Kapuas Hulu    

Cegah Karhutla Sebelum Api Berkobar, Tim Penyuluh Mabes TNI Edukasi Warga Madang Permai

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 05 September 2026
Cegah Karhutla Sebelum Api Berkobar, Tim Penyuluh Mabes TNI Edukasi Warga Madang Permai
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Semangat tersebut terus digaungkan TNI dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu.

Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran agar kebakaran dapat dicegah sebelum api berkobar dan meluas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyuluhan dan sosialisasi Karhutla oleh Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kapten Inf Tri Aryhndro, didampingi Babinsa Koramil 1206-15/Suhaid Pratu Rahul, di Kantor Desa Madang Permai, Kecamatan Suhaid, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim penyuluh memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, faktor yang dapat memicu kebakaran, serta dampak yang ditimbulkan apabila kebakaran tidak segera dicegah dan ditangani.

Kapten Inf Tri Aryhndro menekankan, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Peran masyarakat sangat penting karena warga merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lingkungan dan aktivitas pengelolaan lahan.

“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Hindari pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan segera laporkan apabila menemukan titik api,” tegasnya.

Menurutnya, Karhutla bukan hanya persoalan kerusakan hutan dan lahan. Dampaknya dapat merambah berbagai sektor, mulai dari munculnya kabut asap yang mengganggu kesehatan, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga kerusakan ekosistem.

Sementara itu, Babinsa Koramil 1206-15/Suhaid Pratu Rahul mengajak masyarakat Desa Madang Permai untuk terus meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

“Mari kita jaga wilayah ini bersama-sama. Jangan biarkan api kecil menjadi kebakaran besar. Jika menemukan titik api maupun kegiatan yang berpotensi menimbulkan Karhutla, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dengan sinergi, kewaspadaan, dan gotong royong, ancaman Karhutla diharapkan dapat diminimalisir. Sebab, mencegah satu titik api hari ini berarti menjaga kesehatan, lingkungan, dan masa depan masyarakat untuk hari esok. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Pipa Waduk Penepat Bocor Diperbaiki, Air Tawar Kembali Diproduksi
Friday, 04 September 2026
Artikel Sebelumnya
Rehan/Melati Tersingkir di Semifinal, Wakil China Melaju ke Final Pontianak Indonesia Masters
Friday, 04 September 2026

Berita terkait