Pontianak    

UMKM Pontianak Didorong Kuasai AI untuk Promosi dan Perluas Pasar

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 27 August 2026
UMKM Pontianak Didorong Kuasai AI untuk Promosi dan Perluas Pasar
UMKM Pontianak didorong menguasai AI untuk meningkatkan promosi produk dan memperluas akses pasar di era digital (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak didorong mulai menguasai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung promosi produk sekaligus memperluas akses pasar.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Kebijakan Pemerintah Daerah (SIPEDE) Kecamatan Pontianak Kota yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak di Aula Rohana Muthalib Kantor Bapperida Kota Pontianak, Kamis (27/8/2026).

Sekretaris Diskominfo Kota Pontianak, Yopie Indra Pribadi, mengatakan pemanfaatan AI semakin penting bagi pelaku UMKM seiring perkembangan teknologi dan persaingan perdagangan secara daring yang semakin ketat.

“Penerapan AI memang suatu hal yang sudah sangat lumrah sekarang ini. Pelaku UMKM perlu mempelajarinya, selain untuk meningkatkan kemampuan diri juga untuk membaca perkembangan global yang saat ini semakin gencar menggunakan AI,” ujar Yopie usai membuka kegiatan SIPEDE.

Menurutnya, pemanfaatan AI tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membantu berbagai kebutuhan dalam pengembangan usaha.

Perkembangan perdagangan daring membuat pelaku usaha dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi. Penguasaan AI dinilai dapat menjadi salah satu bekal agar UMKM tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan tersebut.

Yopie mengatakan AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku UMKM mempromosikan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Ini sangat penting untuk dikuasai pelaku UMKM karena kita tidak bisa terhindar dari kondisi dunia yang saat ini sudah menggunakan AI, salah satunya untuk mempromosikan dan memperluas akses pasar,” katanya.

Karena itu, menurut Yopie, pemahaman mengenai AI perlu diikuti dengan kemampuan untuk mempraktikkannya. Pelaku UMKM diharapkan tidak sekadar mengetahui perkembangan teknologi, tetapi mampu menggunakannya dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Ia berharap kegiatan SIPEDE dapat memberikan pengetahuan yang benar-benar bisa diterapkan peserta setelah kembali menjalankan aktivitas usahanya.

“Harapannya setelah selesai kegiatan ini, para peserta UMKM mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang AI. Tidak hanya mendengar dari luar, tetapi juga mempraktikkan apa yang didapat pada hari ini sehingga ada sesuatu yang baru dan bisa diterapkan,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Sungai Kapuas Makin Asin, Pontianak Andalkan Waduk Penepat untuk Amankan Air Baku
Thursday, 27 August 2026
Artikel Sebelumnya
Rumah Roboh di Tepian Kapuas, Hasan Sempat Tinggal di Motor Air Kini Dapat Tempat Tinggal
Thursday, 27 August 2026

Berita terkait