Pontianak    

Kualitas Udara Pontianak Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 21 August 2026
Kualitas Udara Pontianak Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Kualitas udara Pontianak berada pada level tidak sehat. DLH mengimbau warga mengurangi aktivitas luar dan memakai masker (Grafis: kalbaronline.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kualitas udara di Kota Pontianak berada pada level tidak sehat berdasarkan pemantauan alat kualitas udara milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak.

Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, mengatakan berdasarkan pemantauan hingga Jumat (21/8/2026) pagi, kualitas udara Pontianak berada pada level tidak sehat. Meski demikian, kondisi tersebut masih mengalami perubahan atau fluktuasi.

“Jadi kami untuk kualitas udara kota Pontianak, kita berdasarkan alat AQMS kita yang berada di Pontianak Tenggara. Nah sampai pagi tadi, itu mengatakan kondisi kualitas udara kita pada posisi level tidak sehat,” ujar Syarif.

Syarif menyebut angka kualitas udara yang terpantau sempat berada di angka 87. Namun, angka tersebut masih dapat berubah mengikuti kondisi arah angin dan kelembapan udara.

“Di 87 sudah tidak sehat, tapi masih turun. Kadang-kadang 40, kadang-kadang 20 itu tergantung arah angin, kondisi kelembaban udara, dan sebagainya,” katanya.

Menurut Syarif, kualitas udara cenderung berada pada kondisi kurang baik pada waktu subuh hingga pagi hari. Kondisi tersebut disebut mencapai angka tertinggi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00, kemudian mulai membaik sekitar pukul 08.00.

Kondisi kualitas udara yang masih naik turun membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan aktivitas di luar ruangan. DLH mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat.

Syarif juga menyoroti aktivitas anak-anak sekolah. Ia menyarankan kegiatan di luar kelas dikurangi dan anak-anak menggunakan masker ketika bepergian ke sekolah.

“Nah juga kalau pergi sekolah, ya pakai masker dan sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi kualitas udara yang fluktuatif saat ini masih menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan terkait kegiatan belajar-mengajar.

Jika kondisi udara tidak sehat berlangsung secara terus-menerus, pemerintah daerah berpotensi mengambil kebijakan lebih lanjut.

“Kalau dia stagnan di posisi tidak sehat, kemungkinan akan ada kebijakan dari Bapak Wali Kota,” ujarnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Karhutla Kalbar Makin Meluas, Luas Lahan Terbakar Tembus 38 Ribu Hektare, Ini Tiga Daerah Terparah
Friday, 21 August 2026
Artikel Sebelumnya
BMKG Kalbar: Karhutla Berpotensi Berlanjut hingga September, Hujan Masih Minim
Friday, 21 August 2026

Berita terkait