Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 21 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Harga sejumlah sayuran di Pasar Flamboyan Pontianak, Kalimantan Barat, melonjak di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap pasokan bahan pangan. Kondisi tersebut membuat pedagang dan pembeli harus menghadapi kenaikan harga berbagai kebutuhan sayur-mayur.
Salah satu pedagang, Maryanto, mengatakan kenaikan paling terasa pada sejumlah jenis sayuran. Harga kangkung yang biasanya relatif murah kini mencapai sekitar Rp40 ribu per kilogram.
“Semua harga bahan pokok melonjak naik sampai para pembeli itu mengeluh. Harganya ada yang tidak terjangkau oleh masyarakat kecil yang ingin biasa makan sayur,” kata Maryanto saat ditemui, Senin (21/9/2026).
Selain kangkung, harga sawi kini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Kacang panjang bahkan mencapai Rp55 ribu per kilogram, dari harga normal yang biasanya hanya sekitar Rp8 ribu hingga Rp15 ribu.
Harga tauge juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Komoditas tersebut yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram kini bisa mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu.
“Semua sayur melonjak, timun juga naik. Kacang panjang Rp55 ribu, padahal sebelumnya tidak pernah sampai harga segitu,” ujarnya.
Menurut Maryanto, kenaikan harga turut dipengaruhi kondisi cuaca dan sulitnya mendapatkan pasokan sayuran dari daerah sekitar Pontianak.
Kemarau yang berlangsung sekitar dua bulan membuat ketersediaan air menjadi kendala bagi petani. Kondisi air yang disebut asin juga membuat tanaman sayuran sulit tumbuh dan berkembang.
“Sejak dua bulan ini, sejak kemarau juga pengaruh air dan asap. Jadi sayur itu susah tumbuh, susah berkembang. Kadang bunganya jatuh, tidak bisa tumbuh,” katanya.
Untuk sejumlah komoditas, pedagang terbantu dengan pasokan dari Pulau Jawa. Wortel dan kentang, misalnya, disebut relatif stabil karena sebagian besar didatangkan dari Jawa.
“Kalau wortel dan kentang harganya stabil karena datang dari Jawa. Kalau di Pontianak ini rata-rata barangnya naik semua,” kata Maryanto.
Sementara itu, harga timun yang sebelumnya sempat mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram kini mulai turun setelah pasokan dari Jawa masuk. Harganya berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
Namun, pasokan dari Jawa belum datang setiap hari. Menurut Maryanto, barang biasanya tiba setiap tiga sampai empat hari sekali.
Selain sayuran, harga cabai juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp65 ribu per kilogram, kini harganya bisa mencapai Rp120 ribu per kilogram.
Maryanto berharap pemerintah memperhatikan kelancaran pasokan bahan pangan dari luar daerah agar ketersediaan komoditas tetap terjaga dan harga di pasar dapat lebih terkendali.
“Harapan pedagang, kalau bisa diperhatikan barang-barang yang datang dari luar. Jadi ada pengaturannya, harganya stabil. Itu harapan pedagang,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Harga sejumlah sayuran di Pasar Flamboyan Pontianak, Kalimantan Barat, melonjak di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap pasokan bahan pangan. Kondisi tersebut membuat pedagang dan pembeli harus menghadapi kenaikan harga berbagai kebutuhan sayur-mayur.
Salah satu pedagang, Maryanto, mengatakan kenaikan paling terasa pada sejumlah jenis sayuran. Harga kangkung yang biasanya relatif murah kini mencapai sekitar Rp40 ribu per kilogram.
“Semua harga bahan pokok melonjak naik sampai para pembeli itu mengeluh. Harganya ada yang tidak terjangkau oleh masyarakat kecil yang ingin biasa makan sayur,” kata Maryanto saat ditemui, Senin (21/9/2026).
Selain kangkung, harga sawi kini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Kacang panjang bahkan mencapai Rp55 ribu per kilogram, dari harga normal yang biasanya hanya sekitar Rp8 ribu hingga Rp15 ribu.
Harga tauge juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Komoditas tersebut yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram kini bisa mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu.
“Semua sayur melonjak, timun juga naik. Kacang panjang Rp55 ribu, padahal sebelumnya tidak pernah sampai harga segitu,” ujarnya.
Menurut Maryanto, kenaikan harga turut dipengaruhi kondisi cuaca dan sulitnya mendapatkan pasokan sayuran dari daerah sekitar Pontianak.
Kemarau yang berlangsung sekitar dua bulan membuat ketersediaan air menjadi kendala bagi petani. Kondisi air yang disebut asin juga membuat tanaman sayuran sulit tumbuh dan berkembang.
“Sejak dua bulan ini, sejak kemarau juga pengaruh air dan asap. Jadi sayur itu susah tumbuh, susah berkembang. Kadang bunganya jatuh, tidak bisa tumbuh,” katanya.
Untuk sejumlah komoditas, pedagang terbantu dengan pasokan dari Pulau Jawa. Wortel dan kentang, misalnya, disebut relatif stabil karena sebagian besar didatangkan dari Jawa.
“Kalau wortel dan kentang harganya stabil karena datang dari Jawa. Kalau di Pontianak ini rata-rata barangnya naik semua,” kata Maryanto.
Sementara itu, harga timun yang sebelumnya sempat mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram kini mulai turun setelah pasokan dari Jawa masuk. Harganya berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
Namun, pasokan dari Jawa belum datang setiap hari. Menurut Maryanto, barang biasanya tiba setiap tiga sampai empat hari sekali.
Selain sayuran, harga cabai juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp65 ribu per kilogram, kini harganya bisa mencapai Rp120 ribu per kilogram.
Maryanto berharap pemerintah memperhatikan kelancaran pasokan bahan pangan dari luar daerah agar ketersediaan komoditas tetap terjaga dan harga di pasar dapat lebih terkendali.
“Harapan pedagang, kalau bisa diperhatikan barang-barang yang datang dari luar. Jadi ada pengaturannya, harganya stabil. Itu harapan pedagang,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini