Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 19 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Anggota DPRD Kota Pontianak, Samsuddin, mengusulkan pembangunan waduk di setiap kecamatan sebagai langkah mengantisipasi krisis air yang berpotensi kembali terjadi saat musim kemarau tahun depan.
Menurut Samsuddin, penambahan waduk diperlukan untuk menjaga ketersediaan air baku, terutama ketika kemarau menyebabkan pasokan air bersih terganggu.
“Waduk itu sebenarnya kemarin ada satu, cuman kalau satu ini umpamanya ditambah lagi, itu bisa menjadi persiapan apabila terjadi kemarau lagi,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, pada 2026, fenomena El Niño yang terjadi bersamaan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut memperburuk kondisi ketersediaan air. Situasi tersebut menyebabkan air semakin sulit diperoleh, sementara masuknya air laut ke sungai membuat air baku yang digunakan PDAM terasa asin.
Samsuddin menilai, pembangunan waduk tambahan dapat menjadi salah satu langkah antisipasi apabila kondisi serupa kembali terjadi pada musim kemarau mendatang.
“Kalau nanti kondisi sudah normal dan kita memiliki waduk pertama serta kedua, itu bisa menjadi langkah antisipasi,” katanya.
Namun, ia menekankan agar pembangunan waduk tidak hanya terpusat di satu wilayah. Menurutnya, setiap kecamatan perlu memiliki waduk agar ketersediaan dan distribusi air dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
“Namun, yang perlu digarisbawahi, idealnya waduk dibangun di masing-masing kecamatan. Jangan sampai air hanya ditampung di wilayah barat, sementara masyarakat di wilayah utara kesulitan mendapatkan pasokan,” katanya.
Ia berharap, keberadaan waduk di setiap zona, mulai dari utara, selatan, timur hingga barat Kota Pontianak, dapat mempermudah penyaluran air kepada masyarakat ketika terjadi krisis air.
“Kalau waduk tersedia di setiap zona, misalnya di utara, selatan, timur, dan barat, penyaluran air kepada masyarakat akan lebih mudah ketika dibutuhkan,” tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Anggota DPRD Kota Pontianak, Samsuddin, mengusulkan pembangunan waduk di setiap kecamatan sebagai langkah mengantisipasi krisis air yang berpotensi kembali terjadi saat musim kemarau tahun depan.
Menurut Samsuddin, penambahan waduk diperlukan untuk menjaga ketersediaan air baku, terutama ketika kemarau menyebabkan pasokan air bersih terganggu.
“Waduk itu sebenarnya kemarin ada satu, cuman kalau satu ini umpamanya ditambah lagi, itu bisa menjadi persiapan apabila terjadi kemarau lagi,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, pada 2026, fenomena El Niño yang terjadi bersamaan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut memperburuk kondisi ketersediaan air. Situasi tersebut menyebabkan air semakin sulit diperoleh, sementara masuknya air laut ke sungai membuat air baku yang digunakan PDAM terasa asin.
Samsuddin menilai, pembangunan waduk tambahan dapat menjadi salah satu langkah antisipasi apabila kondisi serupa kembali terjadi pada musim kemarau mendatang.
“Kalau nanti kondisi sudah normal dan kita memiliki waduk pertama serta kedua, itu bisa menjadi langkah antisipasi,” katanya.
Namun, ia menekankan agar pembangunan waduk tidak hanya terpusat di satu wilayah. Menurutnya, setiap kecamatan perlu memiliki waduk agar ketersediaan dan distribusi air dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
“Namun, yang perlu digarisbawahi, idealnya waduk dibangun di masing-masing kecamatan. Jangan sampai air hanya ditampung di wilayah barat, sementara masyarakat di wilayah utara kesulitan mendapatkan pasokan,” katanya.
Ia berharap, keberadaan waduk di setiap zona, mulai dari utara, selatan, timur hingga barat Kota Pontianak, dapat mempermudah penyaluran air kepada masyarakat ketika terjadi krisis air.
“Kalau waduk tersedia di setiap zona, misalnya di utara, selatan, timur, dan barat, penyaluran air kepada masyarakat akan lebih mudah ketika dibutuhkan,” tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini