Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 07 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di tengah musim kemarau.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk pengerahan helikopter water bombing, untuk mempercepat proses pemadaman.
Permintaan tersebut disampaikan Alexander Wilyo saat menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Kamis (6/8/2026) petang.
Alexander mengungkapkan, Kabupaten Ketapang saat ini mengalami musim kemarau terpanjang di Kalimantan Barat. Selama 38 hari terakhir tidak terjadi hujan sehingga kondisi lahan, khususnya lahan gambut, menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
"Ketapang menjadi daerah dengan periode kemarau terlama di Kalimantan Barat. Sudah 38 hari tidak turun hujan sehingga kondisi lahan sangat kering. Apalagi kebakaran banyak terjadi di lahan gambut yang jauh lebih sulit ditangani," ujar Alexander Wilyo.
Ia menjelaskan, proses pemadaman di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Selain sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran, akses menuju titik api juga cukup sulit karena minimnya jalan, ditambah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki tim pemadam.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengusulkan sejumlah dukungan kepada BNPB guna memperkuat penanganan karhutla.
Usulan tersebut meliputi penambahan peralatan pemadam kebakaran, mobil tangki air, pembangunan sumur bor di kawasan rawan karhutla, pengerahan helikopter water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan.
"Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan agar penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang bisa dilakukan lebih cepat dan lebih efektif, mengingat potensi kebakaran masih tinggi selama musim kemarau," katanya.
Alexander juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta bergotong royong dalam upaya penanggulangan karhutla demi keselamatan kita bersama," pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di tengah musim kemarau.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk pengerahan helikopter water bombing, untuk mempercepat proses pemadaman.
Permintaan tersebut disampaikan Alexander Wilyo saat menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Kamis (6/8/2026) petang.
Alexander mengungkapkan, Kabupaten Ketapang saat ini mengalami musim kemarau terpanjang di Kalimantan Barat. Selama 38 hari terakhir tidak terjadi hujan sehingga kondisi lahan, khususnya lahan gambut, menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
"Ketapang menjadi daerah dengan periode kemarau terlama di Kalimantan Barat. Sudah 38 hari tidak turun hujan sehingga kondisi lahan sangat kering. Apalagi kebakaran banyak terjadi di lahan gambut yang jauh lebih sulit ditangani," ujar Alexander Wilyo.
Ia menjelaskan, proses pemadaman di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Selain sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran, akses menuju titik api juga cukup sulit karena minimnya jalan, ditambah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki tim pemadam.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengusulkan sejumlah dukungan kepada BNPB guna memperkuat penanganan karhutla.
Usulan tersebut meliputi penambahan peralatan pemadam kebakaran, mobil tangki air, pembangunan sumur bor di kawasan rawan karhutla, pengerahan helikopter water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan.
"Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan agar penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang bisa dilakukan lebih cepat dan lebih efektif, mengingat potensi kebakaran masih tinggi selama musim kemarau," katanya.
Alexander juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta bergotong royong dalam upaya penanggulangan karhutla demi keselamatan kita bersama," pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini