Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 19 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) bukan sekadar ajang menampilkan kemampuan bernyanyi dan harmonisasi suara. Lebih dari itu, Pesparani menjadi ruang untuk memperkuat keimanan, persaudaraan, silaturahmi, serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
Menurut Edi, keberagaman masyarakat Kota Pontianak merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak menjadi tempat bertemunya berbagai suku, agama, budaya, dan aktivitas masyarakat.
“Pesparani ini jangan hanya dimaknai sebagai mendengarkan atau menyanyikan lagu-lagu yang indah dan harmonis. Ini justru menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya saat menutup rangkaian Pesparani Katolik ke III dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K), di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalbar, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadikan Pontianak sebagai cerminan kecil Indonesia. Karena itu, setiap kegiatan keagamaan memiliki peran dalam menumbuhkan kehidupan masyarakat yang damai, sejuk, sejahtera, dan harmonis.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan, sosial, olahraga, maupun kebudayaan. Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan masyarakat.
Ia juga menilai Pesparani memiliki peran dalam memperkuat moderasi beragama. Melalui kegiatan keagamaan yang terbuka dan penuh persaudaraan, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya saling menghormati di tengah perbedaan.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat moderasi. Dalam agama apa pun, kita diajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghormati,” jelasnya.
Edi juga menyoroti tantangan kehidupan masyarakat di era digital. Menurutnya, media sosial dapat menjadi ruang yang positif, tetapi juga berpotensi menimbulkan gesekan apabila digunakan untuk menyebarkan informasi yang memecah belah.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar semakin dewasa dalam menghadapi perbedaan, termasuk perbedaan pandangan politik, suku, maupun kelompok.
“Sekarang kita berada di era digitalisasi. Media sosial sangat terbuka. Kalau digunakan untuk hal positif tentu sangat baik, tetapi kita juga harus waspada terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan,” katanya.
Edi berharap LP3K terus menjadi motor penggerak kegiatan keagamaan yang memperkuat persaudaraan dan harmoni masyarakat. Ia juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Pesparani yang memberikan ruang bagi umat untuk berkarya sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Kepada para peserta Pesparani yang meraih nilai terbaik, Edi menyampaikan ucapan selamat. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia berharap tetap bersemangat untuk terus berlatih.
“Bagi yang mendapat nilai tertinggi saya ucapkan selamat. Yang belum, masih ada kesempatan tahun depan untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap Pesparani dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi ruang yang mempertemukan nilai keagamaan, seni, serta semangat persaudaraan di Kota Pontianak.
“Semoga kegiatan ini terus membawa berkat, memperkuat iman, dan semakin mempererat kebersamaan kita di Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) bukan sekadar ajang menampilkan kemampuan bernyanyi dan harmonisasi suara. Lebih dari itu, Pesparani menjadi ruang untuk memperkuat keimanan, persaudaraan, silaturahmi, serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
Menurut Edi, keberagaman masyarakat Kota Pontianak merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak menjadi tempat bertemunya berbagai suku, agama, budaya, dan aktivitas masyarakat.
“Pesparani ini jangan hanya dimaknai sebagai mendengarkan atau menyanyikan lagu-lagu yang indah dan harmonis. Ini justru menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya saat menutup rangkaian Pesparani Katolik ke III dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K), di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalbar, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadikan Pontianak sebagai cerminan kecil Indonesia. Karena itu, setiap kegiatan keagamaan memiliki peran dalam menumbuhkan kehidupan masyarakat yang damai, sejuk, sejahtera, dan harmonis.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan, sosial, olahraga, maupun kebudayaan. Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan masyarakat.
Ia juga menilai Pesparani memiliki peran dalam memperkuat moderasi beragama. Melalui kegiatan keagamaan yang terbuka dan penuh persaudaraan, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya saling menghormati di tengah perbedaan.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat moderasi. Dalam agama apa pun, kita diajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghormati,” jelasnya.
Edi juga menyoroti tantangan kehidupan masyarakat di era digital. Menurutnya, media sosial dapat menjadi ruang yang positif, tetapi juga berpotensi menimbulkan gesekan apabila digunakan untuk menyebarkan informasi yang memecah belah.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar semakin dewasa dalam menghadapi perbedaan, termasuk perbedaan pandangan politik, suku, maupun kelompok.
“Sekarang kita berada di era digitalisasi. Media sosial sangat terbuka. Kalau digunakan untuk hal positif tentu sangat baik, tetapi kita juga harus waspada terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan,” katanya.
Edi berharap LP3K terus menjadi motor penggerak kegiatan keagamaan yang memperkuat persaudaraan dan harmoni masyarakat. Ia juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Pesparani yang memberikan ruang bagi umat untuk berkarya sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Kepada para peserta Pesparani yang meraih nilai terbaik, Edi menyampaikan ucapan selamat. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia berharap tetap bersemangat untuk terus berlatih.
“Bagi yang mendapat nilai tertinggi saya ucapkan selamat. Yang belum, masih ada kesempatan tahun depan untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap Pesparani dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi ruang yang mempertemukan nilai keagamaan, seni, serta semangat persaudaraan di Kota Pontianak.
“Semoga kegiatan ini terus membawa berkat, memperkuat iman, dan semakin mempererat kebersamaan kita di Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini