Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 30 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai mengantisipasi potensi genangan setelah berakhirnya musim kemarau panjang. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan perhatian kini mulai diarahkan pada pembersihan drainase dan saluran air sebagai persiapan menghadapi peningkatan curah hujan.
Menurutnya, perubahan kondisi cuaca perlu direspons sejak awal agar persoalan genangan tidak muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi.
“Setelah kemarau ini, yang kita khawatirkan berikutnya genangan. Karena itu, saluran-saluran harus mulai kita persiapkan,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Bahasan mengatakan perangkat daerah terkait telah diminta menggerakkan kegiatan pembersihan saluran dan gotong royong di tingkat kecamatan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Prioritas diberikan pada saluran yang tersumbat, mengalami penyempitan, atau tidak terkoneksi dengan baik sehingga berpotensi menghambat aliran air.
“Kalau ada selokan atau saluran sekunder yang tidak terkoneksi, tolong diinformasikan. Kalau masih bisa diselesaikan dengan gotong royong, kita kerjakan bersama. Kalau butuh penanganan dinas teknis, laporkan kepada kami,” katanya.
Ia menilai partisipasi masyarakat sangat diperlukan karena pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh titik persoalan tanpa informasi langsung dari warga. Karena itu, RT, RW, perangkat kelurahan dan kecamatan diharapkan aktif menyampaikan kondisi drainase di wilayah masing-masing.
“Berikan informasi kepada kami. Kalau memang membutuhkan penanganan teknis, insyaallah pemerintah hadir,” ujarnya.
Bahasan menambahkan, pembangunan jalan lingkungan juga harus diiringi dengan penataan drainase yang memadai. Menurutnya, perbaikan jalan tanpa memperhatikan saluran air justru berpotensi menimbulkan persoalan baru ketika curah hujan meningkat.
Ia juga mendorong masyarakat menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah ke parit maupun drainase. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air.
“Kalau bisa diselesaikan bersama melalui gotong royong, tentu itu lebih cepat. Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama bergerak,” katanya.
Bahasan berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat mengurangi titik-titik genangan sekaligus mendukung penataan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan asri menjelang musim hujan. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai mengantisipasi potensi genangan setelah berakhirnya musim kemarau panjang. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan perhatian kini mulai diarahkan pada pembersihan drainase dan saluran air sebagai persiapan menghadapi peningkatan curah hujan.
Menurutnya, perubahan kondisi cuaca perlu direspons sejak awal agar persoalan genangan tidak muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi.
“Setelah kemarau ini, yang kita khawatirkan berikutnya genangan. Karena itu, saluran-saluran harus mulai kita persiapkan,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Bahasan mengatakan perangkat daerah terkait telah diminta menggerakkan kegiatan pembersihan saluran dan gotong royong di tingkat kecamatan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Prioritas diberikan pada saluran yang tersumbat, mengalami penyempitan, atau tidak terkoneksi dengan baik sehingga berpotensi menghambat aliran air.
“Kalau ada selokan atau saluran sekunder yang tidak terkoneksi, tolong diinformasikan. Kalau masih bisa diselesaikan dengan gotong royong, kita kerjakan bersama. Kalau butuh penanganan dinas teknis, laporkan kepada kami,” katanya.
Ia menilai partisipasi masyarakat sangat diperlukan karena pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh titik persoalan tanpa informasi langsung dari warga. Karena itu, RT, RW, perangkat kelurahan dan kecamatan diharapkan aktif menyampaikan kondisi drainase di wilayah masing-masing.
“Berikan informasi kepada kami. Kalau memang membutuhkan penanganan teknis, insyaallah pemerintah hadir,” ujarnya.
Bahasan menambahkan, pembangunan jalan lingkungan juga harus diiringi dengan penataan drainase yang memadai. Menurutnya, perbaikan jalan tanpa memperhatikan saluran air justru berpotensi menimbulkan persoalan baru ketika curah hujan meningkat.
Ia juga mendorong masyarakat menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah ke parit maupun drainase. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air.
“Kalau bisa diselesaikan bersama melalui gotong royong, tentu itu lebih cepat. Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama bergerak,” katanya.
Bahasan berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat mengurangi titik-titik genangan sekaligus mendukung penataan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan asri menjelang musim hujan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini