Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 24 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Apriyani Rahayu bakal mencoba tantangan baru di Polytron Pontianak International Challenge 2026. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu akan turun di nomor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.
Keduanya akan bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, pada 25–30 Agustus 2026.
Bermain di nomor ganda campuran menjadi pengalaman berbeda bagi Apriyani. Selama bertahun-tahun, ia lebih dikenal sebagai pemain ganda putri.
“Kali ini cukup berbeda. Sebelumnya saya bermain di ganda putri, sekarang saya bermain di ganda campuran,” kata Apriyani saat konferensi pers.
Menurut Apriyani, salah satu kunci utama dalam ganda campuran adalah membangun komunikasi dengan pasangan. Komunikasi tersebut tak hanya dibutuhkan di luar lapangan, tetapi juga saat pertandingan berlangsung.
“Di nomor ini, komunikasi memang harus terjalin dengan baik. Cara berkomunikasi antara pasangan laki-laki dan perempuan juga berbeda. Jadi, saya dan pasangan terus mengupayakan bagaimana agar komunikasi kami tidak miss,” ujarnya.
Ia menyebut komunikasi selama pertandingan menjadi salah satu aspek yang masih harus terus ditingkatkan sejak awal laga.
“Alhamdulillah, sejauh ini berjalan dengan baik. Bukan hanya komunikasi di luar lapangan, tetapi komunikasi saat bertanding juga sangat penting. Itu yang harus kami tingkatkan sejak awal,” lanjutnya.
Selain komunikasi, Apriyani juga menghadapi tantangan dari sisi pola permainan. Perubahan nomor membuatnya harus menyesuaikan peran yang selama ini ia jalankan di ganda putri.
Di ganda putri, Apriyani terbiasa menjadi playmaker dan lebih banyak mengambil peran dari area belakang lapangan. Sementara di ganda campuran, ia dituntut lebih aktif bermain di depan.
“Mungkin kesulitannya adalah saya harus beradaptasi dengan pola permainan. Di ganda putri, saya lebih berperan sebagai playmaker dan pemain belakang. Sementara di ganda campuran, saya harus lebih banyak bermain di depan,” ungkap Apriyani.
Perubahan tersebut membuat Apriyani harus menyesuaikan teknik hingga cara mengatur bola selama pertandingan.
“Jadi, ada beberapa hal yang harus saya sesuaikan, mulai dari cara bermain hingga bagaimana saya mengatur bola. Adaptasinya lebih kepada teknik dan pola permainan karena memang berbeda dengan ganda putri,” jelasnya.
Meski membawa tantangan tersendiri, Apriyani melihat kesempatan bermain ganda campuran sebagai pengalaman baru yang ingin dijalani dengan serius.
Kini, penampilannya bersama Dejan Ferdinansyah di Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi kesempatan bagi Apriyani untuk menguji kemampuan sekaligus beradaptasi dengan karakter permainan yang berbeda dari nomor yang selama ini ia geluti. (Lid)
KALBARONLINE.com – Apriyani Rahayu bakal mencoba tantangan baru di Polytron Pontianak International Challenge 2026. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu akan turun di nomor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.
Keduanya akan bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, pada 25–30 Agustus 2026.
Bermain di nomor ganda campuran menjadi pengalaman berbeda bagi Apriyani. Selama bertahun-tahun, ia lebih dikenal sebagai pemain ganda putri.
“Kali ini cukup berbeda. Sebelumnya saya bermain di ganda putri, sekarang saya bermain di ganda campuran,” kata Apriyani saat konferensi pers.
Menurut Apriyani, salah satu kunci utama dalam ganda campuran adalah membangun komunikasi dengan pasangan. Komunikasi tersebut tak hanya dibutuhkan di luar lapangan, tetapi juga saat pertandingan berlangsung.
“Di nomor ini, komunikasi memang harus terjalin dengan baik. Cara berkomunikasi antara pasangan laki-laki dan perempuan juga berbeda. Jadi, saya dan pasangan terus mengupayakan bagaimana agar komunikasi kami tidak miss,” ujarnya.
Ia menyebut komunikasi selama pertandingan menjadi salah satu aspek yang masih harus terus ditingkatkan sejak awal laga.
“Alhamdulillah, sejauh ini berjalan dengan baik. Bukan hanya komunikasi di luar lapangan, tetapi komunikasi saat bertanding juga sangat penting. Itu yang harus kami tingkatkan sejak awal,” lanjutnya.
Selain komunikasi, Apriyani juga menghadapi tantangan dari sisi pola permainan. Perubahan nomor membuatnya harus menyesuaikan peran yang selama ini ia jalankan di ganda putri.
Di ganda putri, Apriyani terbiasa menjadi playmaker dan lebih banyak mengambil peran dari area belakang lapangan. Sementara di ganda campuran, ia dituntut lebih aktif bermain di depan.
“Mungkin kesulitannya adalah saya harus beradaptasi dengan pola permainan. Di ganda putri, saya lebih berperan sebagai playmaker dan pemain belakang. Sementara di ganda campuran, saya harus lebih banyak bermain di depan,” ungkap Apriyani.
Perubahan tersebut membuat Apriyani harus menyesuaikan teknik hingga cara mengatur bola selama pertandingan.
“Jadi, ada beberapa hal yang harus saya sesuaikan, mulai dari cara bermain hingga bagaimana saya mengatur bola. Adaptasinya lebih kepada teknik dan pola permainan karena memang berbeda dengan ganda putri,” jelasnya.
Meski membawa tantangan tersendiri, Apriyani melihat kesempatan bermain ganda campuran sebagai pengalaman baru yang ingin dijalani dengan serius.
Kini, penampilannya bersama Dejan Ferdinansyah di Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi kesempatan bagi Apriyani untuk menguji kemampuan sekaligus beradaptasi dengan karakter permainan yang berbeda dari nomor yang selama ini ia geluti. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini