Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 31 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kota Pontianak masih menerapkan pembelajaran secara daring bagi sekolah-sekolah di wilayahnya. Kebijakan tersebut diperpanjang karena kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berada pada kategori sangat tidak sehat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembelajaran dari rumah akan terus dilakukan hingga kondisi udara membaik. Untuk saat ini, pemerintah belum menentukan batas waktu berakhirnya pembelajaran daring.
“Sekolah masih melaksanakan pembelajaran secara daring sampai batas waktu yang belum kita tentukan, karena kondisi udara masih tidak sehat,” kata Edi, Senin (31/8/2026).
Menurut Edi, pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi kualitas udara sebelum memutuskan kapan pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.
“Untuk pembelajaran, sekolah masih dilakukan dari rumah sampai kondisi udara membaik. Kita akan terus mengevaluasi kondisi ini sebelum menentukan kapan pembelajaran tatap muka kembali dilakukan,” ujarnya.
Edi juga meminta orang tua turut mengawasi aktivitas anak selama pembelajaran daring berlangsung. Ia telah memerintahkan jajaran terkait untuk memonitor pelaksanaan pembelajaran dari rumah di sekolah-sekolah.
“Kita berharap orang tua ikut mengawasi, dan saya juga sudah memerintahkan untuk memonitor sekolah-sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran daring,” katanya.
Di sisi lain, Edi menyebut kondisi cuaca di Pontianak masih berubah-ubah. Pemerintah berharap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dapat segera berkurang.
Menurutnya, menurunnya aktivitas karhutla akan berdampak langsung terhadap kualitas udara di Kota Pontianak.
“Kita berharap kebakaran lahan di Kalimantan Barat semakin berkurang. Kalau kebakaran berkurang, kondisi udara di Pontianak juga akan semakin membaik,” ujarnya.
Edi menegaskan, berdasarkan catatan terakhir yang diterimanya, kualitas udara di Kota Pontianak masih berada dalam kondisi sangat tidak sehat.
Karena itu, pembelajaran tatap muka belum dapat kembali diterapkan hingga kondisi udara dinilai aman bagi para siswa dan tenaga pendidik. (Lid)
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kota Pontianak masih menerapkan pembelajaran secara daring bagi sekolah-sekolah di wilayahnya. Kebijakan tersebut diperpanjang karena kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berada pada kategori sangat tidak sehat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembelajaran dari rumah akan terus dilakukan hingga kondisi udara membaik. Untuk saat ini, pemerintah belum menentukan batas waktu berakhirnya pembelajaran daring.
“Sekolah masih melaksanakan pembelajaran secara daring sampai batas waktu yang belum kita tentukan, karena kondisi udara masih tidak sehat,” kata Edi, Senin (31/8/2026).
Menurut Edi, pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi kualitas udara sebelum memutuskan kapan pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.
“Untuk pembelajaran, sekolah masih dilakukan dari rumah sampai kondisi udara membaik. Kita akan terus mengevaluasi kondisi ini sebelum menentukan kapan pembelajaran tatap muka kembali dilakukan,” ujarnya.
Edi juga meminta orang tua turut mengawasi aktivitas anak selama pembelajaran daring berlangsung. Ia telah memerintahkan jajaran terkait untuk memonitor pelaksanaan pembelajaran dari rumah di sekolah-sekolah.
“Kita berharap orang tua ikut mengawasi, dan saya juga sudah memerintahkan untuk memonitor sekolah-sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran daring,” katanya.
Di sisi lain, Edi menyebut kondisi cuaca di Pontianak masih berubah-ubah. Pemerintah berharap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dapat segera berkurang.
Menurutnya, menurunnya aktivitas karhutla akan berdampak langsung terhadap kualitas udara di Kota Pontianak.
“Kita berharap kebakaran lahan di Kalimantan Barat semakin berkurang. Kalau kebakaran berkurang, kondisi udara di Pontianak juga akan semakin membaik,” ujarnya.
Edi menegaskan, berdasarkan catatan terakhir yang diterimanya, kualitas udara di Kota Pontianak masih berada dalam kondisi sangat tidak sehat.
Karena itu, pembelajaran tatap muka belum dapat kembali diterapkan hingga kondisi udara dinilai aman bagi para siswa dan tenaga pendidik. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini