Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 26 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan bersama personel Polsek Batu Ampar dan warga setempat terus mengintensifkan pencarian terhadap Sulyadi (41), warga yang dilaporkan hilang saat memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Memasuki hari kelima pencarian, tim gabungan masih menyisir kawasan perairan yang dikenal sebagai habitat buaya muara. Hingga Jumat (26/6/2026), korban belum berhasil ditemukan.
Sulyadi dilaporkan hilang beberapa hari lalu tanpa jejak. Lokasi kejadian diketahui merupakan kawasan yang rawan konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya buaya muara. Meski demikian, penyebab pasti hilangnya korban masih dalam proses pencarian dan penyelidikan.
Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan pihak kepolisian bersama Tim SAR Gabungan dan masyarakat terus berupaya memaksimalkan pencarian meski harus menghadapi medan yang berat dan berisiko.
"Hingga hari ini, pencarian terhadap saudara Sulyadi telah memasuki hari kelima. Kami dari Polres Kubu Raya bersama Tim SAR Gabungan dan dibantu warga setempat masih terus mengintensifkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius yang diperluas," ujarnya.
Ade menjelaskan, operasi pencarian dilakukan dengan membagi personel ke sejumlah titik strategis guna memaksimalkan penyisiran, baik di permukaan perairan maupun di sepanjang tepian sungai yang dipenuhi vegetasi lebat.
Selain melakukan pencarian, Polres Kubu Raya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan Sungai Batu Ampar yang merupakan habitat alami buaya muara.
"Kami memohon dan mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama yang kerap beraktivitas di sekitar perairan Batu Ampar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut dikenal sebagai habitat alami buaya," kata Ade.
Ia berharap masyarakat dapat mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan informasi yang dapat membantu proses pencarian korban. (*)
KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan bersama personel Polsek Batu Ampar dan warga setempat terus mengintensifkan pencarian terhadap Sulyadi (41), warga yang dilaporkan hilang saat memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Memasuki hari kelima pencarian, tim gabungan masih menyisir kawasan perairan yang dikenal sebagai habitat buaya muara. Hingga Jumat (26/6/2026), korban belum berhasil ditemukan.
Sulyadi dilaporkan hilang beberapa hari lalu tanpa jejak. Lokasi kejadian diketahui merupakan kawasan yang rawan konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya buaya muara. Meski demikian, penyebab pasti hilangnya korban masih dalam proses pencarian dan penyelidikan.
Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan pihak kepolisian bersama Tim SAR Gabungan dan masyarakat terus berupaya memaksimalkan pencarian meski harus menghadapi medan yang berat dan berisiko.
"Hingga hari ini, pencarian terhadap saudara Sulyadi telah memasuki hari kelima. Kami dari Polres Kubu Raya bersama Tim SAR Gabungan dan dibantu warga setempat masih terus mengintensifkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius yang diperluas," ujarnya.
Ade menjelaskan, operasi pencarian dilakukan dengan membagi personel ke sejumlah titik strategis guna memaksimalkan penyisiran, baik di permukaan perairan maupun di sepanjang tepian sungai yang dipenuhi vegetasi lebat.
Selain melakukan pencarian, Polres Kubu Raya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan Sungai Batu Ampar yang merupakan habitat alami buaya muara.
"Kami memohon dan mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama yang kerap beraktivitas di sekitar perairan Batu Ampar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut dikenal sebagai habitat alami buaya," kata Ade.
Ia berharap masyarakat dapat mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan informasi yang dapat membantu proses pencarian korban. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini