Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 31 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Kota Pontianak di tengah kemarau panjang. Pemerintah Kota Pontianak pun menyiapkan sejumlah lokasi yang dapat dimanfaatkan warga untuk mendapatkan air bersih secara gratis.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dirinya telah menginstruksikan PDAM menyiapkan titik-titik pengambilan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sudah memerintahkan PDAM untuk menyiapkan tempat-tempat yang bisa digunakan masyarakat untuk mengambil air bersih. Di antaranya di IPA Imam Bonjol, kemudian booster cadangan air bersih kita berada di kawasan timur, yaitu Parit Mayor,” kata Edi, Senin (31/8/2026).
Menurut Edi, kebutuhan air bersih masyarakat saat ini cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan makan, memasak, dan minum.
PDAM terus memproduksi air bersih di IPA Imam Bonjol dengan memanfaatkan air baku dari Sungai Kapuas. Air tersebut kemudian disuplai ke sejumlah lokasi yang membutuhkan.
Namun, distribusi air bersih masih menghadapi kendala. Edi menyebut saat ini hanya tiga unit mobil tangki milik Pemkot Pontianak yang dapat beroperasi karena sebagian kendaraan lainnya mengalami kerusakan.
“Namun, kita juga dibantu PMI, mobil tangki pemadam kebakaran, serta kendaraan pikap yang membawa bak penampung air,” ujarnya.
Edi memastikan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama kemarau masih berlangsung.
“Kita terus berusaha agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap tersedia,” sebutnya.
Di tengah kondisi tersebut, Edi juga mengingatkan masyarakat agar tidak memperjualbelikan air gratis yang disediakan pemerintah.
“Kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak memperjualbelikan air yang disediakan pemerintah. Kalau air dari PDAM, insyaallah diberikan secara gratis,” ujarnya.
Sejauh ini, Edi mengatakan belum menerima laporan adanya pihak yang memperjualbelikan air bantuan tersebut.
Pemkot Pontianak juga terus mengoptimalkan produksi air di sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), di antaranya di Nipah Kuning, Imam Bonjol, Parit Mayor, dan Selat Panjang.
“Yang pasti, sumber air yang ada di IPA, baik di Nipah Kuning, Imam Bonjol, Parit Mayor, maupun Selat Panjang, terus kita upayakan berproduksi, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Kota Pontianak di tengah kemarau panjang. Pemerintah Kota Pontianak pun menyiapkan sejumlah lokasi yang dapat dimanfaatkan warga untuk mendapatkan air bersih secara gratis.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dirinya telah menginstruksikan PDAM menyiapkan titik-titik pengambilan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sudah memerintahkan PDAM untuk menyiapkan tempat-tempat yang bisa digunakan masyarakat untuk mengambil air bersih. Di antaranya di IPA Imam Bonjol, kemudian booster cadangan air bersih kita berada di kawasan timur, yaitu Parit Mayor,” kata Edi, Senin (31/8/2026).
Menurut Edi, kebutuhan air bersih masyarakat saat ini cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan makan, memasak, dan minum.
PDAM terus memproduksi air bersih di IPA Imam Bonjol dengan memanfaatkan air baku dari Sungai Kapuas. Air tersebut kemudian disuplai ke sejumlah lokasi yang membutuhkan.
Namun, distribusi air bersih masih menghadapi kendala. Edi menyebut saat ini hanya tiga unit mobil tangki milik Pemkot Pontianak yang dapat beroperasi karena sebagian kendaraan lainnya mengalami kerusakan.
“Namun, kita juga dibantu PMI, mobil tangki pemadam kebakaran, serta kendaraan pikap yang membawa bak penampung air,” ujarnya.
Edi memastikan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama kemarau masih berlangsung.
“Kita terus berusaha agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap tersedia,” sebutnya.
Di tengah kondisi tersebut, Edi juga mengingatkan masyarakat agar tidak memperjualbelikan air gratis yang disediakan pemerintah.
“Kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak memperjualbelikan air yang disediakan pemerintah. Kalau air dari PDAM, insyaallah diberikan secara gratis,” ujarnya.
Sejauh ini, Edi mengatakan belum menerima laporan adanya pihak yang memperjualbelikan air bantuan tersebut.
Pemkot Pontianak juga terus mengoptimalkan produksi air di sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), di antaranya di Nipah Kuning, Imam Bonjol, Parit Mayor, dan Selat Panjang.
“Yang pasti, sumber air yang ada di IPA, baik di Nipah Kuning, Imam Bonjol, Parit Mayor, maupun Selat Panjang, terus kita upayakan berproduksi, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini