Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 15 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mendistribusikan hampir 4 juta liter air minum gratis kepada masyarakat selama empat hari terakhir. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi air baku yang mengalami peningkatan kadar garam.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, produksi air minum saat ini mencapai sekitar 1 juta liter per hari. Air tersebut didistribusikan kepada masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan.
“Alhamdulillah, pendistribusian sekarang ini, sejak empat hari yang lalu, kita sudah hampir mencapai 4 juta liter,” kata Edi.
Selain didistribusikan langsung kepada masyarakat, air minum tersebut juga disalurkan melalui tempat penampungan di sejumlah masjid serta lokasi lain yang membutuhkan. Edi memastikan air yang diberikan kepada warga tidak dipungut biaya.
“Masyarakat tetap tenang dan jangan khawatir terhadap air minum karena kita menyuplai ke tempat-tempat di mana masyarakat membutuhkan, dan gratis,” ujarnya.
Menurut Edi, Pemkot Pontianak terus berupaya menjaga ketersediaan air minum selama kondisi air baku belum kembali normal. Salah satunya dengan mendatangkan air tawar dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, menggunakan tongkang.
Air dari wilayah tersebut memiliki kadar garam yang rendah sehingga dapat digunakan sebagai cadangan untuk mendukung proses pengolahan air minum.
“Untuk air minum ini bisa kita olah. Kota Pontianak harap tenang, kita terus berupaya untuk memproduksi air minum ini,” katanya.
Sementara untuk kebutuhan air cuci dan mandi, produksi air tetap dilakukan dengan kapasitas sekitar 2.000 liter per detik.
Namun, kondisi air baku masih menjadi kendala. Di IPA Nipah Kuning, kadar garam air baku disebut masih tinggi. Sementara di Penepat, kadar garam pada siang hari dapat mencapai hampir 2.000 sehingga air tidak memungkinkan untuk diolah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkot Pontianak menyiapkan pasokan air tawar dari luar daerah. Satu tongkang berisi air tawar akan digunakan sebagai cadangan di IPA Nipah Kuning.
Edi juga menyebut tongkang kedua dengan kapasitas sekitar 5.000 ton air tawar akan didatangkan untuk memperkuat ketersediaan air baku.
Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi air baku kembali normal dan pelayanan air minum kepada masyarakat dapat berjalan seperti biasa.
“Tidak lama kemaraunya, mudah-mudahan hujan dan ini bisa kembali normal,” kata Edi. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mendistribusikan hampir 4 juta liter air minum gratis kepada masyarakat selama empat hari terakhir. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi air baku yang mengalami peningkatan kadar garam.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, produksi air minum saat ini mencapai sekitar 1 juta liter per hari. Air tersebut didistribusikan kepada masyarakat di enam kecamatan dan 29 kelurahan.
“Alhamdulillah, pendistribusian sekarang ini, sejak empat hari yang lalu, kita sudah hampir mencapai 4 juta liter,” kata Edi.
Selain didistribusikan langsung kepada masyarakat, air minum tersebut juga disalurkan melalui tempat penampungan di sejumlah masjid serta lokasi lain yang membutuhkan. Edi memastikan air yang diberikan kepada warga tidak dipungut biaya.
“Masyarakat tetap tenang dan jangan khawatir terhadap air minum karena kita menyuplai ke tempat-tempat di mana masyarakat membutuhkan, dan gratis,” ujarnya.
Menurut Edi, Pemkot Pontianak terus berupaya menjaga ketersediaan air minum selama kondisi air baku belum kembali normal. Salah satunya dengan mendatangkan air tawar dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, menggunakan tongkang.
Air dari wilayah tersebut memiliki kadar garam yang rendah sehingga dapat digunakan sebagai cadangan untuk mendukung proses pengolahan air minum.
“Untuk air minum ini bisa kita olah. Kota Pontianak harap tenang, kita terus berupaya untuk memproduksi air minum ini,” katanya.
Sementara untuk kebutuhan air cuci dan mandi, produksi air tetap dilakukan dengan kapasitas sekitar 2.000 liter per detik.
Namun, kondisi air baku masih menjadi kendala. Di IPA Nipah Kuning, kadar garam air baku disebut masih tinggi. Sementara di Penepat, kadar garam pada siang hari dapat mencapai hampir 2.000 sehingga air tidak memungkinkan untuk diolah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkot Pontianak menyiapkan pasokan air tawar dari luar daerah. Satu tongkang berisi air tawar akan digunakan sebagai cadangan di IPA Nipah Kuning.
Edi juga menyebut tongkang kedua dengan kapasitas sekitar 5.000 ton air tawar akan didatangkan untuk memperkuat ketersediaan air baku.
Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi air baku kembali normal dan pelayanan air minum kepada masyarakat dapat berjalan seperti biasa.
“Tidak lama kemaraunya, mudah-mudahan hujan dan ini bisa kembali normal,” kata Edi. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini