Pontianak    

Pontianak Dipilih Jadi Tuan Rumah 2 Turnamen Badminton Internasional, Ini Alasannya

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 24 August 2026
Pontianak Dipilih Jadi Tuan Rumah 2 Turnamen Badminton Internasional, Ini Alasannya
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika saat menanggapi pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Pontianak, Senin (24/8/2026) (Foto: istimewa)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pontianak dipercaya menjadi tuan rumah dua turnamen bulu tangkis internasional pada 2026. Penunjukan tersebut tak lepas dari penilaian Badminton World Federation (BWF) terhadap kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung di Kota Khatulistiwa.

Dua turnamen yang akan digelar yakni Polytron Pontianak International Challenge 2026 dan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100.

Untuk Polytron Pontianak International Challenge 2026, pertandingan berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani pada 25–30 Agustus 2026. Turnamen ini diikuti peserta dari 17 negara dan masuk dalam kalender resmi BWF kategori International Challenge dengan total hadiah US$20 ribu.

Ketua Panitia, Yuni Kartika, mengatakan Pontianak dipilih setelah melalui survei BWF. Hasil survei tersebut menunjukkan Pontianak dinilai memenuhi berbagai kebutuhan untuk menggelar kompetisi bulu tangkis bertaraf internasional.

“Berdasarkan survei dari BWF, Pontianak dinyatakan layak karena punya GOR yang bagus, kemudian sebagai ibu kota provinsi, dan penyediaan hotel sangat baik. Ruang-ruang pendukung di hotel juga sangat memadai. Oleh karena itu Pontianak dipilih dalam dua kejuaraan sekaligus,” ujar Yuni.

Menurutnya, kesiapan bukan hanya dilihat dari arena pertandingan, tetapi juga fasilitas pendukung seperti akomodasi bagi para atlet dan peserta.

Pelaksanaan turnamen kali ini berlangsung di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Panitia pun berupaya memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya pertandingan.

“Itu harapan kita semua, pertandingan tetap lancar. Kita akan mengusahakan yang terbaik. Di dalam pertandingan clear, di luar pertandingan kita akan coba memberikan masker kepada atlet yang bertanding,” katanya.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung juga cukup tinggi. Tiket babak final yang akan digelar pada 30 Agustus 2026 bahkan telah terjual lebih dari 95 persen.

Meski begitu, masyarakat yang masih ingin menyaksikan pertandingan secara langsung tetap bisa membeli tiket di tiket box pada hari pertandingan.

Ketua Pengprov PBSI Kalbar Joko Sularso mengatakan, proses Pontianak menjadi tuan rumah turnamen internasional dilakukan melalui pengajuan proposal kepada PP PBSI.

Ia berharap kejuaraan internasional tersebut tidak berhenti sebagai ajang pertandingan semata. Kehadiran turnamen di Pontianak diharapkan bisa menjadi momentum untuk mendorong pembinaan atlet bulu tangkis Kalbar agar mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

“Kami harapkan Pontianak dan Kalbar mendapatkan kesempatan untuk bisa membina atlet yang berprestasi nasional maupun internasional,” ujar Joko.

Bagi masyarakat yang ingin menonton langsung, tiket dibanderol Rp20 ribu untuk seluruh babak. Setiap tiket juga mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10 ribu.

Tiket dapat dibeli melalui tiket.com maupun tiket box di GOR Terpadu Ahmad Yani. Tiket box dibuka 20 menit sebelum pertandingan dimulai.

Sementara itu, pertandingan semifinal pada 29 Agustus dan final pada 30 Agustus 2026 akan disiarkan langsung melalui iNews TV. Laga final dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Modal Rp20 Ribu, Bisa Nonton Turnamen Bulutangkis Internasional di Pontianak
Monday, 24 August 2026
Artikel Sebelumnya
4.228 Hektare Lahan Terbakar di Kayong Utara, 3.460 Titik Api Terdeteksi
Monday, 24 August 2026

Berita terkait