Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 09 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (7/7/2026). Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memastikan hingga saat ini belum menerima laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data BMKG, dari total 32 hotspot yang terdeteksi di Kalimantan Barat, sebanyak 23 titik berada di Kabupaten Ketapang dengan tingkat kepercayaan menengah.
Selain itu, BMKG juga memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat, termasuk Ketapang, masuk kategori sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan pada periode 8 hingga 14 Juli 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca yang cenderung kering sehingga meningkatkan potensi munculnya hotspot di sejumlah daerah.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap hotspot sebagai titik api.
Menurutnya, hotspot merupakan indikator suhu panas yang terdeteksi satelit dan belum tentu menunjukkan adanya kebakaran hutan maupun lahan.
“Titik hotspot ini kan belum tentu titik api, karena bukan firespot. Jadi fungsi kesiapsiagaan kita tetap,” kata Yunifar saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Ketapang terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui koordinasi rutin dengan camat serta petugas yang bertugas di posko pemantauan. Selain itu, kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap karhutla juga telah dipetakan untuk mempermudah pengawasan.
“Ini dapat kita buktikan dengan seringnya kami berkomunikasi dengan camat, dengan petugas-petugas kami yang ada di posko. Memang secara peta sudah terpetakan mana zona-zona yang berisiko tinggi dan mana zona-zona yang terlihat lebih aman,” ujarnya.
Meski jumlah hotspot di Ketapang mendominasi di Kalimantan Barat, Yunifar menegaskan hingga kini belum ada laporan kebakaran hutan dan lahan yang diterima BPBD.
“Sementara untuk sekarang belum ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila terdapat masyarakat yang membuka lahan menggunakan kearifan lokal untuk keperluan pertanian, pemerintah desa maupun camat biasanya akan menyampaikan pemberitahuan kepada BPBD agar aktivitas tersebut dapat dipantau.
“Kalaupun ada, biasanya ada laporan yang masuk dari camat atau desa bahwa di wilayah tersebut akan membuka lahan dengan kearifan lokal untuk pertanian,” katanya.
BPBD Kabupaten Ketapang juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan seiring kondisi cuaca yang semakin kering. Warga diminta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (7/7/2026). Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memastikan hingga saat ini belum menerima laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data BMKG, dari total 32 hotspot yang terdeteksi di Kalimantan Barat, sebanyak 23 titik berada di Kabupaten Ketapang dengan tingkat kepercayaan menengah.
Selain itu, BMKG juga memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat, termasuk Ketapang, masuk kategori sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan pada periode 8 hingga 14 Juli 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca yang cenderung kering sehingga meningkatkan potensi munculnya hotspot di sejumlah daerah.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap hotspot sebagai titik api.
Menurutnya, hotspot merupakan indikator suhu panas yang terdeteksi satelit dan belum tentu menunjukkan adanya kebakaran hutan maupun lahan.
“Titik hotspot ini kan belum tentu titik api, karena bukan firespot. Jadi fungsi kesiapsiagaan kita tetap,” kata Yunifar saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Ketapang terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui koordinasi rutin dengan camat serta petugas yang bertugas di posko pemantauan. Selain itu, kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap karhutla juga telah dipetakan untuk mempermudah pengawasan.
“Ini dapat kita buktikan dengan seringnya kami berkomunikasi dengan camat, dengan petugas-petugas kami yang ada di posko. Memang secara peta sudah terpetakan mana zona-zona yang berisiko tinggi dan mana zona-zona yang terlihat lebih aman,” ujarnya.
Meski jumlah hotspot di Ketapang mendominasi di Kalimantan Barat, Yunifar menegaskan hingga kini belum ada laporan kebakaran hutan dan lahan yang diterima BPBD.
“Sementara untuk sekarang belum ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila terdapat masyarakat yang membuka lahan menggunakan kearifan lokal untuk keperluan pertanian, pemerintah desa maupun camat biasanya akan menyampaikan pemberitahuan kepada BPBD agar aktivitas tersebut dapat dipantau.
“Kalaupun ada, biasanya ada laporan yang masuk dari camat atau desa bahwa di wilayah tersebut akan membuka lahan dengan kearifan lokal untuk pertanian,” katanya.
BPBD Kabupaten Ketapang juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan seiring kondisi cuaca yang semakin kering. Warga diminta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini