Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 02 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Kesiapan tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, serta Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, pada Selasa (2/6/2026).
Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan penyelenggaraan PKN II 2026 di Kalbar menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pelatihan kepemimpinan tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai provinsi hingga kementerian.
“Insyaallah pada Agustus 2026 kita mulai menjadi tuan rumah penyelenggara PKN II. Jadi bukan hanya peserta dari Kalbar, tetapi juga dari provinsi lain bahkan kementerian yang ingin mengikuti pelatihan ini,” kata Windy.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus peluang bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitas sebagai daerah penyelenggara kegiatan nasional di bidang pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Selain itu, pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di Kalbar juga dinilai selaras dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah. Dengan pelatihan digelar di daerah sendiri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pejabat pemerintah kabupaten/kota tidak perlu lagi mengikuti pelatihan ke luar daerah.
“Cukup dilaksanakan di Kalbar. Ini menjadi salah satu jawaban atas strategi efisiensi dalam pengembangan kompetensi ASN,” ujarnya.
Windy menjelaskan, penyelenggaraan PKN II akan menggunakan metode blended learning, yakni kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring. Skema tersebut dinilai lebih efektif sekaligus mampu menekan biaya pelaksanaan.
“Kalau seluruh kegiatan dilakukan secara klasikal tentu membutuhkan biaya lebih besar untuk akomodasi dan konsumsi. Karena itu sebagian kegiatan dilakukan secara daring,” jelasnya.
Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan BPSDM Kalbar tidak hanya berfokus pada fasilitas fisik, tetapi juga mencakup tata kelola penyelenggaraan, kesiapan widyaiswara, narasumber, hingga sistem pembelajaran yang akan digunakan selama pelatihan berlangsung.
“Sampai saat ini kami terus mempersiapkan seluruh kebutuhan, mulai dari sarana prasarana, tata kelola penyelenggaraan, narasumber, widyaiswara, hingga perangkat pendukung lainnya,” katanya.
Sebagai penyelenggara, BPSDM Kalbar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Windy optimistis pelaksanaan PKN II Tahun 2026 juga dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Menurutnya, Kalbar memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari keramahan masyarakat hingga posisi strategis sebagai daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Potensi tersebut dapat dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan pendukung, termasuk seminar dan forum akademik berskala nasional maupun internasional.
“Kalimantan Barat memiliki banyak keunggulan. Selain hospitality masyarakatnya, kita juga berada di wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang datang dari berbagai daerah,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Kesiapan tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, serta Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, pada Selasa (2/6/2026).
Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan penyelenggaraan PKN II 2026 di Kalbar menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pelatihan kepemimpinan tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai provinsi hingga kementerian.
“Insyaallah pada Agustus 2026 kita mulai menjadi tuan rumah penyelenggara PKN II. Jadi bukan hanya peserta dari Kalbar, tetapi juga dari provinsi lain bahkan kementerian yang ingin mengikuti pelatihan ini,” kata Windy.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus peluang bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitas sebagai daerah penyelenggara kegiatan nasional di bidang pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Selain itu, pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di Kalbar juga dinilai selaras dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah. Dengan pelatihan digelar di daerah sendiri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pejabat pemerintah kabupaten/kota tidak perlu lagi mengikuti pelatihan ke luar daerah.
“Cukup dilaksanakan di Kalbar. Ini menjadi salah satu jawaban atas strategi efisiensi dalam pengembangan kompetensi ASN,” ujarnya.
Windy menjelaskan, penyelenggaraan PKN II akan menggunakan metode blended learning, yakni kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring. Skema tersebut dinilai lebih efektif sekaligus mampu menekan biaya pelaksanaan.
“Kalau seluruh kegiatan dilakukan secara klasikal tentu membutuhkan biaya lebih besar untuk akomodasi dan konsumsi. Karena itu sebagian kegiatan dilakukan secara daring,” jelasnya.
Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan BPSDM Kalbar tidak hanya berfokus pada fasilitas fisik, tetapi juga mencakup tata kelola penyelenggaraan, kesiapan widyaiswara, narasumber, hingga sistem pembelajaran yang akan digunakan selama pelatihan berlangsung.
“Sampai saat ini kami terus mempersiapkan seluruh kebutuhan, mulai dari sarana prasarana, tata kelola penyelenggaraan, narasumber, widyaiswara, hingga perangkat pendukung lainnya,” katanya.
Sebagai penyelenggara, BPSDM Kalbar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Windy optimistis pelaksanaan PKN II Tahun 2026 juga dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Menurutnya, Kalbar memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari keramahan masyarakat hingga posisi strategis sebagai daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Potensi tersebut dapat dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan pendukung, termasuk seminar dan forum akademik berskala nasional maupun internasional.
“Kalimantan Barat memiliki banyak keunggulan. Selain hospitality masyarakatnya, kita juga berada di wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang datang dari berbagai daerah,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini