Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 27 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, harus melewati pertandingan ketat saat menghadapi sesama wakil Indonesia, Verrel Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, pada babak 16 besar Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (27/8/2026), Dejan/Apriyani akhirnya mengamankan kemenangan dalam tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-19.
Dejan/Apriyani sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan baik. Mereka mengamankan gim pertama dengan skor 21-16 sebelum Verrel/Bernadine bangkit dan merebut gim kedua 21-16.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui gim ketiga. Dejan/Apriyani sempat berada dalam posisi menguntungkan dan hanya membutuhkan satu poin lagi untuk menyelesaikan pertandingan.
Namun, kondisi tersebut justru membuat permainan mereka menjadi terlalu hati-hati. Kesempatan untuk segera menutup pertandingan tidak langsung dimanfaatkan hingga lawan kembali memberikan tekanan.
“Iya, tadi di set ketiga kami sebenarnya sudah unggul dan tinggal membutuhkan satu poin lagi. Karena itu, kami jadi terlalu hati-hati dan terlalu fokus mengejar satu poin. Akhirnya permainan kami justru menjadi kurang lepas dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri,” ujar Apriyani.
Verrel/Bernadine kemudian terus memberikan perlawanan. Kepercayaan diri pasangan tersebut meningkat sehingga pertandingan berlangsung semakin tegang hingga penghujung gim ketiga.
Apriyani mengatakan, dirinya bersama Dejan sebenarnya sudah memahami karakter permainan lawan karena kedua pasangan cukup sering bertemu dan berlatih bersama.
“Kami sebenarnya sudah mengantisipasi kelebihan dan kekurangan masing-masing karena sudah sering bertemu dan latihan bersama. Kami tahu mereka tipe pemain yang terus masuk dan mengejar bola. Jadi, sebelum bolanya benar-benar berhenti, kami juga tidak boleh berhenti,” katanya.
Pertandingan melawan sesama pemain Indonesia tersebut menjadi pengalaman penting bagi Dejan/Apriyani untuk menghadapi laga berikutnya. Keduanya menyadari bahwa persiapan strategi menjadi salah satu faktor penting ketika berhadapan dengan lawan yang sudah saling mengenal pola permainan.
Dejan Ferdinansyah mengatakan strategi harus dipersiapkan dengan matang sebelum pertandingan dimulai.
“Karena sudah sama-sama tahu permainan dan sering latihan bersama, mungkin yang paling penting adalah mempersiapkan strategi sebelum masuk lapangan,” ujar Dejan.
Menurutnya, setelah pertandingan dimulai, kesiapan dan keberanian untuk terus bertarung juga menjadi penentu. Pemain yang lebih siap sejak awal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mengambil kendali permainan.
“Setelah di lapangan, kami tinggal sama-sama fight. Siapa yang lebih siap sejak awal pertandingan, kemungkinan bisa lebih dulu mengambil strategi dan menguasai permainan,” tuturnya.
Sebelum bertemu di babak 16 besar, kedua pasangan tersebut sama-sama melewati babak 32 besar dengan mengalahkan wakil China Taipei. Dejan/Apriyani lebih dulu memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menang dua gim langsung atas Lin Ting Yu/Tsai Ruo Lin dengan skor 21-11, 21-5.
Sementara itu, Verrel/Bernadine harus bekerja lebih keras untuk melewati babak 32 besar. Mereka mengalahkan wakil China Taipei, Ming Chen Lu/Chou Yu An, melalui pertandingan tiga gim.
Usai pertandingan babak 32 besar, Verrel mengaku bersyukur bisa meraih kemenangan tanpa mengalami cedera. Ia menyebut lawannya memiliki kualitas yang baik sehingga kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi mereka.
“Puji Tuhan bersyukur bisa main tanpa cedera dan diberikan kemenangan. Memang lawan tidak gampang, Ming Chen Lu punya kualitas yang baik. Setelah kalah di gim pertama, kami coba menguatkan fokus dan meningkatkan hawa di dalam lapangan, jangan sampai kalah hawanya sama mereka. Pola permainan juga coba menerapkan yang sudah kami rencanakan,” ujar Verrel.
Menurut Verrel, turnamen di Pontianak merupakan turnamen kedua mereka sebagai pasangan. Karena itu, keduanya ingin terus memperbaiki permainan, terutama dalam pemantapan pola permainan dan pertahanan.
“Ini turnamen kedua kami dan pastinya kami ingin lebih baik. Evaluasi dari turnamen pertama lebih ke pemantapan pola main dan penguatan defense,” katanya.
Bernadine mengaku masih harus beradaptasi dengan suasana lapangan karena pertandingan tersebut menjadi penampilan pertamanya. Namun, secara keseluruhan ia tidak mengalami kendala berarti.
“Hari ini masih kaget dengan suasana lapangan karena ini pertandingan pertama. Kami masih beradaptasi, masih meraba-raba. Tapi untuk keseluruhan tidak ada kendala yang berarti,” ujar Bernadine.
Mengetahui akan bertemu Dejan/Apriyani di babak 16 besar, Bernadine menyadari pasangan senior tersebut memiliki pengalaman lebih banyak. Meski begitu, ia memilih menganggap pertandingan tersebut seperti sesi latihan.
“Nanti di babak 16 besar akan bertemu Dejan/Apriyani, mereka senior kami dan lebih berpengalaman jadi kami mau menganggap seperti di latihan saja, seperti sparring,” katanya.
Bernadine dan Verrel juga memiliki pengalaman bermain bersama sejak masih berada di klub. Hal tersebut membuat keduanya tidak perlu membangun chemistry dari awal ketika kembali dipasangkan.
“Dulu waktu di klub kan kami pernah berpasangan jadi saat mulai dipasangkan, tidak dari nol banget lagi, sedikit-sedikit ingat bagaimana enaknya di lapangan,” tutur Bernadine.
Kemenangan atas Verrel/Bernadine memastikan Dejan/Apriyani melaju ke babak berikutnya Polytron Pontianak International Challenge 2026. Bagi keduanya, pertandingan tiga gim tersebut sekaligus menjadi evaluasi untuk menjaga fokus dan bermain lebih lepas ketika berada dalam posisi unggul.
KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, harus melewati pertandingan ketat saat menghadapi sesama wakil Indonesia, Verrel Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, pada babak 16 besar Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (27/8/2026), Dejan/Apriyani akhirnya mengamankan kemenangan dalam tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-19.
Dejan/Apriyani sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan baik. Mereka mengamankan gim pertama dengan skor 21-16 sebelum Verrel/Bernadine bangkit dan merebut gim kedua 21-16.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui gim ketiga. Dejan/Apriyani sempat berada dalam posisi menguntungkan dan hanya membutuhkan satu poin lagi untuk menyelesaikan pertandingan.
Namun, kondisi tersebut justru membuat permainan mereka menjadi terlalu hati-hati. Kesempatan untuk segera menutup pertandingan tidak langsung dimanfaatkan hingga lawan kembali memberikan tekanan.
“Iya, tadi di set ketiga kami sebenarnya sudah unggul dan tinggal membutuhkan satu poin lagi. Karena itu, kami jadi terlalu hati-hati dan terlalu fokus mengejar satu poin. Akhirnya permainan kami justru menjadi kurang lepas dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri,” ujar Apriyani.
Verrel/Bernadine kemudian terus memberikan perlawanan. Kepercayaan diri pasangan tersebut meningkat sehingga pertandingan berlangsung semakin tegang hingga penghujung gim ketiga.
Apriyani mengatakan, dirinya bersama Dejan sebenarnya sudah memahami karakter permainan lawan karena kedua pasangan cukup sering bertemu dan berlatih bersama.
“Kami sebenarnya sudah mengantisipasi kelebihan dan kekurangan masing-masing karena sudah sering bertemu dan latihan bersama. Kami tahu mereka tipe pemain yang terus masuk dan mengejar bola. Jadi, sebelum bolanya benar-benar berhenti, kami juga tidak boleh berhenti,” katanya.
Pertandingan melawan sesama pemain Indonesia tersebut menjadi pengalaman penting bagi Dejan/Apriyani untuk menghadapi laga berikutnya. Keduanya menyadari bahwa persiapan strategi menjadi salah satu faktor penting ketika berhadapan dengan lawan yang sudah saling mengenal pola permainan.
Dejan Ferdinansyah mengatakan strategi harus dipersiapkan dengan matang sebelum pertandingan dimulai.
“Karena sudah sama-sama tahu permainan dan sering latihan bersama, mungkin yang paling penting adalah mempersiapkan strategi sebelum masuk lapangan,” ujar Dejan.
Menurutnya, setelah pertandingan dimulai, kesiapan dan keberanian untuk terus bertarung juga menjadi penentu. Pemain yang lebih siap sejak awal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mengambil kendali permainan.
“Setelah di lapangan, kami tinggal sama-sama fight. Siapa yang lebih siap sejak awal pertandingan, kemungkinan bisa lebih dulu mengambil strategi dan menguasai permainan,” tuturnya.
Sebelum bertemu di babak 16 besar, kedua pasangan tersebut sama-sama melewati babak 32 besar dengan mengalahkan wakil China Taipei. Dejan/Apriyani lebih dulu memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menang dua gim langsung atas Lin Ting Yu/Tsai Ruo Lin dengan skor 21-11, 21-5.
Sementara itu, Verrel/Bernadine harus bekerja lebih keras untuk melewati babak 32 besar. Mereka mengalahkan wakil China Taipei, Ming Chen Lu/Chou Yu An, melalui pertandingan tiga gim.
Usai pertandingan babak 32 besar, Verrel mengaku bersyukur bisa meraih kemenangan tanpa mengalami cedera. Ia menyebut lawannya memiliki kualitas yang baik sehingga kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi mereka.
“Puji Tuhan bersyukur bisa main tanpa cedera dan diberikan kemenangan. Memang lawan tidak gampang, Ming Chen Lu punya kualitas yang baik. Setelah kalah di gim pertama, kami coba menguatkan fokus dan meningkatkan hawa di dalam lapangan, jangan sampai kalah hawanya sama mereka. Pola permainan juga coba menerapkan yang sudah kami rencanakan,” ujar Verrel.
Menurut Verrel, turnamen di Pontianak merupakan turnamen kedua mereka sebagai pasangan. Karena itu, keduanya ingin terus memperbaiki permainan, terutama dalam pemantapan pola permainan dan pertahanan.
“Ini turnamen kedua kami dan pastinya kami ingin lebih baik. Evaluasi dari turnamen pertama lebih ke pemantapan pola main dan penguatan defense,” katanya.
Bernadine mengaku masih harus beradaptasi dengan suasana lapangan karena pertandingan tersebut menjadi penampilan pertamanya. Namun, secara keseluruhan ia tidak mengalami kendala berarti.
“Hari ini masih kaget dengan suasana lapangan karena ini pertandingan pertama. Kami masih beradaptasi, masih meraba-raba. Tapi untuk keseluruhan tidak ada kendala yang berarti,” ujar Bernadine.
Mengetahui akan bertemu Dejan/Apriyani di babak 16 besar, Bernadine menyadari pasangan senior tersebut memiliki pengalaman lebih banyak. Meski begitu, ia memilih menganggap pertandingan tersebut seperti sesi latihan.
“Nanti di babak 16 besar akan bertemu Dejan/Apriyani, mereka senior kami dan lebih berpengalaman jadi kami mau menganggap seperti di latihan saja, seperti sparring,” katanya.
Bernadine dan Verrel juga memiliki pengalaman bermain bersama sejak masih berada di klub. Hal tersebut membuat keduanya tidak perlu membangun chemistry dari awal ketika kembali dipasangkan.
“Dulu waktu di klub kan kami pernah berpasangan jadi saat mulai dipasangkan, tidak dari nol banget lagi, sedikit-sedikit ingat bagaimana enaknya di lapangan,” tutur Bernadine.
Kemenangan atas Verrel/Bernadine memastikan Dejan/Apriyani melaju ke babak berikutnya Polytron Pontianak International Challenge 2026. Bagi keduanya, pertandingan tiga gim tersebut sekaligus menjadi evaluasi untuk menjaga fokus dan bermain lebih lepas ketika berada dalam posisi unggul.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini