Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 23 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memastikan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dilakukan. Saat ini, pemerintah daerah tinggal menunggu pelaksanaan Apel Siaga Karhutla tingkat kabupaten sebagai bagian dari penguatan kesiapan menghadapi musim rawan kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan sejumlah tahapan persiapan telah dilaksanakan, mulai dari pengecekan sarana dan prasarana, rapat tim terpadu, hingga apel kesiagaan di tingkat kecamatan dan perusahaan.
"Upaya mitigasi sudah kita lakukan. Tinggal apel siaga tingkat kabupaten yang belum dilaksanakan, kita menunggu waktu yang tepat," ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Yunifar, status siaga karhutla di Kabupaten Ketapang masih berlaku hingga akhir Juni dan akan diperpanjang sesuai kebutuhan serta perkembangan kondisi di lapangan. Meski beberapa wilayah masih diguyur hujan, BPBD tetap meningkatkan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah provinsi guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengakui salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum tersedianya helikopter yang disiagakan di Ketapang. Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla lebih bertumpu pada tim darat, terutama untuk menjangkau titik kebakaran yang berada jauh dari akses jalan maupun sumber air.
"Secara kesiapsiagaan kita sudah siap, tinggal action saja," tegasnya.
Selain menyiapkan personel dan peralatan, BPBD Ketapang juga telah memberikan pelatihan penggunaan mobil pemadam kepada personel TNI. Dukungan peralatan penanggulangan karhutla juga telah disalurkan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan perkebunan di Ketapang disebut mulai menerapkan ketentuan pencegahan kebakaran sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025 tentang pembukaan dan pengolahan lahan tanpa membakar.
Dengan berbagai langkah mitigasi karhutla yang telah dilakukan, BPBD Ketapang berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan sehingga dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat dapat dicegah sejak dini. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memastikan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dilakukan. Saat ini, pemerintah daerah tinggal menunggu pelaksanaan Apel Siaga Karhutla tingkat kabupaten sebagai bagian dari penguatan kesiapan menghadapi musim rawan kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan sejumlah tahapan persiapan telah dilaksanakan, mulai dari pengecekan sarana dan prasarana, rapat tim terpadu, hingga apel kesiagaan di tingkat kecamatan dan perusahaan.
"Upaya mitigasi sudah kita lakukan. Tinggal apel siaga tingkat kabupaten yang belum dilaksanakan, kita menunggu waktu yang tepat," ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Yunifar, status siaga karhutla di Kabupaten Ketapang masih berlaku hingga akhir Juni dan akan diperpanjang sesuai kebutuhan serta perkembangan kondisi di lapangan. Meski beberapa wilayah masih diguyur hujan, BPBD tetap meningkatkan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah provinsi guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengakui salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum tersedianya helikopter yang disiagakan di Ketapang. Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla lebih bertumpu pada tim darat, terutama untuk menjangkau titik kebakaran yang berada jauh dari akses jalan maupun sumber air.
"Secara kesiapsiagaan kita sudah siap, tinggal action saja," tegasnya.
Selain menyiapkan personel dan peralatan, BPBD Ketapang juga telah memberikan pelatihan penggunaan mobil pemadam kepada personel TNI. Dukungan peralatan penanggulangan karhutla juga telah disalurkan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan perkebunan di Ketapang disebut mulai menerapkan ketentuan pencegahan kebakaran sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025 tentang pembukaan dan pengolahan lahan tanpa membakar.
Dengan berbagai langkah mitigasi karhutla yang telah dilakukan, BPBD Ketapang berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan sehingga dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat dapat dicegah sejak dini. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini