Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 17 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI terus memperkuat kompetensi pekebun kelapa sawit melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026.
Program yang dilaksanakan PT Titian Karsa Mandiri (TKM) itu berlangsung pada 5–11 Juli 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada, Pontianak, dengan melibatkan 180 peserta dari Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Bengkayang.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius I.K., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, Yulianus, serta Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau, Ifan Murpatria, yang mewakili Kepala DKP3 Kabupaten Sekadau.
Dalam sambutannya, Ignasius menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pekebun merupakan investasi penting bagi masa depan sektor perkebunan.
Menurutnya, pelatihan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendorong kemajuan industri perkebunan yang berkelanjutan.
"Pelatihan ini menjadi wujud nyata dukungan dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ignasius.
Sebanyak 180 peserta yang terdiri dari petani kelapa sawit swadaya dan para pemangku kepentingan sektor perkebunan mengikuti pelatihan tersebut.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM perkebunan agar mampu menerapkan tata kelola kebun yang baik, meningkatkan produktivitas, serta memenuhi standar keberlanjutan industri kelapa sawit.
Materi pelatihan dibagi ke dalam tiga fokus utama, yakni pelatihan budidaya kelapa sawit, teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit, serta implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Melalui ketiga materi tersebut, peserta dibekali pemahaman mulai dari teknik budidaya yang baik, penerapan standar keberlanjutan, hingga pemanfaatan teknologi pemetaan untuk mendukung pengelolaan kebun yang lebih efisien dan presisi.
Untuk memastikan materi terserap secara optimal, PT Titian Karsa Mandiri menghadirkan akademisi dan praktisi berpengalaman sebagai narasumber. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi petani sawit di lapangan.
Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan melalui simulasi dan observasi langsung di area perkebunan. Metode ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh di kebun masing-masing.
Suasana pelatihan dikemas secara interaktif sehingga menjadi ruang diskusi sekaligus berbagi pengalaman antarpetani sawit. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Melalui Program SDM Perkebunan 2026, PT Titian Karsa Mandiri menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas SDM sektor perkebunan di Indonesia.
Penguatan kompetensi petani dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas nasional, memperluas penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar global.
Sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia, peningkatan kapasitas petani sawit diharapkan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekebun, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
Program ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan BPDP dan Ditjenbun dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan melalui pelatihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan di lapangan. PT Titian Karsa Mandiri juga menegaskan akan terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan agribisnis nasional. (Lid)
KALBARONLINE.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI terus memperkuat kompetensi pekebun kelapa sawit melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026.
Program yang dilaksanakan PT Titian Karsa Mandiri (TKM) itu berlangsung pada 5–11 Juli 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada, Pontianak, dengan melibatkan 180 peserta dari Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Bengkayang.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius I.K., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, Yulianus, serta Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau, Ifan Murpatria, yang mewakili Kepala DKP3 Kabupaten Sekadau.
Dalam sambutannya, Ignasius menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pekebun merupakan investasi penting bagi masa depan sektor perkebunan.
Menurutnya, pelatihan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendorong kemajuan industri perkebunan yang berkelanjutan.
"Pelatihan ini menjadi wujud nyata dukungan dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ignasius.
Sebanyak 180 peserta yang terdiri dari petani kelapa sawit swadaya dan para pemangku kepentingan sektor perkebunan mengikuti pelatihan tersebut.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM perkebunan agar mampu menerapkan tata kelola kebun yang baik, meningkatkan produktivitas, serta memenuhi standar keberlanjutan industri kelapa sawit.
Materi pelatihan dibagi ke dalam tiga fokus utama, yakni pelatihan budidaya kelapa sawit, teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit, serta implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Melalui ketiga materi tersebut, peserta dibekali pemahaman mulai dari teknik budidaya yang baik, penerapan standar keberlanjutan, hingga pemanfaatan teknologi pemetaan untuk mendukung pengelolaan kebun yang lebih efisien dan presisi.
Untuk memastikan materi terserap secara optimal, PT Titian Karsa Mandiri menghadirkan akademisi dan praktisi berpengalaman sebagai narasumber. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi petani sawit di lapangan.
Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan melalui simulasi dan observasi langsung di area perkebunan. Metode ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh di kebun masing-masing.
Suasana pelatihan dikemas secara interaktif sehingga menjadi ruang diskusi sekaligus berbagi pengalaman antarpetani sawit. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Melalui Program SDM Perkebunan 2026, PT Titian Karsa Mandiri menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas SDM sektor perkebunan di Indonesia.
Penguatan kompetensi petani dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas nasional, memperluas penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar global.
Sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia, peningkatan kapasitas petani sawit diharapkan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekebun, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
Program ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan BPDP dan Ditjenbun dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan melalui pelatihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan di lapangan. PT Titian Karsa Mandiri juga menegaskan akan terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan agribisnis nasional. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini