Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 16 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai salah satu fondasi menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya.
Menurut Edi, keberagaman telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pontianak sejak lama. Salah satu gambaran tersebut terlihat di Kampung Moderasi Beragama kawasan Jeruju, tempat rumah ibadah dari agama berbeda berdiri berdekatan dan masyarakatnya hidup berdampingan.
“Pontianak ini sangat heterogen, baik dari sisi suku maupun agama. Sejak dulu kehidupan masyarakat kita sebenarnya sudah sangat harmonis dan rukun,” ujarnya saat membuka Seminar Nasional Moderasi Beragama di Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (16/9/2026).
Edi mengatakan karakter Pontianak sebagai kota yang heterogen membutuhkan sikap saling menghargai agar keberagaman tetap menjadi kekuatan. Menurutnya, tantangan menjaga kerukunan tidak hanya berkaitan dengan perbedaan agama, tetapi juga latar belakang suku, karakter budaya, hingga dinamika politik.
Di tengah derasnya arus informasi, identitas agama maupun suku terkadang ikut terbawa dalam perbedaan pandangan. Karena itu, Edi mengingatkan pentingnya memperkuat literasi dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Moderasi beragama ini menjadi salah satu hal penting yang harus terus kita galakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Edi menambahkan, kehidupan masyarakat yang rukun menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, kondisi global hingga perubahan cuaca yang turut memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.
Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, Edi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang memilih Pontianak sebagai tuan rumah Seminar Nasional Moderasi Beragama. Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat posisi Pontianak sebagai kota yang mampu merawat keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Jaga moderasi, ciptakan mufakat, Pontianak aman, hidup pun tenang,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai salah satu fondasi menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya.
Menurut Edi, keberagaman telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pontianak sejak lama. Salah satu gambaran tersebut terlihat di Kampung Moderasi Beragama kawasan Jeruju, tempat rumah ibadah dari agama berbeda berdiri berdekatan dan masyarakatnya hidup berdampingan.
“Pontianak ini sangat heterogen, baik dari sisi suku maupun agama. Sejak dulu kehidupan masyarakat kita sebenarnya sudah sangat harmonis dan rukun,” ujarnya saat membuka Seminar Nasional Moderasi Beragama di Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (16/9/2026).
Edi mengatakan karakter Pontianak sebagai kota yang heterogen membutuhkan sikap saling menghargai agar keberagaman tetap menjadi kekuatan. Menurutnya, tantangan menjaga kerukunan tidak hanya berkaitan dengan perbedaan agama, tetapi juga latar belakang suku, karakter budaya, hingga dinamika politik.
Di tengah derasnya arus informasi, identitas agama maupun suku terkadang ikut terbawa dalam perbedaan pandangan. Karena itu, Edi mengingatkan pentingnya memperkuat literasi dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Moderasi beragama ini menjadi salah satu hal penting yang harus terus kita galakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Edi menambahkan, kehidupan masyarakat yang rukun menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, kondisi global hingga perubahan cuaca yang turut memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.
Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, Edi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang memilih Pontianak sebagai tuan rumah Seminar Nasional Moderasi Beragama. Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat posisi Pontianak sebagai kota yang mampu merawat keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Jaga moderasi, ciptakan mufakat, Pontianak aman, hidup pun tenang,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini