Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 07 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan hingga menyentuh langsung masyarakat di lapangan. Kali ini, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI memberikan edukasi kepada para pekerja perkebunan di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (6/9/2026).
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kapten Inf Anjar Yuniarto didampingi Babinsa Silat Hilir Pratu Fridy menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya dan dampak Karhutla kepada para pekerja perkebunan.
Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan para pekerja terhadap potensi terjadinya Karhutla. Edukasi diberikan secara langsung agar para pekerja memahami bahwa menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.
Kapten Inf Anjar Yuniarto mengatakan, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan.
“Pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran setiap orang. Para pekerja perkebunan memiliki peran penting karena berada langsung di lapangan. Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu api dan segera laporkan apabila menemukan titik api atau asap,” pesan Kapten Inf Anjar Yuniarto.
Dalam sosialisasi tersebut, para pekerja juga diingatkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan di sekitar perkebunan. Setiap potensi kebakaran perlu diantisipasi sedini mungkin agar api tidak berkembang dan meluas ke area lainnya.
Babinsa Silat Hilir Pratu Fridy turut mengajak para pekerja bersama-sama menjaga keamanan lingkungan perkebunan. Menurutnya, kepedulian dan kecepatan dalam menyampaikan informasi sangat penting dalam upaya mencegah Karhutla.
“Mari saling mengingatkan dan peduli terhadap lingkungan. Apabila melihat asap atau titik api, segera informasikan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama bahwa penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan saat api telah membesar. Pencegahan, kewaspadaan, edukasi dan kepedulian masyarakat menjadi benteng pertama untuk memutus potensi terjadinya kebakaran. (Haq)
KALBARONLINE.com – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan hingga menyentuh langsung masyarakat di lapangan. Kali ini, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI memberikan edukasi kepada para pekerja perkebunan di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (6/9/2026).
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kapten Inf Anjar Yuniarto didampingi Babinsa Silat Hilir Pratu Fridy menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya dan dampak Karhutla kepada para pekerja perkebunan.
Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan para pekerja terhadap potensi terjadinya Karhutla. Edukasi diberikan secara langsung agar para pekerja memahami bahwa menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.
Kapten Inf Anjar Yuniarto mengatakan, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan.
“Pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran setiap orang. Para pekerja perkebunan memiliki peran penting karena berada langsung di lapangan. Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu api dan segera laporkan apabila menemukan titik api atau asap,” pesan Kapten Inf Anjar Yuniarto.
Dalam sosialisasi tersebut, para pekerja juga diingatkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan di sekitar perkebunan. Setiap potensi kebakaran perlu diantisipasi sedini mungkin agar api tidak berkembang dan meluas ke area lainnya.
Babinsa Silat Hilir Pratu Fridy turut mengajak para pekerja bersama-sama menjaga keamanan lingkungan perkebunan. Menurutnya, kepedulian dan kecepatan dalam menyampaikan informasi sangat penting dalam upaya mencegah Karhutla.
“Mari saling mengingatkan dan peduli terhadap lingkungan. Apabila melihat asap atau titik api, segera informasikan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama bahwa penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan saat api telah membesar. Pencegahan, kewaspadaan, edukasi dan kepedulian masyarakat menjadi benteng pertama untuk memutus potensi terjadinya kebakaran. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini