Ketapang    

Brimob dan Polres Ketapang Operasikan Teknologi RO, Bantu Warga Muliakerta Hadapi Krisis Air

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 11 September 2026
Brimob dan Polres Ketapang Operasikan Teknologi RO, Bantu Warga Muliakerta Hadapi Krisis Air
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang terus memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau berkepanjangan. Salah satunya dilakukan di Kelurahan Muliakerta, Kecamatan Benua Kayong, Kamis (10/9/2026).

Dalam penanganan tersebut, Pemkab Ketapang mendapat dukungan dari Brimob Polda Kalimantan Barat dan Polres Ketapang melalui pengoperasian unit pengolahan air minum berteknologi Reverse Osmosis (RO).

Fasilitas tersebut diperbantukan untuk Kabupaten Ketapang dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Muliakerta.

Melalui teknologi RO, air yang tersedia di lokasi diolah menjadi air yang layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Brimob Polda Kalbar dan Polres Ketapang yang turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan.

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Brimob Polda Kalbar dan Polres Ketapang atas kepedulian, kolaborasi, dan dukungan yang diberikan melalui penyediaan sarana pengolahan air bersih ini," ujar Alexander.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga penting dalam menjaga kesehatan warga di tengah terbatasnya sumber air bersih.

Alexander berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menghadapi berbagai dampak kemarau yang masih berlangsung.

"Semoga sinergi dan kepedulian yang terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Selain menyebabkan keterbatasan air bersih, kemarau panjang juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta saling membantu menghadapi dampak kekeringan.

"Mari terus menumbuhkan semangat kebersamaan, menjaga kelestarian lingkungan, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan kerja sama seluruh elemen, kita wujudkan Kabupaten Ketapang yang tangguh, aman, dan sejahtera bagi generasi hari ini maupun masa depan," pungkasnya. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Bupati Ketapang Ajak Ulama Bersinergi Hadapi Kemarau Panjang dan Karhutla
Friday, 11 September 2026
Artikel Sebelumnya
Menteri ATR Tekankan Tradisi Dialektika Berpikir di Kampus, Hadirkan Rocky Gerung
Friday, 11 September 2026

Berita terkait