Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 19 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak lima juta liter air tawar dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, tiba di Pontianak untuk memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat di tengah air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang masih terdampak intrusi air laut.
Air tawar tersebut diangkut menggunakan tongkang dan tiba di Pontianak sejak Jumat (18/9/2026) malam. Pada Sabtu (19/9/2026) pagi, air mulai dibongkar dan dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Parit Mayor, Pontianak Timur, untuk diproses sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan IPA Parit Mayor memiliki kapasitas pengolahan 300 liter per detik. Dari lima juta liter air yang tiba, sebanyak empat juta liter akan disalurkan melalui keran warga Pontianak Timur.
Sementara satu juta liter lainnya ditampung secara terpisah untuk kebutuhan masyarakat yang mengambil air menggunakan galon atau jerigen.
“Nanti air ini akan didistribusikan kepada warga, khususnya di Pontianak Timur,” ujar Edi.
Menurutnya, pola distribusi tersebut memungkinkan masyarakat Pontianak Timur memperoleh air tawar dari IPA Parit Mayor tanpa harus mengambilnya di IPA Imam Bonjol.
“Selain kita distribusikan ke masyarakat melalui keran, kita juga ada cadangan 1 juta liter yang bisa diambil langsung oleh masyarakat. Jadi, tidak perlu menyeberang ke Imam Bonjol,” katanya.
Pemkot Pontianak juga masih menunggu kedatangan tongkang berikutnya dengan kapasitas sekitar lima juta liter dari lokasi yang sama. Edi mengatakan air tersebut nantinya akan diarahkan ke lokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan.
“Nanti kita cek apakah akan diarahkan ke sini, ke IPA Kuning, atau ke Imam Bonjol,” kata Edi.
Edi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang terlibat dalam pengangkutan dan pengambilan air tawar dari Desa Radak hingga tiba di Pontianak.
“Saya berterima kasih kepada Pak Rico yang luar biasa membawa air ini mulai dari berangkat sampai selamat tiba di tempat ini, dan juga kepada teman-teman lainnya yang telah membantu pengambilan air di Radak, Terentang,” ujarnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah menjelaskan, kadar garam air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak masih berfluktuasi. Pada Sabtu pagi, kadar garam di kawasan Imam Bonjol berada di kisaran 1.800 miligram per liter, sedangkan di Selat Panjang sekitar 2.500 miligram per liter.
Angka tersebut masih berada di atas batas 600 miligram per liter yang menjadi acuan untuk kebutuhan tertentu. Karena itu, pasokan air tawar dari Desa Radak menjadi salah satu langkah penanganan kondisi air baku saat ini.
Air yang tiba di IPA Parit Mayor diproses melalui instalasi pengolahan sebelum didistribusikan. Abdullah menjelaskan, sistem reservoir akan memisahkan air tawar dari Desa Radak yang diperuntukkan bagi distribusi langsung menggunakan galon, jerigen, dan nantinya mobil tangki.
Sementara air yang dialirkan melalui jaringan perpipaan tetap melalui proses pengolahan dan dalam distribusinya masih bercampur dengan air baku Sungai Kapuas.
Untuk memastikan sumber air tawar yang diambil aman sebagai bahan baku pengolahan, Perumda sebelumnya melakukan survei terhadap sejumlah titik di Desa Radak. Tim laboratorium kemudian kembali melakukan pemeriksaan saat menentukan titik pengambilan air.
“Pemeriksaan dari sisi salinitas, TDS, dan turbiditas. Termasuk juga pemeriksaan kandungan-kandungan lainnya seperti zat besi (Fe). Alhamdulillah, hasil pemeriksaannya menunjukkan kualitasnya layak, maka kita ambil airnya di titik tersebut,” ujar Abdullah.
Perumda memperkirakan proses pengolahan lima juta liter air membutuhkan waktu sekitar delapan hingga 10 jam. Pasokan berikutnya juga tengah dipersiapkan.
Setelah tongkang pertama selesai membongkar muatan, tongkang tersebut direncanakan kembali mengambil air tawar dari Desa Radak dengan volume yang kurang lebih sama. (*)
KALBARONLINE.com – Sebanyak lima juta liter air tawar dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, tiba di Pontianak untuk memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat di tengah air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang masih terdampak intrusi air laut.
Air tawar tersebut diangkut menggunakan tongkang dan tiba di Pontianak sejak Jumat (18/9/2026) malam. Pada Sabtu (19/9/2026) pagi, air mulai dibongkar dan dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Parit Mayor, Pontianak Timur, untuk diproses sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan IPA Parit Mayor memiliki kapasitas pengolahan 300 liter per detik. Dari lima juta liter air yang tiba, sebanyak empat juta liter akan disalurkan melalui keran warga Pontianak Timur.
Sementara satu juta liter lainnya ditampung secara terpisah untuk kebutuhan masyarakat yang mengambil air menggunakan galon atau jerigen.
“Nanti air ini akan didistribusikan kepada warga, khususnya di Pontianak Timur,” ujar Edi.
Menurutnya, pola distribusi tersebut memungkinkan masyarakat Pontianak Timur memperoleh air tawar dari IPA Parit Mayor tanpa harus mengambilnya di IPA Imam Bonjol.
“Selain kita distribusikan ke masyarakat melalui keran, kita juga ada cadangan 1 juta liter yang bisa diambil langsung oleh masyarakat. Jadi, tidak perlu menyeberang ke Imam Bonjol,” katanya.
Pemkot Pontianak juga masih menunggu kedatangan tongkang berikutnya dengan kapasitas sekitar lima juta liter dari lokasi yang sama. Edi mengatakan air tersebut nantinya akan diarahkan ke lokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan.
“Nanti kita cek apakah akan diarahkan ke sini, ke IPA Kuning, atau ke Imam Bonjol,” kata Edi.
Edi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang terlibat dalam pengangkutan dan pengambilan air tawar dari Desa Radak hingga tiba di Pontianak.
“Saya berterima kasih kepada Pak Rico yang luar biasa membawa air ini mulai dari berangkat sampai selamat tiba di tempat ini, dan juga kepada teman-teman lainnya yang telah membantu pengambilan air di Radak, Terentang,” ujarnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah menjelaskan, kadar garam air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak masih berfluktuasi. Pada Sabtu pagi, kadar garam di kawasan Imam Bonjol berada di kisaran 1.800 miligram per liter, sedangkan di Selat Panjang sekitar 2.500 miligram per liter.
Angka tersebut masih berada di atas batas 600 miligram per liter yang menjadi acuan untuk kebutuhan tertentu. Karena itu, pasokan air tawar dari Desa Radak menjadi salah satu langkah penanganan kondisi air baku saat ini.
Air yang tiba di IPA Parit Mayor diproses melalui instalasi pengolahan sebelum didistribusikan. Abdullah menjelaskan, sistem reservoir akan memisahkan air tawar dari Desa Radak yang diperuntukkan bagi distribusi langsung menggunakan galon, jerigen, dan nantinya mobil tangki.
Sementara air yang dialirkan melalui jaringan perpipaan tetap melalui proses pengolahan dan dalam distribusinya masih bercampur dengan air baku Sungai Kapuas.
Untuk memastikan sumber air tawar yang diambil aman sebagai bahan baku pengolahan, Perumda sebelumnya melakukan survei terhadap sejumlah titik di Desa Radak. Tim laboratorium kemudian kembali melakukan pemeriksaan saat menentukan titik pengambilan air.
“Pemeriksaan dari sisi salinitas, TDS, dan turbiditas. Termasuk juga pemeriksaan kandungan-kandungan lainnya seperti zat besi (Fe). Alhamdulillah, hasil pemeriksaannya menunjukkan kualitasnya layak, maka kita ambil airnya di titik tersebut,” ujar Abdullah.
Perumda memperkirakan proses pengolahan lima juta liter air membutuhkan waktu sekitar delapan hingga 10 jam. Pasokan berikutnya juga tengah dipersiapkan.
Setelah tongkang pertama selesai membongkar muatan, tongkang tersebut direncanakan kembali mengambil air tawar dari Desa Radak dengan volume yang kurang lebih sama. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini