Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 24 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Sepanjang Agustus 2026, sekitar 3.460 titik api terdeteksi, sementara luas lahan yang terbakar telah mencapai 4.228 hektare.
Data tersebut disampaikan Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo berdasarkan informasi yang dihimpun dari Posko Terpadu Penanganan Karhutla Kabupaten Kayong Utara, Senin (24/8/2026).
"Sebagai informasi dari data yang kami himpun dari Posko Padu Penanganan Karhutla wilayah Kabupaten Kayong Utara, untuk jumlah lahan yang saat ini sudah terbakar itu sejumlah kurang lebih 4.228 hektar," ujar AKBP Adi Prabowo kepada awak media, Senin (24/8).
Meski luas lahan yang terbakar mencapai ribuan hektare, personel gabungan terus melakukan penanganan di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, sekitar 2.536 hektare lahan telah berhasil dipadamkan.
"Saat ini dengan seluruh sumber daya yang ada, kita sudah berhasil memadamkan kurang lebih 2.536 hektar," lanjutnya.
Di sisi lain, jumlah titik api yang terdeteksi sepanjang Agustus juga cukup tinggi. Kapolres mencatat sekitar 3.460 titik api dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
"Untuk titik api di bulan Agustus ini saja ada 3.460-an titik api. Itu bervariasi dari yang level ringan, sedang, maupun yang tinggi," jelasnya.
Penanganan karhutla masih terus dilakukan oleh personel gabungan melalui Posko Terpadu. Petugas juga tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, sekaligus melanjutkan pemadaman di lokasi yang masih rawan.
Dengan kondisi tersebut, upaya pengendalian terus dilakukan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia agar titik api baru dapat segera ditangani dan kebakaran tidak semakin meluas. (Sans)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Sepanjang Agustus 2026, sekitar 3.460 titik api terdeteksi, sementara luas lahan yang terbakar telah mencapai 4.228 hektare.
Data tersebut disampaikan Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo berdasarkan informasi yang dihimpun dari Posko Terpadu Penanganan Karhutla Kabupaten Kayong Utara, Senin (24/8/2026).
"Sebagai informasi dari data yang kami himpun dari Posko Padu Penanganan Karhutla wilayah Kabupaten Kayong Utara, untuk jumlah lahan yang saat ini sudah terbakar itu sejumlah kurang lebih 4.228 hektar," ujar AKBP Adi Prabowo kepada awak media, Senin (24/8).
Meski luas lahan yang terbakar mencapai ribuan hektare, personel gabungan terus melakukan penanganan di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, sekitar 2.536 hektare lahan telah berhasil dipadamkan.
"Saat ini dengan seluruh sumber daya yang ada, kita sudah berhasil memadamkan kurang lebih 2.536 hektar," lanjutnya.
Di sisi lain, jumlah titik api yang terdeteksi sepanjang Agustus juga cukup tinggi. Kapolres mencatat sekitar 3.460 titik api dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
"Untuk titik api di bulan Agustus ini saja ada 3.460-an titik api. Itu bervariasi dari yang level ringan, sedang, maupun yang tinggi," jelasnya.
Penanganan karhutla masih terus dilakukan oleh personel gabungan melalui Posko Terpadu. Petugas juga tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, sekaligus melanjutkan pemadaman di lokasi yang masih rawan.
Dengan kondisi tersebut, upaya pengendalian terus dilakukan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia agar titik api baru dapat segera ditangani dan kebakaran tidak semakin meluas. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini