Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 11 September 2026 |
KALBARONLINE.com - Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, alim ulama, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di Kabupaten Ketapang, termasuk kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang di Aula Utama Gedung PCNU Ketapang, Kamis (10/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para alim ulama, tokoh agama, pengurus PCNU, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.
“Semoga kita semua dapat meneladani sifat-sifat keikhlasan, kebaikan serta kesederhanaan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Menurut Alexander, keberadaan alim ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membantu pemerintah menjaga ketenteraman dan menghadapi berbagai tantangan daerah.
Ia menegaskan, selama menjalankan pemerintahan di Kabupaten Ketapang, dirinya akan terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan para ulama serta tokoh agama.
“Sepanjang pemerintahan saya, akan saya pastikan tidak jauh dari para alim ulama dan tokoh-tokoh agama dalam menjaga pemerintahan, melayani masyarakat, dan menjaga Ketapang,” tegasnya.
Alexander mengatakan, sinergi tersebut semakin penting di tengah kondisi Ketapang yang sedang menghadapi kemarau panjang dan bencana karhutla.
Ia juga mengapresiasi ikhtiar para alim ulama, pengurus masjid, dan pengurus pondok pesantren yang telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk usaha bersama memohon turunnya hujan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para alim ulama, pengurus masjid, dan pengurus pondok pesantren yang telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar kita bersama,” katanya.
Selain persoalan karhutla, Alexander turut menyoroti kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Ketapang yang terdampak asap.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai langkah menjaga kesehatan.
“Kondisi pencemaran udara telah mencapai tingkat yang memerlukan perhatian serius. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk melindungi masyarakat dari dampak asap karhutla,” jelasnya.
Di hadapan jamaah, Alexander juga menyampaikan harapan agar Kabupaten Ketapang segera mendapatkan hujan sehingga kondisi kemarau dan karhutla dapat segera teratasi.
“Semoga Ketapang dilindungi dari berbagai macam bencana dan semoga segera diberikan hujan oleh Allah SWT,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alexander juga menyatakan dukungannya terhadap rencana kegiatan Hari Santri yang akan digelar PCNU Kabupaten Ketapang.
“Saya akan mendukung kegiatan Hari Santri yang akan diadakan PCNU Ketapang. Saya senang bisa berada di tengah-tengah para alim ulama, karena saya memahami bagaimana rekam jejak sejarah NU dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Ia menilai kontribusi Nahdlatul Ulama bersama para tokoh agama memiliki arti penting dalam menjaga serta membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Kabupaten Ketapang.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan penyajian nasi tumpeng khas peringatan Maulid Nabi yang kemudian dinikmati bersama para tamu dan jamaah.
Momen tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang, ulama, tokoh agama, pengurus PCNU, dan masyarakat. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, alim ulama, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di Kabupaten Ketapang, termasuk kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang di Aula Utama Gedung PCNU Ketapang, Kamis (10/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para alim ulama, tokoh agama, pengurus PCNU, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.
“Semoga kita semua dapat meneladani sifat-sifat keikhlasan, kebaikan serta kesederhanaan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Menurut Alexander, keberadaan alim ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membantu pemerintah menjaga ketenteraman dan menghadapi berbagai tantangan daerah.
Ia menegaskan, selama menjalankan pemerintahan di Kabupaten Ketapang, dirinya akan terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan para ulama serta tokoh agama.
“Sepanjang pemerintahan saya, akan saya pastikan tidak jauh dari para alim ulama dan tokoh-tokoh agama dalam menjaga pemerintahan, melayani masyarakat, dan menjaga Ketapang,” tegasnya.
Alexander mengatakan, sinergi tersebut semakin penting di tengah kondisi Ketapang yang sedang menghadapi kemarau panjang dan bencana karhutla.
Ia juga mengapresiasi ikhtiar para alim ulama, pengurus masjid, dan pengurus pondok pesantren yang telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk usaha bersama memohon turunnya hujan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para alim ulama, pengurus masjid, dan pengurus pondok pesantren yang telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar kita bersama,” katanya.
Selain persoalan karhutla, Alexander turut menyoroti kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Ketapang yang terdampak asap.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai langkah menjaga kesehatan.
“Kondisi pencemaran udara telah mencapai tingkat yang memerlukan perhatian serius. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk melindungi masyarakat dari dampak asap karhutla,” jelasnya.
Di hadapan jamaah, Alexander juga menyampaikan harapan agar Kabupaten Ketapang segera mendapatkan hujan sehingga kondisi kemarau dan karhutla dapat segera teratasi.
“Semoga Ketapang dilindungi dari berbagai macam bencana dan semoga segera diberikan hujan oleh Allah SWT,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alexander juga menyatakan dukungannya terhadap rencana kegiatan Hari Santri yang akan digelar PCNU Kabupaten Ketapang.
“Saya akan mendukung kegiatan Hari Santri yang akan diadakan PCNU Ketapang. Saya senang bisa berada di tengah-tengah para alim ulama, karena saya memahami bagaimana rekam jejak sejarah NU dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Ia menilai kontribusi Nahdlatul Ulama bersama para tokoh agama memiliki arti penting dalam menjaga serta membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Kabupaten Ketapang.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan penyajian nasi tumpeng khas peringatan Maulid Nabi yang kemudian dinikmati bersama para tamu dan jamaah.
Momen tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang, ulama, tokoh agama, pengurus PCNU, dan masyarakat. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini