Pontianak    

Karhutla Kalbar Makin Meluas, Luas Lahan Terbakar Tembus 38 Ribu Hektare, Ini Tiga Daerah Terparah

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 21 August 2026
Karhutla Kalbar Makin Meluas, Luas Lahan Terbakar Tembus 38 Ribu Hektare, Ini Tiga Daerah Terparah
Karhutla Kalbar sepanjang Januari-Juli 2026 membakar 38.310 hektare. Ketapang, Mempawah dan Kubu Raya menjadi daerah terparah (Dok. BPBD Kalbar)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, sepanjang Januari hingga Juli 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 38.310,86 hektare.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan sejumlah daerah mengalami karhutla cukup parah dan turut menyumbang kabut asap.

“Tiga kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan menyumbang kabut asap ini, yaitu Ketapang, Mempawah, dan Kubu Raya. Ada juga beberapa wilayah di Kabupaten Sambas,” kata Daniel saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Menurut Daniel, sebagian besar lahan yang terbakar berada di kawasan gambut. Kondisi tersebut membuat kebakaran berpotensi menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Penanganan karhutla di Kalbar sendiri telah dilakukan sejak awal tahun. Pemerintah Provinsi Kalbar juga telah menetapkan status siaga darurat bencana asap di tingkat provinsi.

Status tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi di tingkat kabupaten dan kota. Saat ini, sebanyak sembilan kabupaten di Kalbar telah menetapkan status siaga.

Selain menetapkan status siaga, pemerintah juga telah menggelar apel kesiapsiagaan sejak awal tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, serta sarana pendukung operasi penanggulangan karhutla.

“Selain itu kita juga sudah melakukan patroli darat terpadu bersama TNI-Polri, Brigade Pengendalian Karhutla, perusahaan swasta, Desa Tangguh Bencana, kelompok masyarakat, dan instansi terkait melakukan patroli secara bersama-sama,” ujarnya.

Penanganan karhutla juga dilakukan melalui operasi udara. Pemerintah pusat melalui BNPB memberikan dukungan dengan menempatkan sejumlah helikopter di Kalbar untuk melakukan patroli udara sekaligus memantau sebaran titik panas yang tidak terjangkau patroli darat.

“Di Kalbar telah ditempatkan beberapa helikopter untuk melakukan patroli udara guna mengecek sebaran titik panas yang tidak terpantau oleh patroli darat. Kemudian, ada juga helikopter untuk operasi water bombing dan operasi modifikasi cuaca. Operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan sejak April,” jelasnya.

Daniel menjelaskan operasi modifikasi cuaca (OMC) tidak dapat dilakukan setiap saat. Pelaksanaannya bergantung pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama terkait keberadaan awan yang berpotensi ditaburi bahan semai untuk menghasilkan hujan.

“Kalau tidak ada potensi awan, OMC juga tidak bisa dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, sejak Januari 2026 BPBD Kalbar juga telah mengaktifkan posko penanganan darurat bencana asap sebagai pusat koordinasi penanggulangan karhutla di wilayah Kalbar. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Kabut Asap Ganggu Pelayaran di Pontianak, Kapal Kurangi Kecepatan Saat Malam
Friday, 21 August 2026
Artikel Sebelumnya
Kualitas Udara Pontianak Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Friday, 21 August 2026

Berita terkait