Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 29 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Isu teror pocong yang disebut-sebut muncul di sejumlah wilayah di Pontianak seperti Ampera, Jeruju hingga Sungai Kakap belakangan bikin heboh media sosial dan grup WhatsApp warga.
Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar narasi mengenai sosok pocong yang diduga membawa senjata tajam dan meresahkan masyarakat.
Menanggapi kabar yang viral itu, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto memastikan hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait aksi teror pocong yang diterima pihak kepolisian.
“Sampai saat ini belum ada laporan, baik melalui layanan 110 maupun laporan langsung ke Polresta ataupun Polsek,” ujar Endang.
Meski begitu, pihak kepolisian tetap memantau isu yang berkembang di media sosial untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
“Namun saya melihat di media sosial bahwa ada teror pocong, di mana pocong tersebut membawa senjata tajam. Apabila memang ada di wilayah Kota Pontianak, tentunya tim kami akan langsung bergerak,” katanya.
Kapolresta Pontianak juga menegaskan bahwa pihaknya telah memperkuat Tim Jatanras guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas di Kota Pontianak.
“Saya sudah perkuat Tim Jatanras, yang awalnya satu perwira sekarang menjadi dua perwira. Mudah-mudahan kalau memang ada, bisa segera kami ungkap,” tegasnya.
Endang memastikan polisi tidak akan ragu mengambil tindakan apabila aksi tersebut benar-benar terjadi dan membahayakan warga.
“Kami tidak segan-segan, kalau memang bisa membahayakan nyawa masyarakat, kami akan beri tindakan tegas dan terukur,” lanjutnya.
Meski isu teror pocong di Pontianak terus menjadi perbincangan warga, Endang kembali menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian, baik melalui layanan darurat 110 maupun laporan di tingkat Polsek.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah panik ataupun langsung mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Apabila ada aksi teror tentunya silakan lapor ke 110 agar kami bisa langsung datang. Nanti bisa dihitung berapa menit kecepatan petugas hadir di TKP,” ujarnya.
“Jadi jangan khawatir. Mudah-mudahan aksi teror ini berakhir kalau memang ada. Tapi kalau memang belum ada, mudah-mudahan tidak terjadi di wilayah Pontianak,” tutup Endang. (Lid)
KALBARONLINE.com – Isu teror pocong yang disebut-sebut muncul di sejumlah wilayah di Pontianak seperti Ampera, Jeruju hingga Sungai Kakap belakangan bikin heboh media sosial dan grup WhatsApp warga.
Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar narasi mengenai sosok pocong yang diduga membawa senjata tajam dan meresahkan masyarakat.
Menanggapi kabar yang viral itu, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto memastikan hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait aksi teror pocong yang diterima pihak kepolisian.
“Sampai saat ini belum ada laporan, baik melalui layanan 110 maupun laporan langsung ke Polresta ataupun Polsek,” ujar Endang.
Meski begitu, pihak kepolisian tetap memantau isu yang berkembang di media sosial untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
“Namun saya melihat di media sosial bahwa ada teror pocong, di mana pocong tersebut membawa senjata tajam. Apabila memang ada di wilayah Kota Pontianak, tentunya tim kami akan langsung bergerak,” katanya.
Kapolresta Pontianak juga menegaskan bahwa pihaknya telah memperkuat Tim Jatanras guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas di Kota Pontianak.
“Saya sudah perkuat Tim Jatanras, yang awalnya satu perwira sekarang menjadi dua perwira. Mudah-mudahan kalau memang ada, bisa segera kami ungkap,” tegasnya.
Endang memastikan polisi tidak akan ragu mengambil tindakan apabila aksi tersebut benar-benar terjadi dan membahayakan warga.
“Kami tidak segan-segan, kalau memang bisa membahayakan nyawa masyarakat, kami akan beri tindakan tegas dan terukur,” lanjutnya.
Meski isu teror pocong di Pontianak terus menjadi perbincangan warga, Endang kembali menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian, baik melalui layanan darurat 110 maupun laporan di tingkat Polsek.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah panik ataupun langsung mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Apabila ada aksi teror tentunya silakan lapor ke 110 agar kami bisa langsung datang. Nanti bisa dihitung berapa menit kecepatan petugas hadir di TKP,” ujarnya.
“Jadi jangan khawatir. Mudah-mudahan aksi teror ini berakhir kalau memang ada. Tapi kalau memang belum ada, mudah-mudahan tidak terjadi di wilayah Pontianak,” tutup Endang. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini