Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 17 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemilik pangkalan LPG subsidi 3 kilogram di Jalan Tanjung Raya II, Pontianak, David, meminta Pertamina bersama pemerintah lebih gencar menyosialisasikan mekanisme penyaluran LPG subsidi kepada masyarakat.
Menurutnya, minimnya pemahaman masyarakat mengenai sistem distribusi membuat pangkalan kerap menjadi pihak yang disalahkan ketika terjadi kelangkaan maupun pembatasan penyaluran LPG subsidi.
"Kami pangkalan ini sering disalahkan, kenapa tidak didistribusikan atau kenapa tidak diberikan. Padahal yang kami perlukan itu data yang jelas dan kuota yang diberikan Pertamina juga sudah ada datanya," kata David, Kamis (16/7/2026).
David menjelaskan, pangkalan hanya menyalurkan LPG sesuai kuota yang telah ditetapkan Pertamina. Di pangkalannya, distribusi dilakukan dua kali dalam sepekan dengan masing-masing pengiriman sebanyak 160 tabung.
"Satu kali pengantaran 160 tabung, dalam seminggu dua kali pengantaran," ujarnya.
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada proses distribusi, melainkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai mekanisme penyaluran LPG subsidi.
"Kesulitannya itu sosialisasi ke masyarakat. Kalau masyarakat sudah paham, semuanya aman," katanya.
David menjelaskan, pembelian LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga yang datanya telah terdaftar. Masyarakat dapat membeli dengan membawa KTP yang sudah tercatat dalam sistem MyPertamina atau telah didaftarkan melalui pangkalan.
"Yang bisa membeli itu rumah tangga yang datanya sudah terdaftar. Kalau UMKM tidak bisa melalui mekanisme ini. Kami hanya menyalurkan sesuai daftar rumah tangga yang ada," jelasnya.
Ia menambahkan, sistem juga membatasi jumlah pembelian sehingga satu konsumen tidak dapat membeli LPG subsidi dalam jumlah besar.
"Di aplikasi memang sudah ada batasannya. Tidak bisa membeli banyak karena semuanya termonitor, baik oleh agen maupun melalui sistem," ujarnya.
Karena itu, David berharap Pertamina bersama pemerintah lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme penyaluran, kuota, serta pendataan penerima LPG subsidi agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
"Alangkah baiknya Pertamina dan pemerintah menyosialisasikan ke masyarakat bahwa semua sudah ada datanya dan ada kuotanya, supaya tidak simpang siur," tutup David. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pemilik pangkalan LPG subsidi 3 kilogram di Jalan Tanjung Raya II, Pontianak, David, meminta Pertamina bersama pemerintah lebih gencar menyosialisasikan mekanisme penyaluran LPG subsidi kepada masyarakat.
Menurutnya, minimnya pemahaman masyarakat mengenai sistem distribusi membuat pangkalan kerap menjadi pihak yang disalahkan ketika terjadi kelangkaan maupun pembatasan penyaluran LPG subsidi.
"Kami pangkalan ini sering disalahkan, kenapa tidak didistribusikan atau kenapa tidak diberikan. Padahal yang kami perlukan itu data yang jelas dan kuota yang diberikan Pertamina juga sudah ada datanya," kata David, Kamis (16/7/2026).
David menjelaskan, pangkalan hanya menyalurkan LPG sesuai kuota yang telah ditetapkan Pertamina. Di pangkalannya, distribusi dilakukan dua kali dalam sepekan dengan masing-masing pengiriman sebanyak 160 tabung.
"Satu kali pengantaran 160 tabung, dalam seminggu dua kali pengantaran," ujarnya.
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada proses distribusi, melainkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai mekanisme penyaluran LPG subsidi.
"Kesulitannya itu sosialisasi ke masyarakat. Kalau masyarakat sudah paham, semuanya aman," katanya.
David menjelaskan, pembelian LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga yang datanya telah terdaftar. Masyarakat dapat membeli dengan membawa KTP yang sudah tercatat dalam sistem MyPertamina atau telah didaftarkan melalui pangkalan.
"Yang bisa membeli itu rumah tangga yang datanya sudah terdaftar. Kalau UMKM tidak bisa melalui mekanisme ini. Kami hanya menyalurkan sesuai daftar rumah tangga yang ada," jelasnya.
Ia menambahkan, sistem juga membatasi jumlah pembelian sehingga satu konsumen tidak dapat membeli LPG subsidi dalam jumlah besar.
"Di aplikasi memang sudah ada batasannya. Tidak bisa membeli banyak karena semuanya termonitor, baik oleh agen maupun melalui sistem," ujarnya.
Karena itu, David berharap Pertamina bersama pemerintah lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme penyaluran, kuota, serta pendataan penerima LPG subsidi agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
"Alangkah baiknya Pertamina dan pemerintah menyosialisasikan ke masyarakat bahwa semua sudah ada datanya dan ada kuotanya, supaya tidak simpang siur," tutup David. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini