Melawi    

Karhutla Melawi Makin Masif, 175 Hektare Lahan Terbakar dan Satu KK Mengungsi

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 06 August 2026
Karhutla Melawi Makin Masif, 175 Hektare Lahan Terbakar dan Satu KK Mengungsi
Karhutla di Melawi meluas hingga 175 hektare. Satu KK mengungsi, BPBD berharap dukungan Satgas Udara untuk operasi water bombing (Foto: istimewa)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi semakin masif. Hingga Rabu (5/8/2026), sedikitnya 175 hektare lahan di tiga desa dilaporkan terbakar. Kobaran api masih aktif di sejumlah titik dan mulai mengancam kawasan permukiman sehingga satu kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi pada Rabu (5/8/2026) pukul 11.20 WIB, kebakaran terjadi di Desa Nusa Kenyikap dan Desa Batu Ampar, Kecamatan Belimbing, serta Desa Tebing Karangan, Kecamatan Nanga Pinoh.

Informasi tersebut diperoleh dari Kepala Desa Nusa Kenyikap, Kepala Desa Tebing Karangan, dan masyarakat setempat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan kebakaran menghanguskan perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit, kawasan hutan, dan semak belukar. Kondisi cuaca kering yang disertai angin menyebabkan api dengan cepat merambat ke area yang lebih luas.

"Kondisi karhutla saat ini semakin masif dan terus meluas. Api masih aktif di sejumlah titik dan berpotensi merambat ke wilayah lain maupun kawasan permukiman. Tim gabungan terus melakukan pemadaman, pemantauan, serta penjagaan pada titik-titik yang dinilai rawan agar kebakaran tidak semakin meluas," ujar Rahmad.

Ia menjelaskan, kondisi paling parah terjadi di Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 120 hektare. Hingga kini, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 2 hektare, sementara api masih terus bergerak dan berpotensi menjalar ke desa-desa di sekitarnya.

Sementara itu, di Desa Tebing Karangan, Kecamatan Nanga Pinoh, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan sekitar 50 hektare lahan. Dari luasan tersebut, sekitar 2 hektare berhasil dipadamkan, namun kobaran api masih bergerak mendekati kawasan permukiman warga.

Adapun di Desa Batu Ampar, Kecamatan Belimbing, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Tim gabungan telah memadamkan sekitar 3 hektare, namun api masih terus merambat menuju kawasan perkebunan masyarakat.

Akibat kebakaran di Desa Nusa Kenyikap, satu kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumahnya berada di kawasan terdampak dan dinilai berisiko terhadap keselamatan.

Rahmad mengatakan BPBD Kabupaten Melawi bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Melawi, Polres Melawi, BSPBK Nanga Pinoh, Manggala Agni, pemerintah desa, serta masyarakat terus melakukan pemadaman, pemantauan, dan penjagaan agar api tidak memasuki kawasan permukiman.

Namun, proses penanganan di lapangan menghadapi berbagai kendala. Selain lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang cukup jauh dari pusat Kabupaten Melawi, petugas juga kesulitan mendapatkan sumber air dan harus menghadapi medan yang sulit dilalui kendaraan operasional.

"Saat ini penanganan melalui jalur darat sudah tidak lagi efektif. Luas area yang terbakar terus bertambah, medan cukup berat, dan keterbatasan sumber air menjadi kendala utama. Kami berharap dukungan Satgas Udara dapat segera diterjunkan untuk melakukan operasi water bombing, sehingga upaya pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan mampu mencegah api meluas ke permukiman maupun desa-desa lainnya," tegas Rahmad.

Selain melakukan penanganan darurat, BPBD Kabupaten Melawi juga meminta pemerintah kecamatan dan desa meningkatkan sosialisasi bahaya karhutla, memperkuat patroli di wilayah rawan, serta menyiapkan peralatan pemadaman selama musim kemarau.

Rahmad turut mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca yang sangat kering membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada BPBD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, atau aparat kepolisian agar dapat segera dilakukan penanganan sebelum kebakaran semakin meluas," pungkasnya.

BPBD Kabupaten Melawi memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna mempercepat penanganan karhutla. Dukungan pemerintah, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk mengendalikan kebakaran selama musim kemarau. (*)

Artikel Selanjutnya
Kodim 1206/Putussibau Bagikan Bendera Merah Putih kepada Warga Ulak Pauk Jelang HUT Ke-81 RI
Thursday, 06 August 2026
Artikel Sebelumnya
Kodim 1206/Putussibau Bagikan Bendera Merah Putih kepada Warga Ulak Pauk Jelang HUT Ke-81 RI
Thursday, 06 August 2026

Berita terkait