Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 21 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, sepanjang Januari hingga Juli 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 38.310,86 hektare.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan sejumlah daerah mengalami karhutla cukup parah dan turut menyumbang kabut asap.
“Tiga kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan menyumbang kabut asap ini, yaitu Ketapang, Mempawah, dan Kubu Raya. Ada juga beberapa wilayah di Kabupaten Sambas,” kata Daniel saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).
Menurut Daniel, sebagian besar lahan yang terbakar berada di kawasan gambut. Kondisi tersebut membuat kebakaran berpotensi menghasilkan asap dalam jumlah besar.
Penanganan karhutla di Kalbar sendiri telah dilakukan sejak awal tahun. Pemerintah Provinsi Kalbar juga telah menetapkan status siaga darurat bencana asap di tingkat provinsi.
Status tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi di tingkat kabupaten dan kota. Saat ini, sebanyak sembilan kabupaten di Kalbar telah menetapkan status siaga.
Selain menetapkan status siaga, pemerintah juga telah menggelar apel kesiapsiagaan sejak awal tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, serta sarana pendukung operasi penanggulangan karhutla.
“Selain itu kita juga sudah melakukan patroli darat terpadu bersama TNI-Polri, Brigade Pengendalian Karhutla, perusahaan swasta, Desa Tangguh Bencana, kelompok masyarakat, dan instansi terkait melakukan patroli secara bersama-sama,” ujarnya.
Penanganan karhutla juga dilakukan melalui operasi udara. Pemerintah pusat melalui BNPB memberikan dukungan dengan menempatkan sejumlah helikopter di Kalbar untuk melakukan patroli udara sekaligus memantau sebaran titik panas yang tidak terjangkau patroli darat.
“Di Kalbar telah ditempatkan beberapa helikopter untuk melakukan patroli udara guna mengecek sebaran titik panas yang tidak terpantau oleh patroli darat. Kemudian, ada juga helikopter untuk operasi water bombing dan operasi modifikasi cuaca. Operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan sejak April,” jelasnya.
Daniel menjelaskan operasi modifikasi cuaca (OMC) tidak dapat dilakukan setiap saat. Pelaksanaannya bergantung pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama terkait keberadaan awan yang berpotensi ditaburi bahan semai untuk menghasilkan hujan.
“Kalau tidak ada potensi awan, OMC juga tidak bisa dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, sejak Januari 2026 BPBD Kalbar juga telah mengaktifkan posko penanganan darurat bencana asap sebagai pusat koordinasi penanggulangan karhutla di wilayah Kalbar. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, sepanjang Januari hingga Juli 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 38.310,86 hektare.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan sejumlah daerah mengalami karhutla cukup parah dan turut menyumbang kabut asap.
“Tiga kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan menyumbang kabut asap ini, yaitu Ketapang, Mempawah, dan Kubu Raya. Ada juga beberapa wilayah di Kabupaten Sambas,” kata Daniel saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).
Menurut Daniel, sebagian besar lahan yang terbakar berada di kawasan gambut. Kondisi tersebut membuat kebakaran berpotensi menghasilkan asap dalam jumlah besar.
Penanganan karhutla di Kalbar sendiri telah dilakukan sejak awal tahun. Pemerintah Provinsi Kalbar juga telah menetapkan status siaga darurat bencana asap di tingkat provinsi.
Status tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi di tingkat kabupaten dan kota. Saat ini, sebanyak sembilan kabupaten di Kalbar telah menetapkan status siaga.
Selain menetapkan status siaga, pemerintah juga telah menggelar apel kesiapsiagaan sejak awal tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, serta sarana pendukung operasi penanggulangan karhutla.
“Selain itu kita juga sudah melakukan patroli darat terpadu bersama TNI-Polri, Brigade Pengendalian Karhutla, perusahaan swasta, Desa Tangguh Bencana, kelompok masyarakat, dan instansi terkait melakukan patroli secara bersama-sama,” ujarnya.
Penanganan karhutla juga dilakukan melalui operasi udara. Pemerintah pusat melalui BNPB memberikan dukungan dengan menempatkan sejumlah helikopter di Kalbar untuk melakukan patroli udara sekaligus memantau sebaran titik panas yang tidak terjangkau patroli darat.
“Di Kalbar telah ditempatkan beberapa helikopter untuk melakukan patroli udara guna mengecek sebaran titik panas yang tidak terpantau oleh patroli darat. Kemudian, ada juga helikopter untuk operasi water bombing dan operasi modifikasi cuaca. Operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan sejak April,” jelasnya.
Daniel menjelaskan operasi modifikasi cuaca (OMC) tidak dapat dilakukan setiap saat. Pelaksanaannya bergantung pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama terkait keberadaan awan yang berpotensi ditaburi bahan semai untuk menghasilkan hujan.
“Kalau tidak ada potensi awan, OMC juga tidak bisa dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, sejak Januari 2026 BPBD Kalbar juga telah mengaktifkan posko penanganan darurat bencana asap sebagai pusat koordinasi penanggulangan karhutla di wilayah Kalbar. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini