Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 05 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mulai menguji coba penaburan eco enzym di saluran parit kawasan Kantor DLH Jalan Alianyang, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus upaya meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita. Penaburan eco enzym ini menjadi langkah awal untuk menggugah kesadaran masyarakat bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya usai mengikuti kegiatan penaburan eco enzym.
Menurut Yamin, kegiatan tersebut masih dalam tahap uji coba. Jika hasilnya positif, program serupa akan diperluas melalui berbagai agenda pelestarian lingkungan yang telah disiapkan DLH Kota Pontianak.
Selain penaburan eco enzym, pihaknya juga akan melaksanakan penanaman pohon, aksi bersih lingkungan, hingga program pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.
Ia menilai keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari keindahan yang tampak di permukaan, tetapi juga dari bagaimana lingkungan dan sistem pengelolaan sampahnya ditata dengan baik.
“Kita ingin TPA tidak lagi dipandang sebagai tempat yang harus dijauhi. Ke depan, TPA diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan yang produktif, ramah lingkungan, bahkan menjadi bagian dari paru-paru kota,” katanya.
Yamin menjelaskan, untuk tahap awal penaburan eco enzym difokuskan di kawasan Jalan Alianyang. Apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak yang baik, program tersebut akan diterapkan di saluran-saluran parit lainnya di Kota Pontianak.
“Untuk tahap awal kita fokus di kawasan Jalan Alianyang. Jika berhasil, kita berharap bisa diterapkan di seluruh parit yang ada di Kota Pontianak sehingga kota ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Hijau Kota Pontianak, Vivi Norvika, menerangkan bahwa eco enzym merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan air serta gula atau molase.
“Eco enzym memanfaatkan sampah organik yang selama ini sering terbuang. Hasil fermentasinya memiliki sifat pembersih dan antiseptik yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelestarian lingkungan,” jelasnya.
Menurut Vivi, penggunaan eco enzym di saluran drainase diharapkan dapat membantu mengurangi bau tidak sedap sekaligus memperbaiki kualitas air parit yang mulai tercemar.
“Kondisi beberapa parit di Kota Pontianak saat ini mulai berbau dan warna airnya menghitam. Berdasarkan berbagai literatur, eco enzym memiliki manfaat untuk membantu membersihkan air dan mengurangi bau. Karena itu kami mencoba menerapkannya di sini,” tuturnya.
Melalui uji coba ini, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna bagi kebersihan dan kelestarian Kota Pontianak. (*)
KALBARONLINE.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mulai menguji coba penaburan eco enzym di saluran parit kawasan Kantor DLH Jalan Alianyang, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus upaya meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita. Penaburan eco enzym ini menjadi langkah awal untuk menggugah kesadaran masyarakat bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya usai mengikuti kegiatan penaburan eco enzym.
Menurut Yamin, kegiatan tersebut masih dalam tahap uji coba. Jika hasilnya positif, program serupa akan diperluas melalui berbagai agenda pelestarian lingkungan yang telah disiapkan DLH Kota Pontianak.
Selain penaburan eco enzym, pihaknya juga akan melaksanakan penanaman pohon, aksi bersih lingkungan, hingga program pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.
Ia menilai keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari keindahan yang tampak di permukaan, tetapi juga dari bagaimana lingkungan dan sistem pengelolaan sampahnya ditata dengan baik.
“Kita ingin TPA tidak lagi dipandang sebagai tempat yang harus dijauhi. Ke depan, TPA diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan yang produktif, ramah lingkungan, bahkan menjadi bagian dari paru-paru kota,” katanya.
Yamin menjelaskan, untuk tahap awal penaburan eco enzym difokuskan di kawasan Jalan Alianyang. Apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak yang baik, program tersebut akan diterapkan di saluran-saluran parit lainnya di Kota Pontianak.
“Untuk tahap awal kita fokus di kawasan Jalan Alianyang. Jika berhasil, kita berharap bisa diterapkan di seluruh parit yang ada di Kota Pontianak sehingga kota ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Hijau Kota Pontianak, Vivi Norvika, menerangkan bahwa eco enzym merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan air serta gula atau molase.
“Eco enzym memanfaatkan sampah organik yang selama ini sering terbuang. Hasil fermentasinya memiliki sifat pembersih dan antiseptik yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelestarian lingkungan,” jelasnya.
Menurut Vivi, penggunaan eco enzym di saluran drainase diharapkan dapat membantu mengurangi bau tidak sedap sekaligus memperbaiki kualitas air parit yang mulai tercemar.
“Kondisi beberapa parit di Kota Pontianak saat ini mulai berbau dan warna airnya menghitam. Berdasarkan berbagai literatur, eco enzym memiliki manfaat untuk membantu membersihkan air dan mengurangi bau. Karena itu kami mencoba menerapkannya di sini,” tuturnya.
Melalui uji coba ini, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna bagi kebersihan dan kelestarian Kota Pontianak. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini