Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 11 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang terus memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau berkepanjangan. Salah satunya dilakukan di Kelurahan Muliakerta, Kecamatan Benua Kayong, Kamis (10/9/2026).
Dalam penanganan tersebut, Pemkab Ketapang mendapat dukungan dari Brimob Polda Kalimantan Barat dan Polres Ketapang melalui pengoperasian unit pengolahan air minum berteknologi Reverse Osmosis (RO).
Fasilitas tersebut diperbantukan untuk Kabupaten Ketapang dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Muliakerta.
Melalui teknologi RO, air yang tersedia di lokasi diolah menjadi air yang layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Brimob Polda Kalbar dan Polres Ketapang yang turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan.
"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Brimob Polda Kalbar dan Polres Ketapang atas kepedulian, kolaborasi, dan dukungan yang diberikan melalui penyediaan sarana pengolahan air bersih ini," ujar Alexander.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga penting dalam menjaga kesehatan warga di tengah terbatasnya sumber air bersih.
Alexander berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menghadapi berbagai dampak kemarau yang masih berlangsung.
"Semoga sinergi dan kepedulian yang terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Selain menyebabkan keterbatasan air bersih, kemarau panjang juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta saling membantu menghadapi dampak kekeringan.
"Mari terus menumbuhkan semangat kebersamaan, menjaga kelestarian lingkungan, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan kerja sama seluruh elemen, kita wujudkan Kabupaten Ketapang yang tangguh, aman, dan sejahtera bagi generasi hari ini maupun masa depan," pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang terus memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau berkepanjangan. Salah satunya dilakukan di Kelurahan Muliakerta, Kecamatan Benua Kayong, Kamis (10/9/2026).
Dalam penanganan tersebut, Pemkab Ketapang mendapat dukungan dari Brimob Polda Kalimantan Barat dan Polres Ketapang melalui pengoperasian unit pengolahan air minum berteknologi Reverse Osmosis (RO).
Fasilitas tersebut diperbantukan untuk Kabupaten Ketapang dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Muliakerta.
Melalui teknologi RO, air yang tersedia di lokasi diolah menjadi air yang layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Brimob Polda Kalbar dan Polres Ketapang yang turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan.
"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Brimob Polda Kalbar dan Polres Ketapang atas kepedulian, kolaborasi, dan dukungan yang diberikan melalui penyediaan sarana pengolahan air bersih ini," ujar Alexander.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga penting dalam menjaga kesehatan warga di tengah terbatasnya sumber air bersih.
Alexander berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menghadapi berbagai dampak kemarau yang masih berlangsung.
"Semoga sinergi dan kepedulian yang terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Selain menyebabkan keterbatasan air bersih, kemarau panjang juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta saling membantu menghadapi dampak kekeringan.
"Mari terus menumbuhkan semangat kebersamaan, menjaga kelestarian lingkungan, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan kerja sama seluruh elemen, kita wujudkan Kabupaten Ketapang yang tangguh, aman, dan sejahtera bagi generasi hari ini maupun masa depan," pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini