Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 27 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Dendi Triansyah, harus mengakhiri kiprahnya di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Unggulan kelima tersebut tersingkir pada babak 32 besar setelah dikalahkan wakil China Taipei, Wei-Cheng Su, Kamis (27/8/2026).
Dendi harus mengakui keunggulan Wei-Cheng Su dalam dua gim langsung dengan skor 20-22, 18-21. Hasil tersebut membuat langkahnya di turnamen yang berlangsung di Pontianak terhenti lebih awal.
Dendi menilai lawannya mampu tampil matang dan ulet sepanjang pertandingan. Permainan Wei-Cheng Su, terutama dalam mengantisipasi bola-bola belakang lapangan, membuat Dendi kesulitan mengembangkan permainan.
Di sisi lain, Dendi mengakui dirinya terlalu terburu-buru ketika berusaha mengakhiri reli. Kondisi tersebut justru membuat sejumlah kesalahan terjadi.
“Lawan saya cukup matang dan ulet, pukulan bola belakangnya juga lumayan bagus. Saya banyak mati sendiri dan terlalu terburu-buru untuk mematikan dia,” ujar Dendi.
Meski sempat tertinggal, Dendi sebenarnya masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan pada penghujung kedua gim. Ia mampu memberikan tekanan dan mengejar perolehan angka, tetapi ketegangan membuat momentum tersebut tidak berhasil dimanfaatkan.
“Secara pola yang diterapkan sebenarnya sudah benar. Di akhir gim pertama maupun kedua sudah bisa mengejar, tapi sayang ada faktor ketegangan sehingga gagal membalikkan keadaan,” katanya.
Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dendi. Ia menyebut stamina dan konsistensi dalam menerapkan pola permainan menjadi sejumlah hal yang perlu diperbaiki.
“Saya harus meningkatkan stamina dan cara mainnya diteguhkan lagi. Tadi masih banyak bolong-bolongnya,” tutup Dendi.
KALBARONLINE.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Dendi Triansyah, harus mengakhiri kiprahnya di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Unggulan kelima tersebut tersingkir pada babak 32 besar setelah dikalahkan wakil China Taipei, Wei-Cheng Su, Kamis (27/8/2026).
Dendi harus mengakui keunggulan Wei-Cheng Su dalam dua gim langsung dengan skor 20-22, 18-21. Hasil tersebut membuat langkahnya di turnamen yang berlangsung di Pontianak terhenti lebih awal.
Dendi menilai lawannya mampu tampil matang dan ulet sepanjang pertandingan. Permainan Wei-Cheng Su, terutama dalam mengantisipasi bola-bola belakang lapangan, membuat Dendi kesulitan mengembangkan permainan.
Di sisi lain, Dendi mengakui dirinya terlalu terburu-buru ketika berusaha mengakhiri reli. Kondisi tersebut justru membuat sejumlah kesalahan terjadi.
“Lawan saya cukup matang dan ulet, pukulan bola belakangnya juga lumayan bagus. Saya banyak mati sendiri dan terlalu terburu-buru untuk mematikan dia,” ujar Dendi.
Meski sempat tertinggal, Dendi sebenarnya masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan pada penghujung kedua gim. Ia mampu memberikan tekanan dan mengejar perolehan angka, tetapi ketegangan membuat momentum tersebut tidak berhasil dimanfaatkan.
“Secara pola yang diterapkan sebenarnya sudah benar. Di akhir gim pertama maupun kedua sudah bisa mengejar, tapi sayang ada faktor ketegangan sehingga gagal membalikkan keadaan,” katanya.
Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dendi. Ia menyebut stamina dan konsistensi dalam menerapkan pola permainan menjadi sejumlah hal yang perlu diperbaiki.
“Saya harus meningkatkan stamina dan cara mainnya diteguhkan lagi. Tadi masih banyak bolong-bolongnya,” tutup Dendi.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini