Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 15 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak melalui Perumda Tirta Khatulistiwa memproduksi sekitar 1 juta liter air bersih setiap hari untuk didistribusikan gratis kepada masyarakat di tengah kemarau panjang dan intrusi air laut yang membuat sebagian air baku terasa asin.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memantau langsung proses distribusi air bersih di Booster Imam Bonjol Perumda Tirta Khatulistiwa, Selasa (15/9/2026) sore.
Mobil tangki, mobil pemadam kebakaran, dan pikap bermuatan tangki air silih berganti mengisi pasokan untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan serta sejumlah lokasi publik.
Edi memastikan stok air bersih bagi masyarakat masih tersedia meski kondisi air baku terdampak intrusi air laut.
“Setiap hari kita memproduksi 1 juta liter air yang kita distribusikan ke masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak panik karena cadangan air minum masih tersedia. Distribusi dilakukan melalui penampungan, masjid-masjid yang menjadi titik layanan, serta lokasi lain yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, sejak empat hari yang lalu kita sudah mendistribusikan hampir 4 juta liter. Stoknya masih tersedia dan cadangannya juga masih banyak,” katanya.
Menurut Edi, pemerintah terus mengatur distribusi agar air minum dapat menjangkau masyarakat secara merata. Titik penyaluran juga disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Selain mengandalkan produksi dari instalasi pengolahan air (IPA), Pemkot Pontianak menambah cadangan air baku dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Air tersebut diangkut menggunakan tongkang untuk memperkuat suplai.
“Untuk wilayah barat, nanti (Selasa) malam tongkang yang membawa air dari Desa Radak, Terentang, akan kita cadangkan di Nipah Kuning. Masyarakat nantinya bisa mengambil dari sana,” ujarnya.
Edi menambahkan, tongkang kedua dengan kapasitas sekitar 5.000 ton juga dipersiapkan untuk memperkuat stok air di wilayah lain.
“Besok (Rabu) insya Allah tongkang kedua yang muat sekitar 5.000 ton akan kita tempatkan di Parit Mayor, dan nanti kita coba untuk wilayah utara,” katanya.
Ia menjelaskan, penggunaan tongkang merupakan salah satu langkah darurat untuk menjaga ketersediaan air minum selama kondisi air baku belum sepenuhnya normal.
Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, Perumda Tirta Khatulistiwa tetap memproduksi air sekitar 2.000 liter per detik. Namun, tingginya kadar garam membuat sebagian wilayah masih mendapatkan air dengan rasa asin, sementara wilayah lainnya mulai mendapatkan air yang lebih tawar karena mendapat dukungan dari sumber air baku berkadar garam rendah.
“Untuk air cuci dan mandi tetap kita produksi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah terus berupaya menjaga pasokan,” katanya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak melalui Perumda Tirta Khatulistiwa memproduksi sekitar 1 juta liter air bersih setiap hari untuk didistribusikan gratis kepada masyarakat di tengah kemarau panjang dan intrusi air laut yang membuat sebagian air baku terasa asin.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memantau langsung proses distribusi air bersih di Booster Imam Bonjol Perumda Tirta Khatulistiwa, Selasa (15/9/2026) sore.
Mobil tangki, mobil pemadam kebakaran, dan pikap bermuatan tangki air silih berganti mengisi pasokan untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan serta sejumlah lokasi publik.
Edi memastikan stok air bersih bagi masyarakat masih tersedia meski kondisi air baku terdampak intrusi air laut.
“Setiap hari kita memproduksi 1 juta liter air yang kita distribusikan ke masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak panik karena cadangan air minum masih tersedia. Distribusi dilakukan melalui penampungan, masjid-masjid yang menjadi titik layanan, serta lokasi lain yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, sejak empat hari yang lalu kita sudah mendistribusikan hampir 4 juta liter. Stoknya masih tersedia dan cadangannya juga masih banyak,” katanya.
Menurut Edi, pemerintah terus mengatur distribusi agar air minum dapat menjangkau masyarakat secara merata. Titik penyaluran juga disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Selain mengandalkan produksi dari instalasi pengolahan air (IPA), Pemkot Pontianak menambah cadangan air baku dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Air tersebut diangkut menggunakan tongkang untuk memperkuat suplai.
“Untuk wilayah barat, nanti (Selasa) malam tongkang yang membawa air dari Desa Radak, Terentang, akan kita cadangkan di Nipah Kuning. Masyarakat nantinya bisa mengambil dari sana,” ujarnya.
Edi menambahkan, tongkang kedua dengan kapasitas sekitar 5.000 ton juga dipersiapkan untuk memperkuat stok air di wilayah lain.
“Besok (Rabu) insya Allah tongkang kedua yang muat sekitar 5.000 ton akan kita tempatkan di Parit Mayor, dan nanti kita coba untuk wilayah utara,” katanya.
Ia menjelaskan, penggunaan tongkang merupakan salah satu langkah darurat untuk menjaga ketersediaan air minum selama kondisi air baku belum sepenuhnya normal.
Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, Perumda Tirta Khatulistiwa tetap memproduksi air sekitar 2.000 liter per detik. Namun, tingginya kadar garam membuat sebagian wilayah masih mendapatkan air dengan rasa asin, sementara wilayah lainnya mulai mendapatkan air yang lebih tawar karena mendapat dukungan dari sumber air baku berkadar garam rendah.
“Untuk air cuci dan mandi tetap kita produksi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah terus berupaya menjaga pasokan,” katanya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini