Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 21 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, khususnya wilayah Bukit Peramas, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, masih menghadapi kendala. Helikopter water bombing belum dapat diterjunkan ke titik api karena jarak pandang terbatas akibat kepungan kabut asap tebal.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengungkapkan kendala tersebut saat meninjau titik api di Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9/2026). Ia menjelaskan, ketebalan kabut asap membahayakan keselamatan penerbangan, terlebih lokasi kebakaran berada di kawasan berbukit.
Saat ini, Provinsi Kalimantan Barat menyiagakan dua unit helikopter water bombing dari sebelumnya tiga unit. Satu unit dialihkan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Bromo.
“Yang pertama water bombing, nah kita ini ada tadinya tiga water bombing ya, yang satu kebetulan membantu di Bromo, kebakaran di Bromo, jadi kita tinggal dua,” kata Ria Norsan.
Satu unit helikopter ditempatkan di Ketapang untuk mengover wilayah Ketapang dan Kayong Utara. Sementara satu unit lainnya disiagakan di Pontianak untuk bergerak dinamis ke daerah yang membutuhkan penanganan darurat.
“Yang satu kita standby-kan di Ketapang, yang satu ada di Pontianak, yang untuk manuver di mana-mana gitu, misalnya di Sintang atau di Kapuas Hulu,” ujarnya.
Namun, armada yang disiagakan di Ketapang belum dapat bekerja optimal dalam beberapa hari terakhir. Kombinasi kabut asap pekat dan kontur wilayah yang berbukit di Bukit Peramas membuat pilot tidak berani mengambil risiko untuk melakukan manuver penyiraman dari udara.
Norsan menjelaskan, tingkat kesulitan berbeda jika kebakaran terjadi di wilayah dengan kontur datar. Dalam kondisi tersebut, helikopter dinilai masih memiliki ruang gerak yang lebih aman meskipun jarak pandang terbatas.
“Kabutnya terlalu tebal, apalagi yang akan dipadamkan di Bukit Pramas, sehingga untuk manuvernya itu agak terganggu dengan bukit tadi. Kalau tadi daerah datar mungkin dia masih bisa berani,” katanya.
Atas pertimbangan keselamatan penerbangan, operasi water bombing di Bukit Peramas dihentikan sementara. Misi pemadaman dari udara akan dilanjutkan setelah jarak pandang membaik dan kondisi cuaca memungkinkan helikopter beroperasi dengan aman.
“Sehingga dia beberapa hari ini mungkin dia tidak operasional dulu, nanti mungkin kalau jarak pandang sudah agak sedikit bagus, dia akan operasional lagi, ini water bombing kita,” pungkasnya. (Sans)
KALBARONLINE.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, khususnya wilayah Bukit Peramas, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, masih menghadapi kendala. Helikopter water bombing belum dapat diterjunkan ke titik api karena jarak pandang terbatas akibat kepungan kabut asap tebal.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengungkapkan kendala tersebut saat meninjau titik api di Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9/2026). Ia menjelaskan, ketebalan kabut asap membahayakan keselamatan penerbangan, terlebih lokasi kebakaran berada di kawasan berbukit.
Saat ini, Provinsi Kalimantan Barat menyiagakan dua unit helikopter water bombing dari sebelumnya tiga unit. Satu unit dialihkan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Bromo.
“Yang pertama water bombing, nah kita ini ada tadinya tiga water bombing ya, yang satu kebetulan membantu di Bromo, kebakaran di Bromo, jadi kita tinggal dua,” kata Ria Norsan.
Satu unit helikopter ditempatkan di Ketapang untuk mengover wilayah Ketapang dan Kayong Utara. Sementara satu unit lainnya disiagakan di Pontianak untuk bergerak dinamis ke daerah yang membutuhkan penanganan darurat.
“Yang satu kita standby-kan di Ketapang, yang satu ada di Pontianak, yang untuk manuver di mana-mana gitu, misalnya di Sintang atau di Kapuas Hulu,” ujarnya.
Namun, armada yang disiagakan di Ketapang belum dapat bekerja optimal dalam beberapa hari terakhir. Kombinasi kabut asap pekat dan kontur wilayah yang berbukit di Bukit Peramas membuat pilot tidak berani mengambil risiko untuk melakukan manuver penyiraman dari udara.
Norsan menjelaskan, tingkat kesulitan berbeda jika kebakaran terjadi di wilayah dengan kontur datar. Dalam kondisi tersebut, helikopter dinilai masih memiliki ruang gerak yang lebih aman meskipun jarak pandang terbatas.
“Kabutnya terlalu tebal, apalagi yang akan dipadamkan di Bukit Pramas, sehingga untuk manuvernya itu agak terganggu dengan bukit tadi. Kalau tadi daerah datar mungkin dia masih bisa berani,” katanya.
Atas pertimbangan keselamatan penerbangan, operasi water bombing di Bukit Peramas dihentikan sementara. Misi pemadaman dari udara akan dilanjutkan setelah jarak pandang membaik dan kondisi cuaca memungkinkan helikopter beroperasi dengan aman.
“Sehingga dia beberapa hari ini mungkin dia tidak operasional dulu, nanti mungkin kalau jarak pandang sudah agak sedikit bagus, dia akan operasional lagi, ini water bombing kita,” pungkasnya. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini