Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 26 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban yang diduga diterkam buaya di Sungai Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada hari ketiga operasi pencarian, Kamis (25/6/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan, sejak pukul 06.00 WIB, tim kembali melakukan penyisiran permukaan di sekitar lokasi kejadian dengan radius pencarian mencapai 3 Nautical Mile (NM).
Korban yang hingga kini masih dalam pencarian diketahui bernama Sulyadi (41), yang diduga menjadi korban serangan buaya saat berada di perairan Sungai Karawang.
I Made Junetra menjelaskan, proses pencarian menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah keberadaan buaya yang diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian.
"Buaya sering tidak langsung meninggalkan lokasi serangan dan berpotensi menyerang kembali tim SAR maupun masyarakat yang ikut melakukan pencarian. Oleh karena itu, seluruh personel diwajibkan selalu waspada serta menggunakan alat pelindung diri dan pengamanan ekstra," ujarnya.
Selain ancaman buaya, perilaku satwa tersebut yang kerap menyembunyikan mangsanya juga menjadi kendala dalam proses pencarian. Buaya biasanya menyimpan mangsa di bawah akar pohon, semak rawa, lubang tebing sungai, hingga tumpukan kayu, sehingga korban tidak selalu dapat ditemukan dalam waktu singkat.
"Pencarian difokuskan pada titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi buaya menyimpan mangsa," tambahnya.
Tantangan lainnya datang dari kondisi air Sungai Karawang yang keruh dengan tingkat visibilitas sangat rendah. Karakteristik sungai di wilayah Kalimantan yang berwarna coklat pekat membuat jarak pandang penyelam kerap kurang dari 50 sentimeter.
Di sisi lain, arus sungai yang cukup deras juga berpotensi membawa korban menjauh dari titik awal kejadian. Kondisi tersebut membuat Tim SAR harus melakukan perhitungan drift sekaligus memperluas area pencarian agar peluang menemukan korban semakin besar.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Sulyadi dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan. (*)
KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban yang diduga diterkam buaya di Sungai Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada hari ketiga operasi pencarian, Kamis (25/6/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan, sejak pukul 06.00 WIB, tim kembali melakukan penyisiran permukaan di sekitar lokasi kejadian dengan radius pencarian mencapai 3 Nautical Mile (NM).
Korban yang hingga kini masih dalam pencarian diketahui bernama Sulyadi (41), yang diduga menjadi korban serangan buaya saat berada di perairan Sungai Karawang.
I Made Junetra menjelaskan, proses pencarian menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah keberadaan buaya yang diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian.
"Buaya sering tidak langsung meninggalkan lokasi serangan dan berpotensi menyerang kembali tim SAR maupun masyarakat yang ikut melakukan pencarian. Oleh karena itu, seluruh personel diwajibkan selalu waspada serta menggunakan alat pelindung diri dan pengamanan ekstra," ujarnya.
Selain ancaman buaya, perilaku satwa tersebut yang kerap menyembunyikan mangsanya juga menjadi kendala dalam proses pencarian. Buaya biasanya menyimpan mangsa di bawah akar pohon, semak rawa, lubang tebing sungai, hingga tumpukan kayu, sehingga korban tidak selalu dapat ditemukan dalam waktu singkat.
"Pencarian difokuskan pada titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi buaya menyimpan mangsa," tambahnya.
Tantangan lainnya datang dari kondisi air Sungai Karawang yang keruh dengan tingkat visibilitas sangat rendah. Karakteristik sungai di wilayah Kalimantan yang berwarna coklat pekat membuat jarak pandang penyelam kerap kurang dari 50 sentimeter.
Di sisi lain, arus sungai yang cukup deras juga berpotensi membawa korban menjauh dari titik awal kejadian. Kondisi tersebut membuat Tim SAR harus melakukan perhitungan drift sekaligus memperluas area pencarian agar peluang menemukan korban semakin besar.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Sulyadi dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini