Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 05 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie menggelar In House Training (IHT) Komunikasi Efektif sebagai upaya memperkuat mutu pelayanan kesehatan sekaligus meminimalkan komplain pasien.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh elemen staf dan tenaga kesehatan dengan tujuan membangun pola komunikasi yang lebih humanis, jelas, dan empatik dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Eva Nurfarihah, menegaskan komunikasi efektif bukan sekadar keterampilan berbicara, melainkan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik di rumah sakit.
“Informasi yang benar, tetapi disampaikan dengan cara yang tidak tepat, dapat menimbulkan kesalahpahaman. Sebaliknya, komunikasi yang jelas, empatik, dan mudah dipahami dapat membangun rasa percaya dan membuat pasien serta keluarga merasa dihargai,” ujar Eva saat membuka kegiatan.
Ia mengatakan, gangguan komunikasi, baik antarprofesi maupun saat memberikan edukasi kepada pasien, juga berpotensi memengaruhi proses perawatan. Karena itu, IHT tersebut menjadi momentum untuk membangun pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien atau patient-centered care.
Eva menegaskan, tanggung jawab dalam membangun komunikasi yang baik tidak hanya menjadi tugas dokter dan perawat, tetapi seluruh petugas di setiap titik pelayanan rumah sakit.
“Pasien berinteraksi dengan petugas pendaftaran, rekam medis, perawat, dokter, farmasi, laboratorium, radiologi, gizi, petugas informasi, satuan pengamanan, pramusaji, cleaning service, hingga manajemen,” katanya.
Menurutnya, interaksi sederhana seperti memberikan senyuman, menyapa dengan hangat, bersedia mendengarkan, hingga merespons keluhan secara profesional menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pelayanan yang baik.
“Artinya, sikap sederhana seperti senyuman, sapaan hangat, kesediaan mendengarkan, hingga cara merespons keluhan secara profesional dinilai menjadi cermin kualitas pelayanan rumah sakit secara keseluruhan,” pungkasnya.
KALBARONLINE.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie menggelar In House Training (IHT) Komunikasi Efektif sebagai upaya memperkuat mutu pelayanan kesehatan sekaligus meminimalkan komplain pasien.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh elemen staf dan tenaga kesehatan dengan tujuan membangun pola komunikasi yang lebih humanis, jelas, dan empatik dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Eva Nurfarihah, menegaskan komunikasi efektif bukan sekadar keterampilan berbicara, melainkan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik di rumah sakit.
“Informasi yang benar, tetapi disampaikan dengan cara yang tidak tepat, dapat menimbulkan kesalahpahaman. Sebaliknya, komunikasi yang jelas, empatik, dan mudah dipahami dapat membangun rasa percaya dan membuat pasien serta keluarga merasa dihargai,” ujar Eva saat membuka kegiatan.
Ia mengatakan, gangguan komunikasi, baik antarprofesi maupun saat memberikan edukasi kepada pasien, juga berpotensi memengaruhi proses perawatan. Karena itu, IHT tersebut menjadi momentum untuk membangun pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien atau patient-centered care.
Eva menegaskan, tanggung jawab dalam membangun komunikasi yang baik tidak hanya menjadi tugas dokter dan perawat, tetapi seluruh petugas di setiap titik pelayanan rumah sakit.
“Pasien berinteraksi dengan petugas pendaftaran, rekam medis, perawat, dokter, farmasi, laboratorium, radiologi, gizi, petugas informasi, satuan pengamanan, pramusaji, cleaning service, hingga manajemen,” katanya.
Menurutnya, interaksi sederhana seperti memberikan senyuman, menyapa dengan hangat, bersedia mendengarkan, hingga merespons keluhan secara profesional menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pelayanan yang baik.
“Artinya, sikap sederhana seperti senyuman, sapaan hangat, kesediaan mendengarkan, hingga cara merespons keluhan secara profesional dinilai menjadi cermin kualitas pelayanan rumah sakit secara keseluruhan,” pungkasnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini