Pontianak    

Pontianak Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen Bulutangkis Internasional, Atlet dari 15 Negara Dijadwalkan Hadir

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 09 July 2026
Pontianak Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen Bulutangkis Internasional, Atlet dari 15 Negara Dijadwalkan Hadir
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima audiensi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Ruang VIP Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (9/7/2026) (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kota Pontianak kembali dipercaya menjadi tuan rumah dua turnamen bulutangkis internasional, yakni Polytron Indonesia International Challenge 2026 dan Polytron Indonesia Masters Super 100 2026. Kedua ajang yang masuk kalender resmi Badminton Asia dan Badminton World Federation (BWF) itu akan digelar di GOR Terpadu A. Yani Pontianak.

Polytron Indonesia International Challenge 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–30 Agustus 2026. Sementara Polytron Indonesia Masters Super 100 2026 akan digelar pada 1–6 September 2026.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut positif penyelenggaraan dua kejuaraan internasional tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak siap memberikan dukungan penuh karena ajang ini sejalan dengan pengembangan konsep sport tourism yang terus didorong di Kota Pontianak.

Ia mengatakan, Pontianak telah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional. Salah satunya adalah suksesnya penyelenggaraan AVC Men's Volleyball Champions League 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak pada Mei lalu.

“Dengan menjadi tuan rumah tentu menjadi branding Pontianak. Dengan ini, kita berharap bisa terus menggelorakan bulutangkis di Kalbar,” katanya saat menerima audiensi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (9/7/2026).

Edi menilai kehadiran atlet dari berbagai negara akan menjadi kesempatan berharga bagi atlet-atlet lokal untuk belajar secara langsung, baik dari sisi teknik, mental bertanding, maupun atmosfer kompetisi internasional.

“Ini kesempatan bagi atlet lokal untuk belajar langsung dan menjadikannya motivasi untuk meningkatkan prestasi. Saya harap dari KONI dan PBSI Pontianak bisa ambil kesempatan ini untuk coaching clinic atlet kita,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan dua turnamen tersebut berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga, perekonomian, pariwisata, dan promosi Kota Pontianak.

“Pontianak siap menyambut. Semoga kegiatan ini sukses dan membawa manfaat besar bagi olahraga, ekonomi, dan promosi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Wino Sumarno, mengatakan Pontianak dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki lokasi yang strategis, akses transportasi yang mudah, serta fasilitas GOR yang dinilai memadai untuk menggelar kejuaraan internasional.

“Pontianak dipilih karena pas dan strategis. Aksesnya mudah dan kualitas GOR juga baik,” katanya.

Wino mengungkapkan, turnamen tahun ini diperkirakan akan diikuti atlet dari sekitar 15 negara. Pada penyelenggaraan sebelumnya, jumlah peserta mencapai sekitar 260 atlet, belum termasuk ofisial dan keluarga.

Menurutnya, sejumlah negara seperti Taipei, Amerika Serikat, dan Prancis telah menyampaikan informasi awal mengenai keikutsertaan mereka dalam kejuaraan tersebut.

Selain menjadi ajang perebutan poin peringkat dunia dan hadiah, turnamen ini diharapkan mampu membangkitkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga bulutangkis.

Dengan kapasitas GOR sekitar 4.000 penonton, Wino berharap masyarakat Kalimantan Barat dapat memadati arena pertandingan untuk memberikan dukungan sekaligus menciptakan atmosfer kompetisi yang semarak.

“Kami berharap stadion selalu penuh, dan masyarakat hadir untuk menggelorakan bulutangkis di Pontianak dan Kalbar,” ujarnya.

Selain mendukung pembinaan olahraga, penyelenggaraan dua turnamen internasional tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah Kota Pontianak bersama panitia akan melibatkan pelaku UMKM agar sektor kuliner, perhotelan, transportasi, hingga jasa pendukung lainnya turut merasakan manfaat dari kehadiran atlet dan tamu dari berbagai negara. (*)

Artikel Selanjutnya
Berani Keluar dari Zona Nyaman, Yvanna Zhafira Siap Tunjukkan Potensi di Bujang dan Dare Pontianak 2026
Thursday, 09 July 2026
Artikel Sebelumnya
Laskar Jagadilaga Ultimatum PLN, Siap Duduki Kantor hingga PLTU Ketapang Jika Listrik Tak Normal 11 Juli
Thursday, 09 July 2026

Berita terkait