Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 27 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Hasan Karmana (60) akhirnya bisa bernapas lega setelah sempat tinggal di motor air miliknya akibat rumah yang ditempatinya di tepian Sungai Kapuas roboh pada 11 Agustus 2026.
Warga kawasan Bansir Laut, Kota Pontianak, itu kini bersama istri dan anaknya mendapat tempat tinggal sementara di rumah milik Mustafa yang berada di Gang Kuantan.
Sebelumnya, Hasan terpaksa menjadikan motor air sebagai tempat berteduh sekaligus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Motor air tersebut biasa digunakannya untuk membawa orang memancing.
“Biasanya bawa orang mancing. Kadang ke Tayan,” ujar Hasan, Kamis (27/8/2026).
Saat rumahnya roboh, Hasan masih berada di dalam rumah bersama istrinya, Aisyah Putri (24), dan anak mereka, Raisya Haja (6).
Bangunan tersebut ambruk secara tiba-tiba hingga Hasan ikut tertimpa bagian dinding. Dalam kondisi panik, ia berusaha menyelamatkan anaknya.
“Waktu itu kami di dalam rumah, tiga beranak. Saya tertimpa dari bagian dinding, tapi masih sempat menyelamatkan anak saya,” tuturnya.
Peristiwa tersebut tidak hanya membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyebabkan sebagian barang mereka tercebur dan terkena air. Setelah kejadian itu, Hasan dan keluarganya harus bertahan sementara di motor air miliknya.
Pemerintah Kota Pontianak kemudian turun memberikan bantuan melalui Dinas Sosial bersama BPBD dan perangkat terkait.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak M Akif mengatakan, bantuan yang diberikan antara lain sandang, makanan siap saji selama tujuh hari serta sejumlah kebutuhan lainnya.
“Pemerintah Kota Pontianak sudah memberikan bantuan berupa sandang, makanan siap saji selama tujuh hari, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Pemkot Pontianak juga sempat menawarkan Hasan untuk menempati rumah susun (rusun). Namun, tawaran tersebut belum diterimanya saat itu.
“Kita juga sudah menawarkan kepada Pak Hasan Karmana untuk menempati rusun, tetapi beliau belum bersedia waktu itu,” kata Akif.
Situasi kemudian mendapat jalan keluar setelah Mustafa menawarkan rumah miliknya di kawasan Gang Kuantan untuk ditempati Hasan bersama keluarganya.
Tawaran tersebut diterima Hasan. Dengan begitu, ia tidak lagi harus menjadikan motor air sebagai tempat tinggal sementara.
“Alhamdulillah, Pak Mustafa menawarkan rumahnya dan Pak Hasan juga sudah bersedia untuk tinggal di sana,” jelas Akif.
Menurut Akif, tempat tinggal baru tersebut juga memungkinkan Hasan tetap menjalankan aktivitasnya sebagai pencari nafkah. Motor air yang selama ini digunakan untuk membawa orang memancing dapat dibawa ke sekitar lokasi rumah.
“Motor airnya juga bisa dibawa ke sana, sehingga tidak mengganggu aktivitas Pak Hasan untuk membawa orang memancing,” ujarnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan membangun kembali rumah Hasan yang roboh, Pemkot Pontianak masih menghadapi kendala administrasi dan kepemilikan lahan.
Akif menjelaskan, rumah tersebut berdiri di atas tanah milik orang lain. Pemilik lahan juga diketahui telah meninggal dunia sehingga pembangunan kembali tidak dapat dilakukan begitu saja.
“Kendalanya, rumah Pak Hasan yang roboh itu berada di tanah milik orang lain. Pemiliknya juga sudah meninggal, sehingga tidak bisa dibangun kembali begitu saja,” jelasnya.
Meski pembangunan kembali rumah belum dapat dilakukan, Pemkot Pontianak tetap berupaya mencari solusi agar Hasan dan keluarganya tidak terlantar.
Untuk sementara, bantuan darurat telah diberikan dan kebutuhan tempat tinggal dapat teratasi setelah adanya kepedulian dari warga yang bersedia memberikan tempat tinggal.
“Yang penting hari ini Pak Hasan sudah bersedia menempati rumah yang ditawarkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi sementara yang baik,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Hasan Karmana (60) akhirnya bisa bernapas lega setelah sempat tinggal di motor air miliknya akibat rumah yang ditempatinya di tepian Sungai Kapuas roboh pada 11 Agustus 2026.
Warga kawasan Bansir Laut, Kota Pontianak, itu kini bersama istri dan anaknya mendapat tempat tinggal sementara di rumah milik Mustafa yang berada di Gang Kuantan.
Sebelumnya, Hasan terpaksa menjadikan motor air sebagai tempat berteduh sekaligus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Motor air tersebut biasa digunakannya untuk membawa orang memancing.
“Biasanya bawa orang mancing. Kadang ke Tayan,” ujar Hasan, Kamis (27/8/2026).
Saat rumahnya roboh, Hasan masih berada di dalam rumah bersama istrinya, Aisyah Putri (24), dan anak mereka, Raisya Haja (6).
Bangunan tersebut ambruk secara tiba-tiba hingga Hasan ikut tertimpa bagian dinding. Dalam kondisi panik, ia berusaha menyelamatkan anaknya.
“Waktu itu kami di dalam rumah, tiga beranak. Saya tertimpa dari bagian dinding, tapi masih sempat menyelamatkan anak saya,” tuturnya.
Peristiwa tersebut tidak hanya membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyebabkan sebagian barang mereka tercebur dan terkena air. Setelah kejadian itu, Hasan dan keluarganya harus bertahan sementara di motor air miliknya.
Pemerintah Kota Pontianak kemudian turun memberikan bantuan melalui Dinas Sosial bersama BPBD dan perangkat terkait.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak M Akif mengatakan, bantuan yang diberikan antara lain sandang, makanan siap saji selama tujuh hari serta sejumlah kebutuhan lainnya.
“Pemerintah Kota Pontianak sudah memberikan bantuan berupa sandang, makanan siap saji selama tujuh hari, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Pemkot Pontianak juga sempat menawarkan Hasan untuk menempati rumah susun (rusun). Namun, tawaran tersebut belum diterimanya saat itu.
“Kita juga sudah menawarkan kepada Pak Hasan Karmana untuk menempati rusun, tetapi beliau belum bersedia waktu itu,” kata Akif.
Situasi kemudian mendapat jalan keluar setelah Mustafa menawarkan rumah miliknya di kawasan Gang Kuantan untuk ditempati Hasan bersama keluarganya.
Tawaran tersebut diterima Hasan. Dengan begitu, ia tidak lagi harus menjadikan motor air sebagai tempat tinggal sementara.
“Alhamdulillah, Pak Mustafa menawarkan rumahnya dan Pak Hasan juga sudah bersedia untuk tinggal di sana,” jelas Akif.
Menurut Akif, tempat tinggal baru tersebut juga memungkinkan Hasan tetap menjalankan aktivitasnya sebagai pencari nafkah. Motor air yang selama ini digunakan untuk membawa orang memancing dapat dibawa ke sekitar lokasi rumah.
“Motor airnya juga bisa dibawa ke sana, sehingga tidak mengganggu aktivitas Pak Hasan untuk membawa orang memancing,” ujarnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan membangun kembali rumah Hasan yang roboh, Pemkot Pontianak masih menghadapi kendala administrasi dan kepemilikan lahan.
Akif menjelaskan, rumah tersebut berdiri di atas tanah milik orang lain. Pemilik lahan juga diketahui telah meninggal dunia sehingga pembangunan kembali tidak dapat dilakukan begitu saja.
“Kendalanya, rumah Pak Hasan yang roboh itu berada di tanah milik orang lain. Pemiliknya juga sudah meninggal, sehingga tidak bisa dibangun kembali begitu saja,” jelasnya.
Meski pembangunan kembali rumah belum dapat dilakukan, Pemkot Pontianak tetap berupaya mencari solusi agar Hasan dan keluarganya tidak terlantar.
Untuk sementara, bantuan darurat telah diberikan dan kebutuhan tempat tinggal dapat teratasi setelah adanya kepedulian dari warga yang bersedia memberikan tempat tinggal.
“Yang penting hari ini Pak Hasan sudah bersedia menempati rumah yang ditawarkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi sementara yang baik,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini