Pontianak    

Warga Pontianak Mulai Berhemat Belanja di Pasar Imbas Harga Sayur Melonjak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 21 September 2026
Warga Pontianak Mulai Berhemat Belanja di Pasar Imbas Harga Sayur Melonjak
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi di tengah kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat Kota Pontianak. Kondisi tersebut membuat warga mengurangi jumlah belanja dan lebih ketat mengatur pengeluaran.

Salah satu pembeli di Pasar Flamboyan, Yanti, mengatakan hampir semua kebutuhan mengalami kenaikan, mulai dari sayuran hingga bahan untuk membuat kue.

“Iya, sembako itu naik semua. Jadi, kita harus menyesuaikan. Kita kurangi porsi. Kita harus pandai-pandai mengatur bagaimana caranya supaya cukup,” kata Yanti saat ditemui di Pasar Flamboyan, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, kenaikan harga cukup mengejutkan karena sejumlah komoditas yang biasanya dibeli dengan harga normal kini mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Biasanya harga normal, tahu-tahu bisa melonjak naik semuanya. Dari bahan untuk kue sampai sayuran. Jadi, untuk rakyat kecil ini harus pandai-pandai mengatur keuangan dan belanja,” ujarnya.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi menurut Yanti adalah kacang panjang. Harga yang sebelumnya sekitar Rp20 ribu kini mencapai Rp40 ribu.

“Misalnya kacang panjang, biasanya Rp20 ribu, sekarang Rp40 ribu. Kaget juga,” katanya.

Kenaikan harga tersebut membuat Yanti mengurangi jumlah belanja. Ia kini memilih membeli sayuran sedikit-sedikit, sekitar Rp5 ribu untuk satu kantong kecil.

“Rp5 ribu saja, sedikit-sedikit. Rp5 ribu cukup untuk satu kantong kecil,” tuturnya.

Yanti yang juga berjualan dari rumah mengatakan kenaikan harga turut menambah modal yang harus dikeluarkan. Jika sebelumnya uang Rp200 ribu sudah cukup untuk membeli kebutuhan makan sekaligus bahan dagangan, kini ia harus menambah sekitar Rp100 ribu.

“Biasanya Rp200 ribu sudah cukup, sekarang harus tambah lagi Rp100 ribu. Jadi, beban pengeluaran bertambah,” ucapnya.

Tak hanya harga pangan, Yanti juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Ia mengatakan warga harus mengantre sejak pagi untuk memperoleh air bersih.

“Semuanya naik, dari sayur, bahan kue, semuanya naik. Apalagi air bersih ini kurang. Pagi-pagi sudah antre air bersih. Pokoknya rakyat kecil yang merasakan semuanya,” katanya.

Yanti berharap pemerintah dapat menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak semakin tinggi dan tetap terjangkau masyarakat.

“Untuk pemerintah, kita sebagai rakyat bawah ini mengikuti saja. Tapi jangan sampai berlipat-lipat mahalnya. Kalau bisa, sebagai warga, maunya harga normal,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Polres Mempawah Olah TKP Lahan yang Diduga Dibakar Oknum DPRD Mempawah
Monday, 21 September 2026
Artikel Sebelumnya
Kabut Asap Tebal dan Medan Berbukit Hambat Water Bombing Karhutla di Bukit Peramas
Monday, 21 September 2026

Berita terkait