Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 22 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat memanfaatkan air waduk di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Patria Jaya, Kabupaten Kubu Raya, sebagai sumber air alternatif untuk membantu mengatasi krisis air bersih.
Kepala Markas PMI Provinsi Kalbar, Veri Budiman, mengatakan langkah tersebut merupakan inovasi PMI untuk mencari sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Menurut Veri, PMI tidak bisa terus mengandalkan sumber air pegunungan karena debitnya dapat berkurang atau bahkan tidak mengalir.
“Hari ini kami mencoba mencari sumber air terbarukan. Jadi, kami tidak bisa berharap banyak dari sumber air pegunungan. Kalau habis atau tidak mengalir, kita mau ke mana?” ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Air waduk tersebut kemudian diolah menggunakan water treatment plant yang dirakit sendiri oleh PMI. Air hasil pengolahan itu diberi nama Air Penawar 81, sebagai penanda usia PMI yang kini memasuki 81 tahun.
Veri menyebut hasil pengolahan menunjukkan pH air berada di sekitar angka 7. Sementara tingkat kekeruhan (turbidity) juga berada pada angka yang rendah.
Untuk salinitas, Veri mengatakan kandungan zat terlarut dalam air harus berada di bawah angka 500 agar memenuhi standar yang digunakan pihaknya. Sementara angka di bawah 300 dinilai sangat baik.
Meski telah melalui proses pengolahan, Veri mengingatkan air tersebut tetap perlu dimasak sebelum dikonsumsi.
“Air ini seharusnya dimasak terlebih dahulu. Syaratnya memang dimasak dulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
PMI menyebut pemanfaatan air waduk ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Veri mengatakan pemeriksaan kelayakan air telah dilakukan dari sisi fisik, kimia, dan biologi.
Namun, pengujian kimia secara khusus belum dilakukan. Menurut Veri, PMI menilai sumber air tersebut hanya berupa tampungan dan tidak berada di kawasan industri.
Dari sisi kapasitas produksi, mesin yang digunakan PMI mampu menghasilkan sekitar 4.000 liter air per jam. Untuk saat ini, PMI menargetkan produksi sekitar 32 ribu liter per hari dengan waktu operasional maksimal delapan jam.
“Hari ini kami sudah siap 30 ribu liter,” ujarnya.
PMI juga telah menyiapkan tempat penampungan dengan kapasitas hingga 50 ribu liter. Namun, kapasitas produksi masih terbatas karena menyesuaikan kemampuan peralatan yang tersedia.
Veri mengatakan alat tersebut dirakit sendiri oleh PMI karena keterbatasan anggaran. PMI pun membuka peluang kerja sama dengan lembaga maupun perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk menambah peralatan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi air bersih.
“Kalau memang ada lembaga atau CSR perusahaan yang siap membantu kami berkolaborasi, kami sangat siap menerima dan bekerja sama,” pungkasnya.
Sebelumnya, PMI telah melakukan distribusi air bersih yang bersumber dari air pegunungan. Total distribusi telah mencapai 1.400.000 liter yang disalurkan ke sejumlah wilayah, yakni Kota Pontianak, Kubu Raya, Melawi, Mempawah, Ketapang, Sanggau, dan Landak. (Lid)
KALBARONLINE.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat memanfaatkan air waduk di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Patria Jaya, Kabupaten Kubu Raya, sebagai sumber air alternatif untuk membantu mengatasi krisis air bersih.
Kepala Markas PMI Provinsi Kalbar, Veri Budiman, mengatakan langkah tersebut merupakan inovasi PMI untuk mencari sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Menurut Veri, PMI tidak bisa terus mengandalkan sumber air pegunungan karena debitnya dapat berkurang atau bahkan tidak mengalir.
“Hari ini kami mencoba mencari sumber air terbarukan. Jadi, kami tidak bisa berharap banyak dari sumber air pegunungan. Kalau habis atau tidak mengalir, kita mau ke mana?” ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Air waduk tersebut kemudian diolah menggunakan water treatment plant yang dirakit sendiri oleh PMI. Air hasil pengolahan itu diberi nama Air Penawar 81, sebagai penanda usia PMI yang kini memasuki 81 tahun.
Veri menyebut hasil pengolahan menunjukkan pH air berada di sekitar angka 7. Sementara tingkat kekeruhan (turbidity) juga berada pada angka yang rendah.
Untuk salinitas, Veri mengatakan kandungan zat terlarut dalam air harus berada di bawah angka 500 agar memenuhi standar yang digunakan pihaknya. Sementara angka di bawah 300 dinilai sangat baik.
Meski telah melalui proses pengolahan, Veri mengingatkan air tersebut tetap perlu dimasak sebelum dikonsumsi.
“Air ini seharusnya dimasak terlebih dahulu. Syaratnya memang dimasak dulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
PMI menyebut pemanfaatan air waduk ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Veri mengatakan pemeriksaan kelayakan air telah dilakukan dari sisi fisik, kimia, dan biologi.
Namun, pengujian kimia secara khusus belum dilakukan. Menurut Veri, PMI menilai sumber air tersebut hanya berupa tampungan dan tidak berada di kawasan industri.
Dari sisi kapasitas produksi, mesin yang digunakan PMI mampu menghasilkan sekitar 4.000 liter air per jam. Untuk saat ini, PMI menargetkan produksi sekitar 32 ribu liter per hari dengan waktu operasional maksimal delapan jam.
“Hari ini kami sudah siap 30 ribu liter,” ujarnya.
PMI juga telah menyiapkan tempat penampungan dengan kapasitas hingga 50 ribu liter. Namun, kapasitas produksi masih terbatas karena menyesuaikan kemampuan peralatan yang tersedia.
Veri mengatakan alat tersebut dirakit sendiri oleh PMI karena keterbatasan anggaran. PMI pun membuka peluang kerja sama dengan lembaga maupun perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk menambah peralatan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi air bersih.
“Kalau memang ada lembaga atau CSR perusahaan yang siap membantu kami berkolaborasi, kami sangat siap menerima dan bekerja sama,” pungkasnya.
Sebelumnya, PMI telah melakukan distribusi air bersih yang bersumber dari air pegunungan. Total distribusi telah mencapai 1.400.000 liter yang disalurkan ke sejumlah wilayah, yakni Kota Pontianak, Kubu Raya, Melawi, Mempawah, Ketapang, Sanggau, dan Landak. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini