir atau rolling kepada warga.
“Ada sekitar tujuh gang yang harus kebagian, jangan sampai menyusahkan masyarakat terdekat. Jadi kami buat sistem rolling, minggu ini sebagian warga, minggu depan giliran warga lain,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui permintaan LPG 3 kg terus mengalami peningkatan. Dalam satu pekan, jumlah warga yang mendaftar untuk mendapatkan gas subsidi bisa mencapai sekitar 200 orang, sementara pasokan yang tersedia hanya 80 tabung.
“Kalau peningkatan pembeli pasti ada, tapi stoknya tidak memadai. Yang datang 80 tabung, sementara yang daftar bisa 200-an,” katanya.
Karena itu, Armin berharap ada penambahan kuota dari Pertamina agar distribusi LPG subsidi di Pontianak bisa lebih merata dan tidak menimbulkan antrean panjang di masyarakat.
“Kalau bisa ditambah sampai 250 tabung per minggu. Harapannya pemerintah bisa mengatasi kelangkaan ini supaya gas subsidi tepat sasaran,” pungkasnya.
Saat ini, harga jual LPG 3 kg di pangkalan tersebut masih mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, yakni Rp18.500 per tabung. (Lid)
KALBARONLINE.com – Keterbatasan pasokan gas LPG subsidi 3 kilogram membuat salah satu pangkalan di Jalan Putri Dara Hitam, Kota Pontianak, menerapkan skema prioritas penyaluran bagi konsumen rumah tangga. Langkah ini dilakukan agar distribusi LPG 3 kg tetap merata dan dapat dinikmati warga di sekitar wilayah layanan.
Pemilik pangkalan, Armin, mengatakan pasokan LPG 3 kg yang diterima saat ini hanya datang satu kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis, dengan jumlah sekitar 80 tabung.
Kondisi tersebut membuat stok gas subsidi cepat habis. Bahkan, sehari sebelum distribusi dilakukan, warga yang telah terdaftar sudah mulai menitipkan tabung untuk ditukarkan.
“Gas datang setiap hari Kamis, seminggu sekali. Hari Rabu sudah ada yang menitip tabung. Begitu datang sekitar jam 12 langsung habis,” kata Armin.
Ia menegaskan, pangkalan yang dikelolanya tidak melayani penjualan kepada pengecer. Seluruh distribusi difokuskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga agar masyarakat sekitar tetap mendapatkan jatah LPG subsidi.
“Kalau untuk pengecer saya tidak kasih. Di sini khusus rumah tangga. Penjualan sejauh ini aman, masyarakat kebagian semua,” ujarnya.
Menurut Armin, wilayah layanan pangkalan tersebut mencakup sekitar tujuh gang di sekitar lokasi. Untuk menjaga pemerataan distribusi, pihaknya menerapkan sistem pembagian bergilir atau rolling kepada warga.
“Ada sekitar tujuh gang yang harus kebagian, jangan sampai menyusahkan masyarakat terdekat. Jadi kami buat sistem rolling, minggu ini sebagian warga, minggu depan giliran warga lain,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui permintaan LPG 3 kg terus mengalami peningkatan. Dalam satu pekan, jumlah warga yang mendaftar untuk mendapatkan gas subsidi bisa mencapai sekitar 200 orang, sementara pasokan yang tersedia hanya 80 tabung.
“Kalau peningkatan pembeli pasti ada, tapi stoknya tidak memadai. Yang datang 80 tabung, sementara yang daftar bisa 200-an,” katanya.
Karena itu, Armin berharap ada penambahan kuota dari Pertamina agar distribusi LPG subsidi di Pontianak bisa lebih merata dan tidak menimbulkan antrean panjang di masyarakat.
“Kalau bisa ditambah sampai 250 tabung per minggu. Harapannya pemerintah bisa mengatasi kelangkaan ini supaya gas subsidi tepat sasaran,” pungkasnya.
Saat ini, harga jual LPG 3 kg di pangkalan tersebut masih mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, yakni Rp18.500 per tabung. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini