Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 05 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Langkah tunggal putra Indonesia Dendi Triansyah terhenti di babak semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari wakil China, Sun Chao, di Pontianak, Sabtu (5/9/2026).
Dendi harus mengakui keunggulan Sun Chao dalam pertarungan tiga gim dengan skor 22-20, 10-21, 15-21. Sempat mengamankan gim pertama, Dendi kesulitan mengembangkan permainan setelah lawannya mengubah pola strategi pada gim kedua.
“Gim pertama lawan masih lebih banyak menurunkan bola jadi pola strategi saya masuk. Tapi di gim kedua dia mengubah dengan banyak mengangkat bola dan itu membuat saya kesulitan karena bola belakangnya tidak dapat menghasilkan poin,” ujar Dendi.
Memasuki gim penentuan, Dendi berusaha kembali mengimbangi permainan Sun Chao. Namun, kondisi fisiknya yang mulai menurun membuat upayanya tidak berjalan maksimal hingga akhirnya harus menyerahkan tiket final kepada wakil China tersebut.
“Di gim ketiga, saya sudah berusaha mengimbangi permainan tapi tidak maksimal karena kondisinya sudah menurun,” katanya.
Dendi menilai Sun Chao memiliki kematangan permainan yang lebih baik. Kekalahan tersebut pun menjadi bahan evaluasi bagi dirinya untuk meningkatkan kemampuan, terutama dalam menghadapi pertandingan dengan perolehan poin yang ketat.
“Lawannya lebih cukup matang daripada saya, ini evaluasi untuk ke depannya saya bisa lebih maksimal lagi. Kalau poinnya ketat harus kuat jaga pikirannya,” tutur Dendi.
Meski gagal mencapai partai puncak, Dendi tetap mensyukuri pencapaiannya di turnamen berlevel Super 100 tersebut. Sebelumnya, ia bersama tim menargetkan gelar juara pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
“Dari target diri dan pelatih pengennya juara. Hanya ya mungkin hasilnya sampai sini, saya masih tetap bersyukur bisa masuk semifinal di Indonesia Super 100,” pungkasnya.
KALBARONLINE.com – Langkah tunggal putra Indonesia Dendi Triansyah terhenti di babak semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari wakil China, Sun Chao, di Pontianak, Sabtu (5/9/2026).
Dendi harus mengakui keunggulan Sun Chao dalam pertarungan tiga gim dengan skor 22-20, 10-21, 15-21. Sempat mengamankan gim pertama, Dendi kesulitan mengembangkan permainan setelah lawannya mengubah pola strategi pada gim kedua.
“Gim pertama lawan masih lebih banyak menurunkan bola jadi pola strategi saya masuk. Tapi di gim kedua dia mengubah dengan banyak mengangkat bola dan itu membuat saya kesulitan karena bola belakangnya tidak dapat menghasilkan poin,” ujar Dendi.
Memasuki gim penentuan, Dendi berusaha kembali mengimbangi permainan Sun Chao. Namun, kondisi fisiknya yang mulai menurun membuat upayanya tidak berjalan maksimal hingga akhirnya harus menyerahkan tiket final kepada wakil China tersebut.
“Di gim ketiga, saya sudah berusaha mengimbangi permainan tapi tidak maksimal karena kondisinya sudah menurun,” katanya.
Dendi menilai Sun Chao memiliki kematangan permainan yang lebih baik. Kekalahan tersebut pun menjadi bahan evaluasi bagi dirinya untuk meningkatkan kemampuan, terutama dalam menghadapi pertandingan dengan perolehan poin yang ketat.
“Lawannya lebih cukup matang daripada saya, ini evaluasi untuk ke depannya saya bisa lebih maksimal lagi. Kalau poinnya ketat harus kuat jaga pikirannya,” tutur Dendi.
Meski gagal mencapai partai puncak, Dendi tetap mensyukuri pencapaiannya di turnamen berlevel Super 100 tersebut. Sebelumnya, ia bersama tim menargetkan gelar juara pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
“Dari target diri dan pelatih pengennya juara. Hanya ya mungkin hasilnya sampai sini, saya masih tetap bersyukur bisa masuk semifinal di Indonesia Super 100,” pungkasnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini