Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 21 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ketapang. Kali ini, api membakar sekitar 10 hektare kawasan High Conservation Value (HCV) seluas 1.323 hektare milik PT KALE, anak perusahaan First Resources Group, di Dusun 2, Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Sabtu (19/9/2026).
Kondisi cuaca panas, angin kencang, serta minimnya sumber air membuat proses pemadaman berlangsung cukup berat.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama turun langsung memimpin penanganan kebakaran bersama personel TNI, Polri, BKO Brimob Polda Bali, serta tim pemadam kebakaran perusahaan.
“Begitu menerima informasi kebakaran, kami langsung bergerak bersama TNI, personel BKO Brimob Polda Bali, Polsek Matan Hilir Utara dan tim pemadam perusahaan untuk melakukan penanganan di titik-titik api,” kata Putra Pratama.
Pemadaman dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah personel dan peralatan dikerahkan untuk mencegah api meluas, di antaranya satu unit mobil Damkar PT KALE, dua mobil tangki PT KALE, satu unit mobil Damkar TNI, dua mesin Damkar Polsek Matan Hilir Utara, 40 gulung selang, dan lima nosel.
Personel yang terlibat terdiri dari Kabag Ops Polres Ketapang, Kapolsek Matan Hilir Utara bersama enam personel, Danramil Matan Hilir Utara bersama personel Yon TP, tiga personel BKO Brimob Polda Bali, serta tim Damkar PT KALE.
Kapolres menegaskan, penanganan tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dijinakkan. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Kami tidak hanya mengejar padamnya api. Setelah api berhasil dipadamkan, personel tetap melakukan pendinginan dan pengecekan ulang terhadap setiap titik yang berpotensi menyimpan bara. Jangan sampai api kembali muncul dan meluas,” tegasnya.
Berdasarkan pengecekan di lokasi, vegetasi yang terbakar meliputi pohon paku, dedaunan, dan pepohonan. Kondisi lahan terdiri dari tanah mineral dengan lapisan gambut tipis.
Dari hasil penanganan sementara, sumber api diduga berasal dari area yang sebelumnya telah terbakar. Api kemudian kembali membesar akibat tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering.
Polsek Matan Hilir Utara bersama tim pemadam perusahaan masih melakukan groundcheck, pemadaman, dan pendinginan untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar aman.
“Kami mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah. Dalam kondisi panas, kering dan angin kencang seperti sekarang, api kecil dapat dengan cepat menjadi kebakaran besar. Karena itu, setiap titik api harus segera ditangani dan dipastikan benar-benar aman,” pungkas Putra Pratama. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ketapang. Kali ini, api membakar sekitar 10 hektare kawasan High Conservation Value (HCV) seluas 1.323 hektare milik PT KALE, anak perusahaan First Resources Group, di Dusun 2, Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Sabtu (19/9/2026).
Kondisi cuaca panas, angin kencang, serta minimnya sumber air membuat proses pemadaman berlangsung cukup berat.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama turun langsung memimpin penanganan kebakaran bersama personel TNI, Polri, BKO Brimob Polda Bali, serta tim pemadam kebakaran perusahaan.
“Begitu menerima informasi kebakaran, kami langsung bergerak bersama TNI, personel BKO Brimob Polda Bali, Polsek Matan Hilir Utara dan tim pemadam perusahaan untuk melakukan penanganan di titik-titik api,” kata Putra Pratama.
Pemadaman dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah personel dan peralatan dikerahkan untuk mencegah api meluas, di antaranya satu unit mobil Damkar PT KALE, dua mobil tangki PT KALE, satu unit mobil Damkar TNI, dua mesin Damkar Polsek Matan Hilir Utara, 40 gulung selang, dan lima nosel.
Personel yang terlibat terdiri dari Kabag Ops Polres Ketapang, Kapolsek Matan Hilir Utara bersama enam personel, Danramil Matan Hilir Utara bersama personel Yon TP, tiga personel BKO Brimob Polda Bali, serta tim Damkar PT KALE.
Kapolres menegaskan, penanganan tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dijinakkan. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Kami tidak hanya mengejar padamnya api. Setelah api berhasil dipadamkan, personel tetap melakukan pendinginan dan pengecekan ulang terhadap setiap titik yang berpotensi menyimpan bara. Jangan sampai api kembali muncul dan meluas,” tegasnya.
Berdasarkan pengecekan di lokasi, vegetasi yang terbakar meliputi pohon paku, dedaunan, dan pepohonan. Kondisi lahan terdiri dari tanah mineral dengan lapisan gambut tipis.
Dari hasil penanganan sementara, sumber api diduga berasal dari area yang sebelumnya telah terbakar. Api kemudian kembali membesar akibat tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering.
Polsek Matan Hilir Utara bersama tim pemadam perusahaan masih melakukan groundcheck, pemadaman, dan pendinginan untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar aman.
“Kami mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah. Dalam kondisi panas, kering dan angin kencang seperti sekarang, api kecil dapat dengan cepat menjadi kebakaran besar. Karena itu, setiap titik api harus segera ditangani dan dipastikan benar-benar aman,” pungkas Putra Pratama. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini