Ketapang    

Bupati Ketapang Ajak Ulama Bersinergi Hadapi Kemarau Panjang dan Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 11 September 2026
Bupati Ketapang Ajak Ulama Bersinergi Hadapi Kemarau Panjang dan Karhutla
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, alim ulama, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di Kabupaten Ketapang, termasuk kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang di Aula Utama Gedung PCNU Ketapang, Kamis (10/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para alim ulama, tokoh agama, pengurus PCNU, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.

“Semoga kita semua dapat meneladani sifat-sifat keikhlasan, kebaikan serta kesederhanaan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Menurut Alexander, keberadaan alim ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membantu pemerintah menjaga ketenteraman dan menghadapi berbagai tantangan daerah.

Ia menegaskan, selama menjalankan pemerintahan di Kabupaten Ketapang, dirinya akan terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan para ulama serta tokoh agama.

“Sepanjang pemerintahan saya, akan saya pastikan tidak jauh dari para alim ulama dan tokoh-tokoh agama dalam menjaga pemerintahan, melayani masyarakat, dan menjaga Ketapang,” tegasnya.

Alexander mengatakan, sinergi tersebut semakin penting di tengah kondisi Ketapang yang sedang menghadapi kemarau panjang dan bencana karhutla.

Ia juga mengapresiasi ikhtiar para alim ulama, pengurus masjid, dan pengurus pondok pesantren yang telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk usaha bersama memohon turunnya hujan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para alim ulama, pengurus masjid, dan pengurus pondok pesantren yang telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar kita bersama,” katanya.

Selain persoalan karhutla, Alexander turut menyoroti kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Ketapang yang terdampak asap.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai langkah menjaga kesehatan.

“Kondisi pencemaran udara telah mencapai tingkat yang memerlukan perhatian serius. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk melindungi masyarakat dari dampak asap karhutla,” jelasnya.

Di hadapan jamaah, Alexander juga menyampaikan harapan agar Kabupaten Ketapang segera mendapatkan hujan sehingga kondisi kemarau dan karhutla dapat segera teratasi.

“Semoga Ketapang dilindungi dari berbagai macam bencana dan semoga segera diberikan hujan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alexander juga menyatakan dukungannya terhadap rencana kegiatan Hari Santri yang akan digelar PCNU Kabupaten Ketapang.

“Saya akan mendukung kegiatan Hari Santri yang akan diadakan PCNU Ketapang. Saya senang bisa berada di tengah-tengah para alim ulama, karena saya memahami bagaimana rekam jejak sejarah NU dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Ia menilai kontribusi Nahdlatul Ulama bersama para tokoh agama memiliki arti penting dalam menjaga serta membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Kabupaten Ketapang.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan penyajian nasi tumpeng khas peringatan Maulid Nabi yang kemudian dinikmati bersama para tamu dan jamaah.

Momen tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang, ulama, tokoh agama, pengurus PCNU, dan masyarakat. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Harga Sawit Petani Ketapang-Kayong Utara Tetap Stabil di Tengah Kemarau Panjang
Friday, 11 September 2026
Artikel Sebelumnya
Brimob dan Polres Ketapang Operasikan Teknologi RO, Bantu Warga Muliakerta Hadapi Krisis Air
Friday, 11 September 2026

Berita terkait