Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 23 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Seorang warga bernama Sulyadi (41) dilaporkan hilang setelah diduga diterkam dan diseret buaya muara saat memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin (22/6/2026).
Peristiwa tersebut terjadi menjelang waktu magrib. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan korban di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban diduga diterkam buaya saat berada di atas sampan miliknya.
Ade menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika Abdul Wahab berangkat menggunakan Sampan Robin dari Desa Sungai Kerawang menuju Tanjung Bakau untuk mengantarkan minyak dan rokok kepada korban.
Saat tiba di lokasi, korban terlihat berada seorang diri di atas Sampan Robin. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu diperkirakan hanya sekitar 20 meter. Di sekitar lokasi juga terdapat seorang warga bernama Pitung yang menggunakan sampan berbeda.
"Di lokasi kejadian, korban terlihat sedang berada di atas Sampan Robin seorang diri. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu sangat dekat, hanya berkisar kurang lebih 20 meter. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat Pitung yang menggunakan Sampan Robin berbeda," ungkap Ade, Selasa (23/6/2026).
Sekitar pukul 17.00 WIB, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan. Seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul di antara posisi sampan korban dan sampan milik saksi.
"Tiba-tiba, di antara posisi Sampan Robin milik korban dan Sampan Robin Pitung, muncul seekor buaya berukuran besar. Tanpa ampun, predator tersebut langsung menerkam dan menyambar tubuh korban. Dalam sekejap mata, korban langsung diseret masuk ke dalam kedalaman air," ujar Ade.
Melihat kejadian itu, Abdul Wahab dan Pitung sempat berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi terkaman. Namun, korban tidak berhasil ditemukan.
Karena kondisi mulai gelap dan mempertimbangkan faktor keselamatan, keduanya memutuskan kembali ke Desa Sungai Kerawang untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian serta meminta bantuan warga.
Mendapat laporan itu, personel Polsek Batu Ampar bersama Polairud langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pencarian.
"Hingga saat ini, korban memang belum berhasil ditemukan. Namun, kami pastikan upaya pencarian terus dilakukan secara masif dan maksimal," kata Ade.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di kawasan perairan Dusun Karang Anyar, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan buaya, terutama saat beraktivitas seorang diri atau menjelang malam hari. (Lid)
KALBARONLINE.com – Seorang warga bernama Sulyadi (41) dilaporkan hilang setelah diduga diterkam dan diseret buaya muara saat memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin (22/6/2026).
Peristiwa tersebut terjadi menjelang waktu magrib. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan korban di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban diduga diterkam buaya saat berada di atas sampan miliknya.
Ade menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika Abdul Wahab berangkat menggunakan Sampan Robin dari Desa Sungai Kerawang menuju Tanjung Bakau untuk mengantarkan minyak dan rokok kepada korban.
Saat tiba di lokasi, korban terlihat berada seorang diri di atas Sampan Robin. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu diperkirakan hanya sekitar 20 meter. Di sekitar lokasi juga terdapat seorang warga bernama Pitung yang menggunakan sampan berbeda.
"Di lokasi kejadian, korban terlihat sedang berada di atas Sampan Robin seorang diri. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu sangat dekat, hanya berkisar kurang lebih 20 meter. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat Pitung yang menggunakan Sampan Robin berbeda," ungkap Ade, Selasa (23/6/2026).
Sekitar pukul 17.00 WIB, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan. Seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul di antara posisi sampan korban dan sampan milik saksi.
"Tiba-tiba, di antara posisi Sampan Robin milik korban dan Sampan Robin Pitung, muncul seekor buaya berukuran besar. Tanpa ampun, predator tersebut langsung menerkam dan menyambar tubuh korban. Dalam sekejap mata, korban langsung diseret masuk ke dalam kedalaman air," ujar Ade.
Melihat kejadian itu, Abdul Wahab dan Pitung sempat berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi terkaman. Namun, korban tidak berhasil ditemukan.
Karena kondisi mulai gelap dan mempertimbangkan faktor keselamatan, keduanya memutuskan kembali ke Desa Sungai Kerawang untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian serta meminta bantuan warga.
Mendapat laporan itu, personel Polsek Batu Ampar bersama Polairud langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pencarian.
"Hingga saat ini, korban memang belum berhasil ditemukan. Namun, kami pastikan upaya pencarian terus dilakukan secara masif dan maksimal," kata Ade.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di kawasan perairan Dusun Karang Anyar, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan buaya, terutama saat beraktivitas seorang diri atau menjelang malam hari. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini