Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 15 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan secara masif. Tak hanya menyasar masyarakat di pelosok desa, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga masuk ke lingkungan sekolah untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Tim yang terdiri dari Kolonel Laut (PM) Sugeng Sibagio dan Letkol Laut Riski Hardani tersebut memberikan edukasi kepada pelajar SMPN 1 Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (15/9/2026). Kegiatan turut didampingi Pj. Danramil 1206-03/Batang Lupar Serma Oken Freddy.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak Karhutla. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan vegetasi, tetapi juga menghasilkan asap yang dapat mengganggu kesehatan, aktivitas belajar, perekonomian masyarakat, hingga merusak ekosistem.
Para siswa juga diingatkan untuk mewaspadai berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Mereka diimbau tidak bermain api di kawasan rawan, tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, serta segera melapor kepada orang dewasa atau aparat apabila menemukan titik api.
Kolonel Laut (PM) Sugeng Sibagio dan Letkol Laut Riski Hardani menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pelajar. Para siswa diharapkan dapat menjadi penyampai pesan positif mengenai pentingnya menjaga lingkungan kepada keluarga dan masyarakat di sekitar mereka.
Sementara itu, Pj. Danramil Batang Lupar Serma Oken Freddy mengatakan, membangun kesadaran sejak bangku sekolah merupakan langkah penting untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.
“Pelajar adalah generasi penerus. Kita ingin mereka tidak hanya mengetahui bahaya Karhutla, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut mencegahnya. Dari sekolah, pesan menjaga lingkungan dapat diteruskan ke keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan edukasi berlangsung dengan antusias. Para pelajar menyimak berbagai materi yang disampaikan dan diajak memahami bahwa menjaga hutan dan lingkungan merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan.
Penyuluhan Karhutla di lingkungan sekolah menjadi bagian dari langkah pencegahan yang dilakukan sebelum kebakaran terjadi. Melalui edukasi sejak dini, kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. (Haq)
KALBARONLINE.com – Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan secara masif. Tak hanya menyasar masyarakat di pelosok desa, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga masuk ke lingkungan sekolah untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Tim yang terdiri dari Kolonel Laut (PM) Sugeng Sibagio dan Letkol Laut Riski Hardani tersebut memberikan edukasi kepada pelajar SMPN 1 Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (15/9/2026). Kegiatan turut didampingi Pj. Danramil 1206-03/Batang Lupar Serma Oken Freddy.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak Karhutla. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan vegetasi, tetapi juga menghasilkan asap yang dapat mengganggu kesehatan, aktivitas belajar, perekonomian masyarakat, hingga merusak ekosistem.
Para siswa juga diingatkan untuk mewaspadai berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Mereka diimbau tidak bermain api di kawasan rawan, tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, serta segera melapor kepada orang dewasa atau aparat apabila menemukan titik api.
Kolonel Laut (PM) Sugeng Sibagio dan Letkol Laut Riski Hardani menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pelajar. Para siswa diharapkan dapat menjadi penyampai pesan positif mengenai pentingnya menjaga lingkungan kepada keluarga dan masyarakat di sekitar mereka.
Sementara itu, Pj. Danramil Batang Lupar Serma Oken Freddy mengatakan, membangun kesadaran sejak bangku sekolah merupakan langkah penting untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.
“Pelajar adalah generasi penerus. Kita ingin mereka tidak hanya mengetahui bahaya Karhutla, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut mencegahnya. Dari sekolah, pesan menjaga lingkungan dapat diteruskan ke keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan edukasi berlangsung dengan antusias. Para pelajar menyimak berbagai materi yang disampaikan dan diajak memahami bahwa menjaga hutan dan lingkungan merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan.
Penyuluhan Karhutla di lingkungan sekolah menjadi bagian dari langkah pencegahan yang dilakukan sebelum kebakaran terjadi. Melalui edukasi sejak dini, kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini